• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, October 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Ahli Pertanian: Bertanam Jadi Solusi Penghasilan di Tengah Pandemi

Fathi by Fathi
June 2, 2020
in Humaniora
0
Ahli Pertanian: Bertanam Jadi Solusi Penghasilan di Tengah Pandemi

Cobisnis.com-Jakarta-Ahli pertanian, Anton Apriyantono mengatakan bertanam dapat menjadi solusi mendapat penghasilan ditengah pandemi terutama bagi pekerja di Jabodetabek yang terpaksa harus dirumahkan dulu.

“Sebaiknya bertanam sayur karena masa panen lebih cepat dan pemeliharaannya lebih mudah,” kata mantan menteri pertanian ini saat dihubungi, Minggu.

Anton juga mengatakan bertanam sayuran tidak membutuhkan lahan yang luas bahkan di pekarangan rumah juga dapat dilakukan sehingga ideal untuk kawasan Jabodetabek.

Menurut Anton sesuai konsep dari pertanian perkotaan (urban farming) sebenarnya bisa mendapat penghasilan tambahan dari bertanam sayuran, bahkan bisa dikombinasikan dengan berternak ikan jenis lele dan nila.

Anton mengatakan untuk skala komersial memang dibutuhkan lahan minimal seribu meter persegi yang memang masih mudah di dapat di Jabodetabek dengan memanfaatkan lahan tidak terpakai.

“Sebelum memulai urban farming agar dihitung biaya-biayanya mulai dari sewa lahan, tenaga kerja, benih, pupuk, termasuk penggunaan listrik untuk pompa air,” kata Anton.

Anton mengatakan salah satu urban farming telah diaplikasikan pekerja pariwisata yang kehilangan penghasilan selama masa pandemi ini karena hotel tempatnya berkerja harus tutup.

Akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Ni Wayan Sri Sutari, SP, M.P yang dihubungi pada hari yang sama membenarkan ada sepuluh pekerja pariwisata yang kini beralih menjadi petani sayuran.

“Benar awalnya mereka berkerja sebagai chef, bartender, dan pemandu pariwisata namun mereka terpaksa libur dulu karena hotelnya tempat berkerja tutup sementara waktu,” kata Sri.

Para pekerja pariwisata ini mendapat pelatihan budidaya hortikultura dengan menggunakan benih cap Panah Merah yang merupakan produksi PT East West Seed Indonesia (Ewindo) seperti Pokcoy varietas NAULI F1, Sawi varietas SHINTA, Bayam varietas MAESTRO, Bayam merah MIRA.

Sri mengatakan konsepnya memang urban farming karena memanfaatkan lahan kosong seluas 2.000 meter persegi di tepi Jalan Danau Tempe Denpasar Selatan.

Menurut Sri kalau di Bali bisa berhasil, sebenarnya cara yang sama juga dapat diterapkan bagi para pekerja yang kehilangan mata pencahariannya akibat wabah COVID-19 di Jabodetabek.

“Tidak ada salahnya untuk mencoba, yang penting tekun untuk berlatih maka hasilnya akan sukses seperti pekerja hotel di Bali ini,” kata Sri.

Salah seorang petani, Agung Amertajaya mengaku hanya membutuhkan waktu setengah bulan untuk beradaptasi sebagai petani lantaran sebelumnya juga sudah terbiasa orang tuanya bertani.

Menurut Agung ditengah pandemi ini membuat sejumlah rekan-rekannya mengalami kesulitan karena kehilangan penghasilan sebelum akhirnya bertemu dengan Sri Sutari yang mengajak untuk bercocok tanam.

Dalam menjalankan pelatihan termasuk bercocok tanam, juga menerapkan protokol kesehatan mulai dari menjaga jarak, menggunakan masker, serta mencuci tangan setelah beraktivitas seluruhnya dijalankan.

Kemudian selama dilapangan selain melibatkan rekan-rekan sesama pekerja pariwisata juga dari keluarga serta tetangga. Sehingga pekerjaan menjadi jauh lebih ringan.

Secara terpisah Anton Apriyantono menegaskan dengan masuknya era normal baru, sektor pertanian diharapkan juga bisa menjadi jaring pengaman sosial mengingat pelatihannya tidak terlalu sulit namun dampak yang diberikan sangat besar.

Jabodetabek menjadi percontohan pertanian perkotaan meski di lahan yang sempit namun dengan optimalisasi akan memberikan panen yang melimpah.

“Kuncinya tekun dan memiliki kemauan untuk mempelajari cara bertani,” ujarnya.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download lenevo firmware
Download WordPress Themes
udemy course download free
Tags: CobisnisPertanianpetaniumkm

Related Posts

Tokopedia, TikTok Shop, dan Pemerintah Perkuat Ekosistem Halal

Tokopedia, TikTok Shop, dan Pemerintah Perkuat Ekosistem Halal

by Rizki Meirino
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tokopedia dan TikTok Shop berkolaborasi dengan pemerintah untuk memfasilitasi sertifikasi halal UMKM sekaligus memperkuat keterampilan digital 150...

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Praktisi Pajak Dorong Insentif CSR untuk Pembangunan Berkelanjutan

by Rizki Meirino
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Praktisi perpajakan sekaligus Partner Ideatax, Arianta John Bangun, mendorong pemerintah mengevaluasi ketentuan insentif pajak untuk tanggung jawab sosial...

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

by Rizki Meirino
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Standard Chartered Indonesia meningkatkan fasilitas pembiayaan kepada PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI), produsen sepeda motor listrik ALVA...

Pakistan menyatakan siap memberikan dukungan kepada Arab Saudi untuk menghadapi serangan Houthi, dengan menegaskan komitmen terhadap kedaulatan dan keamanan kerajaan.

Pakistan Siap Dukung Arab Saudi Hadapi Serangan Houthi

by Desti Dwi Natasya
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pakistan menyatakan siap memberikan dukungan yang dibutuhkan Arab Saudi untuk menghadapi serangan kelompok Houthi dari Yaman di...

Pengacara keluarga Bharatu Valdo menegaskan korban bukan pelaku perundungan terhadap Bharada Andika, sementara penyidik masih mendalami motif penembakan.

Keluarga Valdo Bantah Korban Lakukan Perundungan

by Desti Dwi Natasya
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pengacara keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Pattyona, meluruskan dugaan perundungan yang disebut berkaitan dengan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

October 20, 2026
Imigrasi Sebut Nusron ke Singapura via Batam, Lanjut ke Malaysia

Imigrasi Sebut Nusron ke Singapura via Batam, Lanjut ke Malaysia

October 20, 2026
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Praktisi Pajak Dorong Insentif CSR untuk Pembangunan Berkelanjutan

October 20, 2026
MSCI Ancam Pasar Modal RI, Muhammad Lutfi Singgung Dugaan Campur Tangan Singapura

MSCI Ancam Pasar Modal RI, Muhammad Lutfi Singgung Dugaan Campur Tangan Singapura

October 20, 2026
Anak Obesitas Jangan Asal Diet, Orang Tua Wajib Tahu Hal Ini

Anak Obesitas Jangan Asal Diet, Orang Tua Wajib Tahu Hal Ini

October 21, 2026
BPJS Kesehatan Bisa Tanggung 7 Alat Bantu, Cek Syaratnya

BPJS Kesehatan Bisa Tanggung 7 Alat Bantu, Cek Syaratnya

October 21, 2026
Terungkap! Penerima MBG Justru Didominasi Siswa dari Keluarga Kaya

Terungkap! Penerima MBG Justru Didominasi Siswa dari Keluarga Kaya

October 21, 2026
Jadwal Haji 2027 Diumumkan Lebih Cepat, Komnas Haji: Baik untuk Persiapan Jemaah

Jadwal Haji 2027 Diumumkan Lebih Cepat, Komnas Haji: Baik untuk Persiapan Jemaah

October 21, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved