• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, April 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Asisten Suara Google Rekam Percakapan, Perusahaan Bayar Denda Rp 1 Triliun

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 1, 2026
in News
0
Asisten Suara Google Rekam Percakapan, Perusahaan Bayar Denda Rp 1 Triliun

JAKARTA, Cobisnis.com – Google resmi menyepakati pembayaran senilai 68 juta dolar AS atau sekitar Rp1 triliun untuk menyelesaikan gugatan class-action terkait pelanggaran privasi pengguna.

Gugatan tersebut menuduh layanan Google Assistant telah merekam percakapan pengguna tanpa izin. Proses hukum ini telah berjalan sejak 2019 dan melibatkan jutaan pengguna perangkat pintar.

Inti gugatan terletak pada fenomena yang disebut “false acceptance”. Dalam kondisi ini, perangkat aktif dan merekam suara meski pengguna tidak mengucapkan perintah pemicu seperti “Hey Google”.

Rekaman suara tersebut diduga dikumpulkan secara ilegal dan dimanfaatkan untuk kepentingan internal perusahaan, termasuk pengembangan sistem dan iklan bertarget.

Kasus ini memicu kekhawatiran serius terkait perlindungan data pribadi di era teknologi pintar. Suara pengguna dinilai sebagai data sensitif yang mencerminkan kebiasaan, preferensi, hingga kondisi pribadi.

Meski menyepakati pembayaran denda, Google menegaskan tidak mengakui adanya pelanggaran hukum. Perusahaan menyebut langkah tersebut diambil untuk menghindari biaya dan risiko litigasi yang lebih besar.

Penyelesaian perkara ini menjadi tonggak penting dalam tuntutan akuntabilitas perusahaan teknologi raksasa. Tekanan publik dan regulator terhadap praktik pengelolaan data semakin menguat secara global.

Isu privasi digital kini menjadi perhatian utama di banyak negara. Pemerintah dan otoritas pengawas mendorong transparansi lebih ketat dalam penggunaan data pengguna oleh platform teknologi.

Bagi industri teknologi, kasus ini menjadi peringatan bahwa inovasi tidak boleh mengorbankan hak privasi konsumen. Kepercayaan publik menjadi aset utama dalam ekonomi digital.

Dari sisi sosial, kasus ini memperkuat kekhawatiran masyarakat bahwa perangkat pintar berpotensi menjadi alat pengawasan tersembunyi jika tidak diawasi secara ketat.

Bagi pengguna, peristiwa ini menjadi pengingat penting untuk rutin meninjau pengaturan privasi. Kontrol terhadap akses mikrofon dan data suara menjadi langkah dasar menjaga keamanan informasi pribadi.

Kasus Google Assistant ini menegaskan bahwa perlindungan data bukan lagi isu teknis, melainkan persoalan kepercayaan dan tanggung jawab sosial perusahaan teknologi.

Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
udemy paid course free download
download micromax firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: CobisnisData pribadiGoogleHukumPebisnismudaprivasi digitalTeknologi

Related Posts

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga avtur global disebut menjadi penyebab utama melonjaknya harga tiket pesawat domestik dalam beberapa waktu terakhir....

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wacana pemotongan gaji menteri mencuat di tengah upaya pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%, dengan...

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memberi lampu hijau bagi maskapai domestik untuk menaikkan fuel surcharge hingga 38% akibat kenaikan harga avtur...

Colorado Larang Tes Narkoba Cepat Sebagai Dasar Tunggal Penangkapan

Colorado Larang Tes Narkoba Cepat Sebagai Dasar Tunggal Penangkapan

by Zahra Zahwa
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Keputusan Colorado larang penangkapan yang hanya memakai hasil tes narkoba cepat kini menjadi perhatian nasional di United...

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pengawasan ketat terhadap 14 perusahaan di sektor asuransi dan dana pensiun....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

April 6, 2026
Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
GT World Challenge Asia 2026 Kembali ke Mandalika

GT World Challenge Asia 2026 Kembali ke Mandalika

April 7, 2026
Modus Ritual Mandi Kembang, Guru Silat di Serang Diduga Cabuli 5 Murid

Modus Ritual Mandi Kembang, Guru Silat di Serang Diduga Cabuli 5 Murid

April 7, 2026
Ratusan Bahasa Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah

Ratusan Bahasa Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved