JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di Indonesia. Setiap tahun, sekitar 136 ribu orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit menular tersebut.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (19/1/2026), Budi menyebut jumlah kasus TBC di Indonesia tergolong sangat tinggi. Ia menggambarkan bahwa dalam kurun waktu lima menit saja, setidaknya dua orang di Indonesia meninggal akibat TBC, padahal pengobatannya sudah tersedia dan efektif jika dijalani sampai tuntas.
Menurut Budi, TBC merupakan penyakit lama yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Saat ini, estimasi penderita TBC di Indonesia mencapai sekitar satu juta orang per tahun, dengan angka kematian mencapai ratusan ribu jiwa.
Salah satu faktor utama sulitnya pengendalian TBC adalah rendahnya tingkat deteksi dini. Indonesia bahkan menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC. Stigma sosial membuat banyak penderita enggan memeriksakan diri, sehingga proses skrining menjadi tidak optimal.
Padahal, TBC merupakan penyakit menular yang dapat menyebar luas jika tidak terdeteksi. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan berencana memperluas dan mengintensifkan program skrining TBC secara masif.
Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan TBC akan dimasukkan dalam layanan cek kesehatan gratis di puskesmas. Dengan kebijakan ini, ratusan juta masyarakat diharapkan dapat menjalani pemeriksaan guna mempercepat penemuan kasus dan menekan angka penularan serta kematian akibat TBC.














