• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, August 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Akses Kian Mudah, Pupuk Indonesia Dorong Petani Garut Manfaatkan Pupuk Bersubsidi Sejak Awal Tahun

Dwi Natasya by Dwi Natasya
January 9, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Akses Kian Mudah, Pupuk Indonesia Dorong Petani Garut Manfaatkan Pupuk Bersubsidi Sejak Awal Tahun

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengimbau para petani di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk segera memanfaatkan fasilitas penebusan pupuk bersubsidi sejak awal tahun. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional pada 2026. Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi yang digelar di Garut, Kamis (8/1).

Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia (Persero), Robby Setiabudi Madjid, menyampaikan bahwa Pemerintah telah melakukan pembaruan besar dalam tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi. Reformasi tersebut mencakup penyederhanaan proses birokrasi sehingga pupuk bersubsidi dapat ditebus sejak awal tahun, serta penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diturunkan hingga 20 persen. Penurunan HET ini menjadi yang pertama kali dilakukan sepanjang sejarah penyaluran pupuk bersubsidi di Indonesia.

“Selama dua tahun terakhir, Pemerintah melakukan reformasi menyeluruh dalam sistem penyaluran pupuk bersubsidi. Kebijakan ini merupakan wujud nyata keberpihakan Pemerintah kepada petani,” ujar Robby di hadapan petani Garut.

Ia menambahkan bahwa perbaikan tata kelola ini turut berkontribusi terhadap keberhasilan pencapaian swasembada pangan nasional pada 2025 sebagaimana diumumkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dengan sistem yang lebih sederhana dan tepat sasaran, serapan pupuk bersubsidi pada 2025 tercatat semakin optimal.

Menurut Robby, swasembada pangan tidak dapat terwujud tanpa peningkatan produktivitas petani. Produktivitas tersebut sangat bergantung pada pemupukan yang berimbang, ketersediaan pupuk, serta harga yang terjangkau. “Petani tidak bisa meningkatkan hasil panen jika pupuk tidak tersedia atau sulit diakses,” jelasnya.

Untuk mendukung target swasembada pangan 2026 dan tahun-tahun berikutnya, Pemerintah telah menetapkan total alokasi pupuk bersubsidi sebesar 9,84 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9,55 juta ton dialokasikan untuk sektor pertanian dan 239 ribu ton untuk sektor perikanan.

Komitmen tersebut tercermin dari keberhasilan penebusan pupuk bersubsidi secara nasional sejak 1 Januari 2026. Pupuk bersubsidi sudah dapat ditebus melalui aplikasi iPubers maupun Kartu Perbankan tepat setelah pergantian tahun. Tercatat, transaksi sektor pertanian melalui iPubers mencapai 12.293 transaksi atau setara 2,05 juta ton, disertai 3.032 transaksi menggunakan Kartu Perbankan, serta 1 transaksi sebanyak 50 kilogram untuk sektor perikanan.

Robby menegaskan bahwa Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) wajib menyalurkan pupuk sesuai hak petani dan mematuhi ketentuan HET. “Kami mengingatkan dengan tegas agar tidak ada pupuk bersubsidi yang dijual melebihi HET,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia ingin mengambil peran yang lebih luas dalam mendukung swasembada pangan. Tidak hanya sebagai produsen dan distributor pupuk, tetapi juga sebagai mitra dan pendamping petani dari hulu hingga hilir.

“Pupuk Indonesia berkomitmen menjadi pelopor dalam menghadirkan berbagai inisiatif, layanan, dan kolaborasi yang aman, nyata, serta inklusif untuk memperkuat peran petani sebagai pilar ketahanan pangan nasional,” tutur Robby.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero), Irfan Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi di Garut menjadi agenda perdana Pupuk Indonesia di tahun 2026. Kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung terwujudnya kembali swasembada pangan nasional.

“Dengan kondisi global yang penuh tantangan, termasuk konflik di berbagai negara, kebijakan Presiden untuk mendorong swasembada pangan sangat relevan. Ketahanan pangan harus dijaga dengan serius,” ujar Irfan.

Ia menegaskan bahwa Pupuk Indonesia harus berada di garis terdepan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sejalan dengan besarnya dukungan Pemerintah terhadap sektor pangan. Irfan juga mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, PUD, serta PPTS atas kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi sepanjang 2025.

Sementara itu, Direktur Pupuk Kementerian Pertanian, Jekvy Hendra, menjelaskan bahwa pada 12–20 Januari 2026 akan dibuka kembali penginputan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebagai bagian dari deregulasi kebijakan pupuk terbaru. Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh petani yang memenuhi syarat dapat mengakses pupuk bersubsidi.

“Tidak boleh ada pengecualian. Petani yang mengelola lahan maksimal dua hektare berhak menerima pupuk bersubsidi, termasuk LMDH, dengan syarat terdaftar dalam kelompok tani dan terinput di SIMLUHTAN,” tegas Jekvy.

Ia menambahkan bahwa deregulasi tersebut dirancang untuk mempermudah petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi dan mencegah terjadinya kelangkaan. Menurutnya, apabila terjadi kendala di lapangan, hal tersebut dapat disebabkan oleh proses penebusan di PUD, pengambilan oleh PPTS, atau kurangnya pemahaman petani terkait lokasi penebusan pupuk yang terdaftar dalam RDKK.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
online free course
download redmi firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
Tags: cobisnis.comHETPetani GarutPupuk IndonesiaSwasembada

Related Posts

Pupuk Kaltim Usung Kiprah Konservasi Terumbu Karang di Forum ICRS 2026

Pupuk Kaltim Usung Kiprah Konservasi Terumbu Karang di Forum ICRS 2026

by Iwan Supriyatna
August 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menjaga keberlanjutan ekosistem laut, mendapat pengakuan internasional sebagai delegasi perwakilan...

MK Sarankan Mulai 2027, Pemerintah Tetap Pisahkan Anggaran MBG pada APBN 2028

MK Sarankan Mulai 2027, Pemerintah Tetap Pisahkan Anggaran MBG pada APBN 2028

by Hidayat Taufik
August 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028,...

Bukan Bau Kucing, Ini Rahasia Parfum Aroma ‘Bulu Anak Kucing’ yang Sedang Tren

Bukan Bau Kucing, Ini Rahasia Parfum Aroma ‘Bulu Anak Kucing’ yang Sedang Tren

by Hidayat Taufik
August 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Industri parfum terus menghadirkan inovasi dengan konsep-konsep yang tidak biasa. Salah satu yang tengah menjadi perhatian adalah...

Pengamat Beberkan 4 Tanda Hubungan Jokowi dan Prabowo Mulai Berjarak

Pengamat Beberkan 4 Tanda Hubungan Jokowi dan Prabowo Mulai Berjarak

by Hidayat Taufik
August 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai mulai muncul sejumlah sinyal yang mengindikasikan hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto...

AS Tarik Sebagian Pasukan dari Kuwait dan Irak, Trump Puji Ketangguhan Iran

AS Tarik Sebagian Pasukan dari Kuwait dan Irak, Trump Puji Ketangguhan Iran

by Hidayat Taufik
August 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat mulai menarik sebagian pasukan militernya dari Irak dan Kuwait di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mampu Tapi Menunda Bayar Utang, Benarkah Termasuk Dosa Besar Menurut Islam?

Mampu Tapi Menunda Bayar Utang, Benarkah Termasuk Dosa Besar Menurut Islam?

August 2, 2026
Pengamat Beberkan 4 Tanda Hubungan Jokowi dan Prabowo Mulai Berjarak

Pengamat Beberkan 4 Tanda Hubungan Jokowi dan Prabowo Mulai Berjarak

August 2, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
MK Sarankan Mulai 2027, Pemerintah Tetap Pisahkan Anggaran MBG pada APBN 2028

MK Sarankan Mulai 2027, Pemerintah Tetap Pisahkan Anggaran MBG pada APBN 2028

August 2, 2026
Pupuk Kaltim Usung Kiprah Konservasi Terumbu Karang di Forum ICRS 2026

Pupuk Kaltim Usung Kiprah Konservasi Terumbu Karang di Forum ICRS 2026

August 2, 2026
MK Sarankan Mulai 2027, Pemerintah Tetap Pisahkan Anggaran MBG pada APBN 2028

MK Sarankan Mulai 2027, Pemerintah Tetap Pisahkan Anggaran MBG pada APBN 2028

August 2, 2026
Mitsubishi Buka Peluang Ekspor XForce Hybrid Rakitan Indonesia

Mitsubishi Buka Peluang Ekspor XForce Hybrid Rakitan Indonesia

August 2, 2026
Mampu Tapi Menunda Bayar Utang, Benarkah Termasuk Dosa Besar Menurut Islam?

Mampu Tapi Menunda Bayar Utang, Benarkah Termasuk Dosa Besar Menurut Islam?

August 2, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved