• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Apakah Agen ICE Punya Kekebalan Absolut? Pakar: Tidak, Tapi Penuntutan Negara Bagian Tidak Mudah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 9, 2026
in News
0
Apakah Agen ICE Punya Kekebalan Absolut? Pakar: Tidak, Tapi Penuntutan Negara Bagian Tidak Mudah

JAKARTA, Cobisnis.com – Klaim Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bahwa agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang menembak mati Renee Nicole Good di Minneapolis dilindungi oleh “kekebalan absolut” menuai bantahan dari para pakar hukum. Mereka menilai, lanskap hukum terkait kemungkinan penuntutan jauh lebih rumit daripada yang disampaikan Vance.

Berbicara di Gedung Putih pada Kamis, Vance tampak berupaya menutup peluang jaksa negara bagian Minnesota untuk menjerat agen tersebut secara pidana. Menurutnya, karena agen ICE adalah aparat penegak hukum federal yang sedang menjalankan tugas federal, maka kasus itu sepenuhnya menjadi urusan federal.

“Anda punya aparat penegak hukum federal yang menjalankan tugas federal. Itu isu federal. Orang itu dilindungi kekebalan absolut. Dia sedang melakukan pekerjaannya,” kata Vance. Ia menambahkan bahwa upaya penuntutan akan langsung gugur di hadapan hakim.

Namun, pernyataan itu dinilai berlebihan oleh para ahli. Michael J.Z. Mannheimer, pakar hukum tata negara dari Northern Kentucky University, menegaskan bahwa tidak ada prinsip hukum yang memberi agen federal kekebalan absolut atas tindak pidana yang dilakukan saat bertugas.

“Gagasan bahwa agen federal memiliki kekebalan absolut atas kejahatan yang dilakukan dalam pekerjaan mereka itu benar-benar tidak masuk akal,” ujarnya. Ia menambahkan, lebih dari 120 tahun preseden hukum menunjukkan bahwa jaksa negara bagian tetap dapat menuntut aparat federal, meski pengadilan nantinya yang menentukan apakah mereka berhak atas perlindungan kekebalan tertentu.

Pandangan serupa disampaikan Timothy Sini, mantan jaksa federal di New York. Menurutnya, aparat tidak otomatis memiliki kekebalan absolut sebagai masalah hukum.

Meski demikian, para ahli sepakat bahwa penuntutan terhadap agen ICE dalam kasus seperti ini tidaklah mudah. Jika seorang pejabat federal didakwa atas kejahatan negara bagian terkait tugasnya, ia dapat memindahkan perkara ke pengadilan federal dan mengajukan dalih kekebalan.

Hakim federal kemudian harus melakukan uji dua tahap. Pertama, menilai apakah agen tersebut bertindak dalam lingkup tugas resminya ambang batas yang relatif mudah dipenuhi. Kedua, menilai apakah tindakannya “masuk akal” berdasarkan keseluruhan situasi di lapangan, yang jauh lebih kompleks dan bergantung pada bukti, kesaksian, serta rekaman video.

Dalam kasus penembakan Renee Nicole Good, 37 tahun, yang tewas saat duduk di kursi pengemudi mobilnya, peluang penuntutan negara bagian juga terhambat oleh proses investigasi. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menggambarkan Good sebagai “perusuh” yang menghalangi dan berusaha menggunakan kendaraannya untuk melawan petugas.

Penyelidikan semakin rumit setelah otoritas federal dilaporkan menghalangi aparat lokal Minnesota untuk terlibat penuh dalam investigasi. Keputusan itu memicu kemarahan Gubernur dan Jaksa Agung Minnesota. Akibatnya, Biro Penangkapan Kriminal Minnesota (BCA) mengaku tidak memiliki akses memadai untuk memenuhi standar penyelidikan yang dituntut hukum dan publik negara bagian tersebut.

Terkait kemungkinan jalur hukum lain, para pakar menyebut opsi dakwaan federal seperti “perampasan hak di bawah warna hukum” tetap terbuka, meski peluang vonis bersalah dinilai kecil karena jaksa harus membuktikan adanya pelanggaran hukum yang disengaja. Keluarga korban juga berpeluang mengajukan gugatan perdata kematian tidak wajar, tetapi hambatan kekebalan bersyarat (qualified immunity) juga bisa menjadi penghalang besar.

Meski hasil akhirnya belum pasti, para ahli menekankan bahwa klaim kekebalan absolut bagi agen ICE tidak sepenuhnya akurat dan tetap harus diuji melalui proses hukum.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
download micromax firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
Tags: cobisnis.comHakAsasiManusiaHukumAmerikaICEImunitasHukum

Related Posts

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah bersyukur meraih medali perak Asian Games 2026 dan berharap dapat tampil lebih konsisten ke depannya.

Amri/Nita Tetap Bersyukur Raih Perak Asian Games

by Desti Dwi Natasya
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah tetap bersyukur meski gagal meraih medali emas Asian Games 2026 setelah kalah dari...

Lawan Malaysia Berasa Hadapi Argentina Puas dengan Permainan Timnas Indonesia?

Lawan Malaysia Berasa Hadapi Argentina Puas dengan Permainan Timnas Indonesia?

by Hidayat Taufik
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tim Nasional Indonesia harus menjalani pertandingan penuh tekanan saat berhadapan dengan Malaysia pada laga Grup A Divisi...

CCTV Lapas Tak Terpasang, Dirjen PAS Ngelak: Anggaran Tak Ada

CCTV Lapas Tak Terpasang, Dirjen PAS Ngelak: Anggaran Tak Ada

by Hidayat Taufik
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan belum memiliki anggaran untuk memasang kamera CCTV di seluruh lembaga...

Dua Bulan Belum Cair, Honor Satgas Karhutla Rp100 Ribu/Hari

Dua Bulan Belum Cair, Honor Satgas Karhutla Rp100 Ribu/Hari

by Hidayat Taufik
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Honor sejumlah petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya...

Resmi Dimulai, 40.962 Peserta Ikuti Magang Nasional Batch 2

Resmi Dimulai, 40.962 Peserta Ikuti Magang Nasional Batch 2

by Hidayat Taufik
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) resmi menjalankan program Magang Nasional batch 2 angkatan II. Sebanyak 40.962 peserta dinyatakan lolos...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

Avengers: Endgame Encore Raup US$26 Juta di Box Office

September 28, 2026
Alexandr Wang Bawa Gebrakan AI, Nilai Pasar Meta Naik Rp4.191 Triliun

Alexandr Wang Bawa Gebrakan AI, Nilai Pasar Meta Naik Rp4.191 Triliun

September 28, 2026
Banjir Melanda 13 Desa di Aceh Tenggara, 203 Warga Terdampak

Banjir Melanda 13 Desa di Aceh Tenggara, 203 Warga Terdampak

September 28, 2026
Saham Dell Melonjak, Kekayaan Michael Dell Naik US$11 Miliar

Saham Dell Melonjak, Kekayaan Michael Dell Naik US$11 Miliar

September 28, 2026
Zinedine Zidane memberikan pujian khusus kepada Michael Olise dan Rayan Cherki setelah tampil bersama Timnas Prancis di UEFA Nations League.

Zidane Sanjung Dua Bintang Timnas Prancis

September 29, 2026
Nilai transaksi fesyen di TikTok Shop tumbuh 70% pada Semester I 2026. Discovery commerce membuka peluang bagi brand fesyen lokal.

Transaksi Fesyen TikTok Shop Tumbuh 70%

September 29, 2026
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah bersyukur meraih medali perak Asian Games 2026 dan berharap dapat tampil lebih konsisten ke depannya.

Amri/Nita Tetap Bersyukur Raih Perak Asian Games

September 29, 2026
Lawan Malaysia Berasa Hadapi Argentina Puas dengan Permainan Timnas Indonesia?

Lawan Malaysia Berasa Hadapi Argentina Puas dengan Permainan Timnas Indonesia?

September 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved