• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Apakah Agen ICE Punya Kekebalan Absolut? Pakar: Tidak, Tapi Penuntutan Negara Bagian Tidak Mudah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 9, 2026
in News
0
Apakah Agen ICE Punya Kekebalan Absolut? Pakar: Tidak, Tapi Penuntutan Negara Bagian Tidak Mudah

JAKARTA, Cobisnis.com – Klaim Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bahwa agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang menembak mati Renee Nicole Good di Minneapolis dilindungi oleh “kekebalan absolut” menuai bantahan dari para pakar hukum. Mereka menilai, lanskap hukum terkait kemungkinan penuntutan jauh lebih rumit daripada yang disampaikan Vance.

Berbicara di Gedung Putih pada Kamis, Vance tampak berupaya menutup peluang jaksa negara bagian Minnesota untuk menjerat agen tersebut secara pidana. Menurutnya, karena agen ICE adalah aparat penegak hukum federal yang sedang menjalankan tugas federal, maka kasus itu sepenuhnya menjadi urusan federal.

“Anda punya aparat penegak hukum federal yang menjalankan tugas federal. Itu isu federal. Orang itu dilindungi kekebalan absolut. Dia sedang melakukan pekerjaannya,” kata Vance. Ia menambahkan bahwa upaya penuntutan akan langsung gugur di hadapan hakim.

Namun, pernyataan itu dinilai berlebihan oleh para ahli. Michael J.Z. Mannheimer, pakar hukum tata negara dari Northern Kentucky University, menegaskan bahwa tidak ada prinsip hukum yang memberi agen federal kekebalan absolut atas tindak pidana yang dilakukan saat bertugas.

“Gagasan bahwa agen federal memiliki kekebalan absolut atas kejahatan yang dilakukan dalam pekerjaan mereka itu benar-benar tidak masuk akal,” ujarnya. Ia menambahkan, lebih dari 120 tahun preseden hukum menunjukkan bahwa jaksa negara bagian tetap dapat menuntut aparat federal, meski pengadilan nantinya yang menentukan apakah mereka berhak atas perlindungan kekebalan tertentu.

Pandangan serupa disampaikan Timothy Sini, mantan jaksa federal di New York. Menurutnya, aparat tidak otomatis memiliki kekebalan absolut sebagai masalah hukum.

Meski demikian, para ahli sepakat bahwa penuntutan terhadap agen ICE dalam kasus seperti ini tidaklah mudah. Jika seorang pejabat federal didakwa atas kejahatan negara bagian terkait tugasnya, ia dapat memindahkan perkara ke pengadilan federal dan mengajukan dalih kekebalan.

Hakim federal kemudian harus melakukan uji dua tahap. Pertama, menilai apakah agen tersebut bertindak dalam lingkup tugas resminya ambang batas yang relatif mudah dipenuhi. Kedua, menilai apakah tindakannya “masuk akal” berdasarkan keseluruhan situasi di lapangan, yang jauh lebih kompleks dan bergantung pada bukti, kesaksian, serta rekaman video.

Dalam kasus penembakan Renee Nicole Good, 37 tahun, yang tewas saat duduk di kursi pengemudi mobilnya, peluang penuntutan negara bagian juga terhambat oleh proses investigasi. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menggambarkan Good sebagai “perusuh” yang menghalangi dan berusaha menggunakan kendaraannya untuk melawan petugas.

Penyelidikan semakin rumit setelah otoritas federal dilaporkan menghalangi aparat lokal Minnesota untuk terlibat penuh dalam investigasi. Keputusan itu memicu kemarahan Gubernur dan Jaksa Agung Minnesota. Akibatnya, Biro Penangkapan Kriminal Minnesota (BCA) mengaku tidak memiliki akses memadai untuk memenuhi standar penyelidikan yang dituntut hukum dan publik negara bagian tersebut.

Terkait kemungkinan jalur hukum lain, para pakar menyebut opsi dakwaan federal seperti “perampasan hak di bawah warna hukum” tetap terbuka, meski peluang vonis bersalah dinilai kecil karena jaksa harus membuktikan adanya pelanggaran hukum yang disengaja. Keluarga korban juga berpeluang mengajukan gugatan perdata kematian tidak wajar, tetapi hambatan kekebalan bersyarat (qualified immunity) juga bisa menjadi penghalang besar.

Meski hasil akhirnya belum pasti, para ahli menekankan bahwa klaim kekebalan absolut bagi agen ICE tidak sepenuhnya akurat dan tetap harus diuji melalui proses hukum.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
download samsung firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course
Tags: cobisnis.comHakAsasiManusiaHukumAmerikaICEImunitasHukum

Related Posts

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf, mengungkapkan rencana pemanggilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas...

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menjelaskan alasan pemerintah belum menetapkan kebakaran hutan...

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan jajaran Kepala Staf Angkatan...

6 Trik Menabung ala Jepang agar Tabungan Makin Cepat Terkumpul

6 Trik Menabung ala Jepang agar Tabungan Makin Cepat Terkumpul

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Biaya hidup yang terus meningkat membuat banyak orang kesulitan menyisihkan penghasilan untuk tabungan. Namun, metode pengelolaan uang...

Prancis Dilanda Kerusuhan, Trump Sebut Imigrasi Hancurkan Negara

Prancis Dilanda Kerusuhan, Trump Sebut Imigrasi Hancurkan Negara

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan imigrasi atas kerusuhan yang melanda Prancis setelah demonstrasi pada Sabtu (17/10/2026)....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

October 19, 2026
Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

October 19, 2026
Rio Ngumoha Ungkap Peran Baru di Liverpool

Dijuluki Iron Man, Eliano Reijnders Siap Terus Bela Persib

October 19, 2026
Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

October 19, 2026
Vietnam Gaspol Perluas Pasar, Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara Eropa Jadi Andalan

Vietnam Gaspol Perluas Pasar, Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara Eropa Jadi Andalan

October 19, 2026
Terancam Turun Kasta Jadi Standalone Market, Ini Hasil Pertemuan BEI dan MSCI

Terancam Turun Kasta Jadi Standalone Market, Ini Hasil Pertemuan BEI dan MSCI

October 19, 2026
BGN Tarik CCTV Dapur MBG ke Pusat, Sekitar 70 Dapur Mulai Diuji dengan AI

BGN Tarik CCTV Dapur MBG ke Pusat, Sekitar 70 Dapur Mulai Diuji dengan AI

October 19, 2026
Kepolisian Israel menangkap 10 tersangka terkait serangan terhadap Wali Kota Prancis Bernard Baudoux dan fotografer AS Heidi Levine di Tepi Barat.

Israel Tangkap 10 Tersangka Serangan di Tepi Barat

October 19, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved