• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 1, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

JAKARTA, Cobisnis.com – Pasar keuangan global diguncang sell-off lintas aset secara serempak dalam 24 jam terakhir. Kejadian ini menjadi salah satu episode pelemahan pasar paling ekstrem dalam beberapa dekade.

Pada Jumat, 30 Januari 2026, hampir seluruh kelas aset utama mengalami tekanan bersamaan. Logam mulia rontok, saham melemah, dan aset kripto ikut tenggelam dalam satu sesi perdagangan.

Fenomena ini bukan koreksi biasa. Secara historis, pola sell-off serempak lintas aset biasanya muncul saat ekspektasi fundamental pasar berubah secara drastis dan kolektif.

Pemicu utamanya bukan kepanikan irasional, melainkan perubahan arah ekspektasi kebijakan moneter global. Pasar mulai mengantisipasi pengetatan likuiditas yang lebih lama dan lebih dalam dari perkiraan sebelumnya.

Emas menjadi sorotan utama setelah anjlok 10,9 persen dalam satu hari. Penurunan ini menghapus sekitar 4,1 triliun dolar AS nilai pasar global dan menjadi salah satu kejatuhan harian terdalam sejak era Paul Volcker di awal 1980-an.

Tekanan pada emas terjadi seiring lonjakan real yield dan penguatan dolar AS. Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga riil.

Perak mengalami nasib lebih buruk dengan kejatuhan 21,5 persen dalam satu sesi. Sekitar 1,4 triliun dolar AS nilai pasar perak global lenyap akibat aksi forced liquidation.

Sebagai aset hibrida antara safe haven dan komoditas industri, perak kerap menjadi korban pertama dalam fase risk-off ekstrem. Investor menjual aset yang paling likuid untuk mendapatkan dana tunai.

Di sektor komoditas industri, tembaga turun 10,3 persen dan menghapus sekitar 40 miliar dolar AS nilai pasar. Penurunan tajam ini memperkuat sinyal perlambatan ekonomi global.

Tembaga yang sering dijuluki “Dr. Copper” mencerminkan ekspektasi pertumbuhan dunia. Saat harganya jatuh sedalam ini, pasar sedang menurunkan proyeksi ekonomi global secara struktural.

Pasar saham juga ikut kehilangan pijakan. Indeks S&P 500 turun 0,6 persen, dengan sekitar 380 miliar dolar AS kapitalisasi pasar menguap dalam satu hari.

Meski terlihat kecil secara persentase, penurunan ini signifikan secara psikologis. Selama dua tahun terakhir, reli saham lebih banyak ditopang likuiditas longgar, bukan fundamental ekonomi yang kuat.

Nasdaq mencatat tekanan lebih dalam dengan penurunan 1,2 persen. Sekitar 480 miliar dolar AS nilai pasar hilang, mencerminkan kerentanan saham teknologi terhadap kenaikan suku bunga riil.

Saham growth sangat bergantung pada valuasi masa depan. Ketika real yield naik, nilai masa depan tersebut otomatis terdiskon lebih besar hari ini.

Aset kripto kembali membuktikan posisinya dalam krisis likuiditas. Bitcoin turun 6,6 persen dan menghapus sekitar 108 miliar dolar AS kapitalisasi pasar.

Dalam kondisi tekanan global, Bitcoin tidak berperilaku sebagai safe haven seperti emas. Ia bergerak menyerupai saham teknologi berisiko tinggi.

Ethereum juga terseret dengan penurunan 7,5 persen dan sekitar 25 miliar dolar AS nilai pasar menghilang. Dalam krisis likuiditas, kualitas teknologi tidak menjadi pertimbangan utama investor.

Fase ini menunjukkan bahwa pasar tidak menghukum kualitas aset, melainkan likuiditasnya. Aset yang paling mudah dijual menjadi korban utama.

Sell-off 30 Januari 2026 menandai potensi perubahan rezim pasar. Bukan sekadar volatilitas jangka pendek, tetapi sinyal awal pergeseran besar dalam likuiditas dan ekspektasi kebijakan global.

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
download redmi firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: CobisnisGlobal EconomyLikuiditasMarket CrashPebisnismudaRisk OffThe Fed

Related Posts

Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditunjuk sebagai Independent Co Chair atau Ketua Bersama Independen untuk penggalangan...

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi di Bandara Juanda

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi di Bandara Juanda

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bea Cukai kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Seorang penumpang pesawat rute Kuala...

BUMI Raup Laba Lebih Tinggi di Semester I 2026, Profitabilitas Terus Menguat

BUMI Raup Laba Lebih Tinggi di Semester I 2026, Profitabilitas Terus Menguat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bumi Resources Tbk atau BUMI membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perseroan mencatat laba bersih...

Jaksa Agung Cabut Sementara Status Jaksa Febrie Adriansyah

Jaksa Agung Cabut Sementara Status Jaksa Febrie Adriansyah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Status jaksa milik Febrie Adriansyah resmi diberhentikan sementara setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak...

Indonesia Segera Miliki Dua Pabrik Baterai EV, Fasilitas Karawang Siap Diresmikan

Indonesia Segera Miliki Dua Pabrik Baterai EV, Fasilitas Karawang Siap Diresmikan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik atau electric vehicle di Karawang, Jawa Barat, telah selesai dibangun. Pemerintah kini...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Halal Indo 2026

Halal Indo 2026 Dorong Sinergi Kreator dan Industri Perkuat Produk Halal Lokal

August 5, 2026
kinerja Astra Agro semester I 2026

Astra Agro Bukukan Laba Bersih Rp1,1 Triliun pada Semester I 2026

August 5, 2026
Transformasi Digital Kampus, Bersama Danantara, BTN luncurkan KTM Co-Branding untuk 17.000 Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro

Transformasi Digital Kampus, Bersama Danantara, BTN luncurkan KTM Co-Branding untuk 17.000 Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro

August 5, 2026
Kemenkes

Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Kemenkes Imbau Utamakan Empati

August 5, 2026
S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Polisi Florida Respons Laporan Terkait Siaran Langsung Perez Hilton di TikTok

August 5, 2026
S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Pengujian Ungkap Model AI Anthropic dan OpenAI Tunjukkan Perilaku Berisiko

August 5, 2026
Liverpool Cody Gakpo Tottenham

Liverpool Tutup Pintu Transfer Cody Gakpo ke Tottenham Hotspur

August 5, 2026
Doh Kyung Soo

Blitzway Entertainment Siapkan Langkah Hukum untuk Lindungi Doh Kyung Soo

August 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved