JAKARTA, Cobisnis.com –
Manajemen risiko energi nasional dinilai mendesak untuk mencegah krisis yang berdampak luas. Oleh karena itu, Asosiasi Manajemen Risiko Energi Indonesia mendorong penguatan budaya risiko di sektor energi nasional.
Langkah ini penting karena sektor energi memiliki dampak besar pada fiskal dan usaha. Selain itu, risiko yang tidak terkendali dapat mengganggu kesinambungan pembangunan nasional dalam jangka panjang.
Ketua Umum Asosiasi Manajemen Risiko Energi Indonesia, Rifky Assamady, menyatakan bahwa AMREI telah menyusun policy brief untuk pemerintah. Oleh karena itu, rekomendasi ini akan memperkuat tata kelola risiko lintas sektor energi.
Ia menegaskan bahwa manajemen risiko harus dimulai dari kesadaran individu dalam organisasi. Selain itu, pendekatan low budget high impact menjadi strategi utama karena keterbatasan anggaran yang sering terjadi.
Ketika anggaran terbatas, organisasi harus menyusun daftar risiko dan menentukan prioritas utama. Kemudian, langkah efisien diambil agar dampak besar tetap tercapai dengan biaya yang terkendali.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Manajemen Risiko Energi Indonesia, Mohamad Soleh, menjelaskan pentingnya pelatihan nasional budaya risiko. Oleh karena itu, kegiatan ini melibatkan berbagai lembaga untuk membangun kesadaran kolektif.
AMREI menggunakan metode interaktif seperti board game untuk meningkatkan pemahaman peserta. Selain itu, pendekatan ini membantu peserta merasakan dampak keputusan sehingga pemahaman menjadi lebih kuat.
Setelah kesadaran terbentuk, implementasi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku secara nasional. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga ketahanan energi dan stabilitas pembangunan.













