JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Argentina terancam menghadapi sanksi dari FIFA setelah selebrasi kemenangan atas Inggris memicu kontroversi. Sorotan muncul setelah para pemain membentangkan spanduk bertuliskan Malvinas saat merayakan kemenangan.
Aksi tersebut dinilai berpotensi melanggar regulasi FIFA yang melarang penggunaan pesan bernuansa politik dalam pertandingan sepak bola. Hingga kini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kemungkinan sanksi.
Aturan FIFA dan International Football Association Board atau IFAB melarang pemain maupun tim menampilkan pesan politik, ideologi, agama, maupun pesan pribadi selama pertandingan atau selebrasi resmi.
Selain itu, pemain juga dilarang memperlihatkan pakaian atau atribut yang memuat pesan serupa maupun iklan di luar ketentuan resmi. Pelanggaran dapat dikenai tindakan disiplin oleh penyelenggara kompetisi, asosiasi nasional, atau FIFA.
Kontroversi ini bukan pertama kali melibatkan Argentina. Pada 2014, Federasi Sepak Bola Argentina atau AFA pernah didenda 20.000 poundsterling setelah pemain membentangkan spanduk Malvinas menjelang laga persahabatan melawan Slovenia.
Saat itu, FIFA menilai aksi tersebut melanggar aturan mengenai pesan politik dalam sepak bola. Kasus tersebut kini kembali menjadi sorotan setelah insiden serupa terulang.
Isu Malvinas sendiri berkaitan dengan sengketa Kepulauan Falkland antara Argentina dan Inggris. Wilayah yang berada di Samudra Atlantik Selatan itu hingga kini masih menjadi sumber perselisihan diplomatik kedua negara.
Konflik mengenai kepulauan tersebut pernah memuncak pada perang tahun 1982 yang berlangsung selama 74 hari. Ratusan tentara dari kedua negara serta warga sipil dilaporkan menjadi korban dalam konflik tersebut.
Menariknya, sebelum laga semifinal berlangsung, pelatih Argentina Lionel Scaloni sempat mengingatkan bahwa pertandingan melawan Inggris seharusnya tidak dikaitkan dengan persoalan politik maupun sejarah. Ia menegaskan sepak bola harus dipisahkan dari konflik masa lalu.
Meski demikian, selebrasi para pemain justru memunculkan perdebatan baru. Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel juga ikut memperkuat polemik setelah kembali menegaskan klaim Argentina atas Kepulauan Malvinas melalui media sosial.













