• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, January 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Analis Singapura: Produksi Minyak Sawit Asia Tenggara Diprediksi Turun, Perdagangan Global Hadapi Tekanan Baru

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 14, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ilustrasi minyak sawit.

Ilustrasi minyak sawit.

NUSA DUA, Cobisnis.com – Pasar minyak sawit regional diperkirakan menghadapi tekanan baru pada 2025–2026. Menurut Kian Pang Tan, Lead Analyst Agricultural Research LSEG Singapore, pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara yang diproyeksikan stabil di kisaran 4,3% tidak sepenuhnya mampu mengimbangi risiko yang muncul dari ketegangan perdagangan global, terutama akibat tarif Amerika Serikat dan meningkatnya persaingan AS–Tiongkok.

Dinamika geopolitik ini mulai memengaruhi alur perdagangan minyak nabati, termasuk minyak sawit, seiring perubahan pola permintaan, biaya logistik, dan ketidakpastian regulasi di berbagai pasar utama.

Produksi minyak sawit Asia Tenggara diperkirakan melemah dalam dua tahun mendatang. Indonesia, sebagai produsen terbesar dunia, diproyeksikan hanya menghasilkan 51–52 juta ton pada 2025–2026.

“Penurunan ini dipicu tingginya proporsi pohon tua, lambatnya program peremajaan, penyitaan lahan, serta periode cuaca kering pada pertengahan tahun,” kata Kian Pang Tan di gelaran IPOC 2025 yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Jumat (14/11/2025).

Malaysia juga diperkirakan mengalami penurunan sekitar 1% menjadi 19,2 juta ton akibat rendahnya tingkat replanting, serangan hama, dan tekanan dari tanaman berumur tua.

Sebaliknya, Thailand menjadi satu-satunya negara yang mencatat pertumbuhan, yakni sekitar 0,8%, ditopang cuaca stabil dan ekspansi area tanam.

Cuaca kering pada Mei–Juli 2025 turut memperburuk kondisi produksi, memicu stres tanaman di Aceh dan Sumatera Utara. Meski hujan pada Agustus–September membantu pemulihan, risiko belum mereda.

Fase La Niña dan transisi monsun diperkirakan memunculkan kekeringan jangka pendek di Sumatera dan wilayah barat Indonesia pada akhir tahun.

Dari sisi perdagangan, Indonesia diperkirakan akan memangkas ekspor hingga 1,5–3 juta ton untuk mendukung implementasi B50. Langkah ini berpotensi membuka ruang bagi Malaysia, yang diprediksi mampu meningkatkan ekspor hingga 1 juta ton, serta Thailand yang perlahan memperluas aksesnya ke Uni Eropa berkat status risiko deforestasi yang lebih rendah.

Perubahan pola ekspor juga semakin nyata. Indonesia mulai memusatkan pengiriman ke ASEAN dan Sub-Sahara Afrika, sembari tetap mempertahankan Asia Selatan sebagai pasar inti. Malaysia mencatat peningkatan permintaan dari Afrika, sementara Thailand masih bertumpu pada pasar Asia Selatan.

Konsumsi dalam negeri turut meningkat. Indonesia diprediksi menambah 1–3 juta ton permintaan karena ekspansi menuju B50. Malaysia mencatat kenaikan konsumsi dari sektor pangan dan uji coba biodiesel berbasis ESG, sementara permintaan domestik Thailand cenderung stabil.

“Akibatnya, stok minyak sawit regional diperkirakan menyusut, Indonesia sekitar 2,5 juta ton, Malaysia 2 juta ton, dan Thailand 0,4 juta ton,” paparnya.

Harga minyak sawit dalam beberapa waktu terakhir berada di bawah tekanan akibat perlambatan permintaan musiman India, penguatan ringgit, serta dampak dari pergerakan pasar minyak nabati global. Meski demikian, harga diperkirakan stabil pada 2025–2026 didukung faktor musiman dan penurunan stok.

Prospek pasar ke depan akan sangat dipengaruhi cuaca, kebijakan B50 Indonesia, risiko produktivitas dan lahan, serta regulasi internasional, termasuk implementasi EUDR yang dinilai menambah beban biaya kepatuhan.

Di sisi lain, permintaan dari India dan Tiongkok serta potensi gangguan panen akibat cuaca ekstrem dapat menjadi faktor penentu utama pergerakan harga.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
download mobile firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: cobisnis.comGAPKIIPOC 2025SawitSingapura

Related Posts

Perjalanan Karier Iman Rachman hingga Mundur dari Jabatan Direktur Utama BEI

Perjalanan Karier Iman Rachman hingga Mundur dari Jabatan Direktur Utama BEI

by Desti Dwi Natasya
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menarik perhatian luas pelaku pasar....

TNI AD Tahan Serda Heri Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Gunakan Spons

TNI AD Tahan Serda Heri Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Gunakan Spons

by Hidayat Taufik
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komando Distrik Militer (Kodim) 0501/Jakarta Pusat resmi menahan Serda Heri, Babinsa Kelurahan Utan Kayu, setelah ia menuduh...

Shin Eun Soo dan Yoo Seon Ho Resmi Berpacaran, Hubungan Terjalin Sejak Akhir 2025

Shin Eun Soo dan Yoo Seon Ho Resmi Berpacaran, Hubungan Terjalin Sejak Akhir 2025

by Desti Dwi Natasya
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktris Korea Selatan Shin Eun Soo dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara dengan penyanyi sekaligus aktor Yoo Seon...

Trump Pertimbangkan Serangan Besar Baru Ke Iran Setelah Negosiasi Nuklir Buntu

Trump Pertimbangkan Serangan Besar Baru Ke Iran Setelah Negosiasi Nuklir Buntu

by Zahra Zahwa
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan serangan militer besar baru terhadap Iran setelah pembicaraan awal antara...

Ilmuwan Iklim Tak Sengaja Yang Mengungkap Kekuatan Tersembunyi Pemanasan Global

Ilmuwan Iklim Tak Sengaja Yang Mengungkap Kekuatan Tersembunyi Pemanasan Global

by Zahra Zahwa
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ilmuwan Veerabhadran Ramanathan tumbuh besar di India selatan pada 1960-an dengan impian khas Amerika: memiliki sebuah Chevrolet...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Juragan Kucek

Juragan Kucek Tutup Gerai Mendadak, Mitra dan Konsumen Merugi

January 20, 2026
Shin Eun Soo dan Yoo Seon Ho Resmi Berpacaran, Hubungan Terjalin Sejak Akhir 2025

Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2026 Menurut Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

January 30, 2026
RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

January 28, 2026
AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

January 29, 2026
Perjalanan Karier Iman Rachman hingga Mundur dari Jabatan Direktur Utama BEI

Perjalanan Karier Iman Rachman hingga Mundur dari Jabatan Direktur Utama BEI

January 30, 2026
TNI AD Tahan Serda Heri Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Gunakan Spons

TNI AD Tahan Serda Heri Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Gunakan Spons

January 30, 2026
Pasar Saham Bergejolak, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri

Pasar Saham Bergejolak, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri

January 30, 2026
Bukan Tuduhan, Begini Cara Pasar Membaca Saham yang Disebut Gorengan

Bukan Tuduhan, Begini Cara Pasar Membaca Saham yang Disebut Gorengan

January 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved