JAKARTA, Cobisnis.com – Terkadang setelah makan malam dan sudah merasa lelah beraktivitas seharian, cucian piring suka dibiarkan menumpuk semalaman dan menundanya untuk dibersihkan di esok harinya.
Kebiasaan tersebut, ternyata tidak disarankan oleh ahli mikrobiologi yang memperingatkan bahwa hal tersebut berisiko menyebabkan masalah di dapur.
“Wastafel dapur mengandung kuman, karena kontak dengan makanan, termasuk makanan mentah, dan wastafel tersebut lembap. Studi usap secara konsisten mengidentifikasi konsentrasi bakteri yang tinggi, seperti E. coli, Enterobacter, Staphylococcus, Pseudomonas, dan lainnya di wastafel dapur,” kata Cindy Gunawan, Profesor Madya di Institut Mikrobiologi dan Infeksi Australia, Universitas Teknologi Sydney, dilansir dari laman Nine, Rabu (02/09/2026).
Gunawan mengungkapkan, meninggalkan piring kotor semalaman terutama dengan sisa makanan yang masih menempel, berisiko menyebabkan pertumbuhan bakteri. “Selain itu, berisiko menimbulkan bau tidak sedap, serta menarik hama seperti kecoa dan lalat,” jelasnya.
Sementara, jika merendam piring semalaman di wastafel dengan air, dan kamu berpikir itu akan membantu mencegah bau dan hama serta mempernudah kamu saat mencucinya keesokan harinya, kamu harus berpikur ulang.
“Bahkan lebih berisiko daripada membiarkan piring-piring itu ditumpuk begitu saja.”
“Sisa makanan dan air menyediakan tempat berkembang biak yang ideal bagi bakteri; ditambah dengan suhu yang umum di dapur, pada suhu ini, banyak bakteri dapat berlipat ganda setiap 20 hingga 30 menit,” sambungnya.
Saat kamu perlu merendam peralatan makan yang sangat kotor, seperti panci atau wajan , satu hingga dua jam adalah waktu maksimal yang harus diberikan. Namun Gunawan memperingatkan bahwa bahkan itu pun terlalu lama untuk sisa-sisa yang kaya pati dan protein seperti produk susu, telur, nasi, pasta, dan daging.
Bagi kamu yang meninggalkan piring semalaman dan khawatir dengan bakteri yang telah berkembang biak di piring, yakinlah bahwa proses pencucian akan membersihkannya kembali dengan menghilangkan kuman.
“Ya, air sabun biasanya sudah cukup, jika dilakukan dengan benar dengan menggosok secara menyeluruh, membilas secara menyeluruh, dan mengeringkannya dengan suhu ruang, mencuci piring segera setelah digunakan tetap lebih baik,” katanya.
Lebih lanjut Gunawan mengatakan, meskipun ada risiko infeksi melalui luka terbuka di tangan, bahkan penyakit bawaan makanan, jika tidak dibersihkan dengan benar, bagi orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya lansia, atau bayi dengan sistem kekebalan tubuh mereka yang masih berkembang. Ada juga risiko infeksi dengan peralatan yang dibiarkan semalaman.










