• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, May 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Komunitas

Apresiasi Pekerja Sampah, Ocean Plastic Prevention Accelerator Gandeng Bank Sampah Induk Surabaya

Nina Karlita by Nina Karlita
June 14, 2021
in Komunitas
0
Apresiasi Pekerja Sampah, Ocean Plastic Prevention Accelerator Gandeng Bank Sampah Induk Surabaya

SURABAYA, Cobisnis.com – Beberapa orang mungkin mengatasi sampah dengan cara membakar atau menimbun di dalam tanah yang justru malah mencemari lingkungan. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut di era pandemi tahun 2020, total produksi sampah nasional menembus angka 67,8 juta ton, atau meningkat sekitar 3 juta ton dari tahun 2018.

Artinya, hampir 185.753 ton sampah setiap harinya dihasilkan oleh 270 juta penduduk Indonesia. Melihat peningkatan tersebut tentu peran pekerja pengelola sampah amat krusial.

Guna mengapresiasi kontribusi para pekerja pengelola sampah, program yang bergerak di bidang pembangun ekosistem inovasi sosial, Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA) berkolaborasi dengan Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS) menggelar “Peduli Pahlawan Lingkungan”.

Aksi bakti sosial ini membagikan 200 paket alat pelindung diri (APD) pemilahan sampah dan sembako kepada para pekerja sektor sampah pada 10 Mei lalu. Event dihadiri pemulung, nasabah dan pegawai BSIS.

Aksi sosial “Peduli Pahlawan Lingkungan” ini diharap mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peranan, keselamatan kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja pengelola sampah.

Anjar Putro (31) selaku ketua Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS) menuturkan, pekerjaan pengelolaan sampah masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat di lingkungannya.
“Harapannya semoga ke depan akan ada banyak lagi pihak yang mau bersinergi untuk berkontribusi terhadap program serupa, khususnya dari pemerintah terkait,” ujar Anjar.

Pengelolaan sampah di Indonesia dan di seluruh dunia mayoritas dijalankan oleh pekerja informal. Berdasarkan data International Labor Organization (ILO), hanya sekitar 4 juta dari total 9-14 juta pekerja di sektor pengelolaan sampah di seluruh dunia terhitung formal.

Artinya, mayoritas pekerja sektor informal dalam kesehariannya berinteraksi dengan sampah tak memakai perlengkapan pengaman memadai dimana risiko terinfeksi material asing dan kecelakaan kerja sangat tinggi. Belum lagi kemungkinan tertular COVID-19.

Dari perspektif proses kerja, pekerja sektor sampah rawan dicurangi karena kurangnya transparansi di dalam rantai pasokan. Hal ini membuat praktik kerja etis menjadi sulit diukur. Terlebih pendapatan pekerja pengelola sampah termasuk dalam kelompok ekonomi rentan.

Berdasarkan Survei Badan Pusat Statistik (BPS) Juni 2020, sebanyak 70,53 persen responden masyarakat dengan upah di bawah 1,8 juta rupiah per bulan mengaku mengalami penurunan pendapatan sejak COVID-19 melanda.

Seperti dialami Suhartono (46), salah satu pekerja sektor sampah di Surabaya yang mengeluhkan pendapatan hariannya berkurang sejak pandemi. “Sebelum ada Corona, dapatnya 200 Ribu rupiah tiap kali setor, sekarang ini nggak tentu, kadang 100 Ribu kadang 120 Ribu.”

Secara bersamaan, pekerja sektor sampah juga rawan kehilangan pekerjaan. Seperti dialami pekerja salah satu BSIS, Yuda (37) yang sempat dirumahkan sementara waktu.

Beberapa fasilitas pengolahan sampah memilih menunda operasinya selama pandemi untuk mengurangi penyebaran virus dari material asing atau omset turun drastis akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Perlunya Kolaborasi

Maka dari itu OPPA-SecondMuse, yang didukung oleh The Incubation Network (TIN), The Circulate Initiative (TCI), Global Affairs Canada (GAC), Alliance to End Plastic Waste (AEPW), dan beberapa organisasi lain, mencoba mencari solusi inovatif untuk mengatasi tantangan dalam sistem pengelolaan sampah lokal dan sektor daur ulang melalui kegiatan kolaboratif.

“Sektor informal juga menjadi perhatian besar bagi OPPA, sehingga kami dengan semangat mendukung aksi sosial Peduli Pahlawan Lingkungan yang dijalankan oleh BSIS di Kota Surabaya,” tambah Duala Okto selaku Project Manager OPPA.

Salah satu penerima bantuan, Agus Winarto (46) menyampaikan aksi sosial ini menandai bahwa pekerja sektor sampah mulai diperhitungkan. “Insya allah ke depannya kami lebih bersemangat dan bisa memberikan kontribusi lebih,” lanjut Agus yang juga ketua Bank Sampah Songolikoer Surabaya.

Saat ini, ada sekitar 3,7 Juta pemulung di Indonesia, menurut data Ikatan Pemulung Indonesia (2019) yang mengandalkan pendapatan hariannya dari sampah. Angka ini belum termasuk pekerja lain di sektor serupa.

Terlebih lagi, pekerja sektor informal bertanggung jawab terhadap pengumpulan sampah plastik untuk kebutuhan daur ulang di Indonesia, berdasarkan National Plastic Action Partnership. Sebagai aktor kunci dalam sistem manajemen sampah yang lebih baik, kesejahteraan pekerja informal harus menjadi perhatian kita semua.

Selain aksi bakti sosial bersama Bank Sampah Induk Surabaya, OPPA juga berkolaborasi dengan National Plastic Action Partnership (NPAP) dan the World Economic Forum menjalankan program
“Informal Plastic Collection Innovation Challenge” (cutt.ly/IPC-Innovation-Challenge-2021).

Program ini ingin mencari solusi atas tiga tantangan penanganan sampah sektor informal di Indonesia yaitu, menciptakan rantai pasokan yang lebih baik, meningkatkan literasi digital bagi pekerja sektor informal dan visibilitas yang lebih baik bagi pekerja sektor sampah di mata masyarakat.

Tags: bank sampahbank sampah induk surabayaCobisnisocean plastic prevention accelerator

Related Posts

Tekanan Global Bikin IHSG Jadi Satu-Satunya yang Terkoreksi di Asia

Tekanan Global Bikin IHSG Jadi Satu-Satunya yang Terkoreksi di Asia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - IHSG pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, tercatat menjadi satu-satunya indeks saham utama di Asia yang berada...

Menkeu Purbaya Batal Berangkat Haji 21 Mei, Ikhlas dan Pasrah Tunggu Tahun Depan

Menkeu Purbaya Batal Berangkat Haji 21 Mei, Ikhlas dan Pasrah Tunggu Tahun Depan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa batal berangkat ibadah haji pada Kamis, 21 Mei 2026. Padahal sebelumnya ia...

Bukan Kaleng-kaleng, Cadangan Gas di Cekungan Kutai Tembus 7 TCF dan 375 Juta Barel Kondensat

Bukan Kaleng-kaleng, Cadangan Gas di Cekungan Kutai Tembus 7 TCF dan 375 Juta Barel Kondensat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia baru saja mencatat temuan energi besar yang berpotensi mengubah peta industri migas nasional. Kementerian Energi dan...

451 Anggota DPR Hadir, Prabowo dan Gibran Kompak Datangi Senayan Hari Ini

451 Anggota DPR Hadir, Prabowo dan Gibran Kompak Datangi Senayan Hari Ini

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung rapat paripurna ke-19 DPR RI masa persidangan V tahun sidang 2025-2026 yang...

Liverpool Butuh Menang, Salah Butuh Panggung, dan Slot Harus Pilih Salah Satu

Liverpool Butuh Menang, Salah Butuh Panggung, dan Slot Harus Pilih Salah Satu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mohamed Salah akan menjalani laga terakhirnya bersama Liverpool FC saat menghadapi Brentford FC di Anfield, Minggu 24...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menteri PKP Apresiasi Dukungan BSI terhadap Program Perumahan Nasional

Menteri PKP Apresiasi Dukungan BSI terhadap Program Perumahan Nasional

May 21, 2026
Anak Usia 5,5 Tahun Bisa Masuk SD pada 2026, Ini Syaratnya

Anak Usia 5,5 Tahun Bisa Masuk SD pada 2026, Ini Syaratnya

May 22, 2026
Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Gas hingga 2035

Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Gas hingga 2035

May 22, 2026
Anak Usia 5,5 Tahun Kini Bisa Daftar SD dengan Syarat Tertentu

Pemkot Makassar Perkuat Penanganan ODGJ lewat Regulasi Baru

May 21, 2026
KAI Selidiki Penyebab Lokomotif dan KA Serayu Anjlok di Pasar Senen

KAI Selidiki Penyebab Lokomotif dan KA Serayu Anjlok di Pasar Senen

May 22, 2026
Rutan Salemba Bongkar Upaya Penyelundupan Sabu Saat Jam Besuk

Kongres AS Soroti Besarnya Kerugian Pesawat Tempur dalam Perang Iran

May 22, 2026
Stasiun LRT Dukuh Atas Resmi Berganti Nama Jadi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia

Stasiun LRT Dukuh Atas Resmi Berganti Nama Jadi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia

May 22, 2026
Rutan Salemba Bongkar Upaya Penyelundupan Sabu Saat Jam Besuk

Rutan Salemba Bongkar Upaya Penyelundupan Sabu Saat Jam Besuk

May 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved