JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Djap Tet Fa, menegaskan pentingnya menjaga produktivitas perusahaan melalui program peremajaan tanaman (replanting) dalam beberapa tahun ke depan.
Djap mengatakan, perseroan menargetkan replanting seluas 6.000 hektare pada 2026 sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kinerja operasional.
“Sangat penting untuk kita menjaga produktivitas. Replanting menjadi fokus utama perseroan di 2026 hingga mendatang,” ujarnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Menara Astra pada Rabu (15/4/2026).
Untuk mendukung program tersebut, AALI mengandalkan tim riset dan pengembangan (R&D) internal yang telah berhasil mengembangkan enam jenis bibit unggul. Bibit ini akan digunakan dalam proses replanting guna menghasilkan produktivitas yang lebih optimal.
“Kami memiliki tim R&D yang mampu menciptakan bibit unggul. Saat ini kita punya enam jenis bibit unggul dan ini akan kita pakai untuk replanting,” jelasnya.
Sejak 2015, perusahaan telah melakukan replanting terhadap sekitar 40 persen dari total areal perkebunan yang dimiliki. Perseroan berharap upaya tersebut dapat memberikan hasil yang positif dalam jangka panjang.
Dari sisi belanja modal, AALI menganggarkan capex sebesar Rp1,4 triliun pada 2026, meningkat 79 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp782 miliar. Dari total anggaran tersebut, sekitar 63,8 persen akan dialokasikan khusus untuk kegiatan replanting.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi produktivitas perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di masa mendatang.













