• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, July 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Apakah Agen ICE Punya Kekebalan Absolut? Pakar: Tidak, Tapi Penuntutan Negara Bagian Tidak Mudah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 9, 2026
in News
0
Apakah Agen ICE Punya Kekebalan Absolut? Pakar: Tidak, Tapi Penuntutan Negara Bagian Tidak Mudah

JAKARTA, Cobisnis.com – Klaim Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bahwa agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang menembak mati Renee Nicole Good di Minneapolis dilindungi oleh “kekebalan absolut” menuai bantahan dari para pakar hukum. Mereka menilai, lanskap hukum terkait kemungkinan penuntutan jauh lebih rumit daripada yang disampaikan Vance.

Berbicara di Gedung Putih pada Kamis, Vance tampak berupaya menutup peluang jaksa negara bagian Minnesota untuk menjerat agen tersebut secara pidana. Menurutnya, karena agen ICE adalah aparat penegak hukum federal yang sedang menjalankan tugas federal, maka kasus itu sepenuhnya menjadi urusan federal.

“Anda punya aparat penegak hukum federal yang menjalankan tugas federal. Itu isu federal. Orang itu dilindungi kekebalan absolut. Dia sedang melakukan pekerjaannya,” kata Vance. Ia menambahkan bahwa upaya penuntutan akan langsung gugur di hadapan hakim.

Namun, pernyataan itu dinilai berlebihan oleh para ahli. Michael J.Z. Mannheimer, pakar hukum tata negara dari Northern Kentucky University, menegaskan bahwa tidak ada prinsip hukum yang memberi agen federal kekebalan absolut atas tindak pidana yang dilakukan saat bertugas.

“Gagasan bahwa agen federal memiliki kekebalan absolut atas kejahatan yang dilakukan dalam pekerjaan mereka itu benar-benar tidak masuk akal,” ujarnya. Ia menambahkan, lebih dari 120 tahun preseden hukum menunjukkan bahwa jaksa negara bagian tetap dapat menuntut aparat federal, meski pengadilan nantinya yang menentukan apakah mereka berhak atas perlindungan kekebalan tertentu.

Pandangan serupa disampaikan Timothy Sini, mantan jaksa federal di New York. Menurutnya, aparat tidak otomatis memiliki kekebalan absolut sebagai masalah hukum.

Meski demikian, para ahli sepakat bahwa penuntutan terhadap agen ICE dalam kasus seperti ini tidaklah mudah. Jika seorang pejabat federal didakwa atas kejahatan negara bagian terkait tugasnya, ia dapat memindahkan perkara ke pengadilan federal dan mengajukan dalih kekebalan.

Hakim federal kemudian harus melakukan uji dua tahap. Pertama, menilai apakah agen tersebut bertindak dalam lingkup tugas resminya ambang batas yang relatif mudah dipenuhi. Kedua, menilai apakah tindakannya “masuk akal” berdasarkan keseluruhan situasi di lapangan, yang jauh lebih kompleks dan bergantung pada bukti, kesaksian, serta rekaman video.

Dalam kasus penembakan Renee Nicole Good, 37 tahun, yang tewas saat duduk di kursi pengemudi mobilnya, peluang penuntutan negara bagian juga terhambat oleh proses investigasi. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menggambarkan Good sebagai “perusuh” yang menghalangi dan berusaha menggunakan kendaraannya untuk melawan petugas.

Penyelidikan semakin rumit setelah otoritas federal dilaporkan menghalangi aparat lokal Minnesota untuk terlibat penuh dalam investigasi. Keputusan itu memicu kemarahan Gubernur dan Jaksa Agung Minnesota. Akibatnya, Biro Penangkapan Kriminal Minnesota (BCA) mengaku tidak memiliki akses memadai untuk memenuhi standar penyelidikan yang dituntut hukum dan publik negara bagian tersebut.

Terkait kemungkinan jalur hukum lain, para pakar menyebut opsi dakwaan federal seperti “perampasan hak di bawah warna hukum” tetap terbuka, meski peluang vonis bersalah dinilai kecil karena jaksa harus membuktikan adanya pelanggaran hukum yang disengaja. Keluarga korban juga berpeluang mengajukan gugatan perdata kematian tidak wajar, tetapi hambatan kekebalan bersyarat (qualified immunity) juga bisa menjadi penghalang besar.

Meski hasil akhirnya belum pasti, para ahli menekankan bahwa klaim kekebalan absolut bagi agen ICE tidak sepenuhnya akurat dan tetap harus diuji melalui proses hukum.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
Tags: cobisnis.comHakAsasiManusiaHukumAmerikaICEImunitasHukum

Related Posts

Korban Perang Iran Tembus 642, Pentagon Ubah Sistem Pencatatan pada 2026

Astronaut AS dan Rusia Mendarat Selamat Usai Delapan Bulan Bertugas di ISS

by Zahra Zahwa
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kru antariksa gabungan Amerika Serikat dan Rusia mendarat dengan selamat di padang stepa Kazakhstan pada Minggu (26/7/2026)....

Korban Perang Iran Tembus 642, Pentagon Ubah Sistem Pencatatan pada 2026

Korban Perang Iran Tembus 642, Pentagon Ubah Sistem Pencatatan pada 2026

by Zahra Zahwa
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pentagon memperbarui basis data korban perang pada Sabtu (26/7/2026). Pembaruan itu menambah lebih dari 140 personel militer...

Andrea Pirlo Selangkah Lagi Gantikan Gattuso sebagai Pelatih Timnas Italia

Andrea Pirlo Selangkah Lagi Gantikan Gattuso sebagai Pelatih Timnas Italia

by Hidayat Taufik
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Andrea Pirlo disebut semakin dekat untuk mengisi kursi pelatih kepala Tim Nasional Italia. Federasi Sepak Bola Italia...

Warga China Putus Massal Usai Pemerintah Larang Hubungan Asmara dengan AI

Warga China Putus Massal Usai Pemerintah Larang Hubungan Asmara dengan AI

by Desti Dwi Natasya
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah China resmi memberlakukan aturan yang melarang hubungan asmara antara pengguna dengan layanan kecerdasan buatan (AI). Kebijakan...

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Fajar/Fikri Sabet Gelar China Open 2026, BNI Bangga Dukung Bulu Tangkis Indonesia

by Rizki Meirino
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan wakil...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

January 12, 2026
BNI Tanam 258.000 Bibit Mangrove untuk Jaga Lingkungan dan Buka Peluang Usaha

BNI Tanam 258.000 Bibit Mangrove untuk Jaga Lingkungan dan Buka Peluang Usaha

July 26, 2026
Persebaya Bungkam Persija 1-0 Lewat Gol Bunuh Diri Radovan Pankov

Persebaya Bungkam Persija 1-0 Lewat Gol Bunuh Diri Radovan Pankov

July 27, 2026
Berjalan di Bawah Terik Matahari Bisa Lebih Berbahaya daripada Lari, Ini Kata Peneliti

Berjalan di Bawah Terik Matahari Bisa Lebih Berbahaya daripada Lari, Ini Kata Peneliti

July 26, 2026
Korban Perang Iran Tembus 642, Pentagon Ubah Sistem Pencatatan pada 2026

Astronaut AS dan Rusia Mendarat Selamat Usai Delapan Bulan Bertugas di ISS

July 27, 2026
Korban Perang Iran Tembus 642, Pentagon Ubah Sistem Pencatatan pada 2026

Korban Perang Iran Tembus 642, Pentagon Ubah Sistem Pencatatan pada 2026

July 27, 2026
Andrea Pirlo Selangkah Lagi Gantikan Gattuso sebagai Pelatih Timnas Italia

Andrea Pirlo Selangkah Lagi Gantikan Gattuso sebagai Pelatih Timnas Italia

July 27, 2026
Warga China Putus Massal Usai Pemerintah Larang Hubungan Asmara dengan AI

Warga China Putus Massal Usai Pemerintah Larang Hubungan Asmara dengan AI

July 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved