JAKARTA, Cobisnis.com – Tantangan keamanan korporasi saat ini tidak hanya soal ketersediaan CCTV dan personel keamanan, tetapi juga menyangkut kecepatan respons, kejelasan alur pelaporan, serta akurasi data di lapangan. Masalah seperti laporan yang terlambat, bukti kejadian yang kurang lengkap, hingga koordinasi respons yang belum optimal masih kerap ditemui. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Nawakara Perkasa Nusantara (Nawakara) memperkuat sistem keamanan terintegrasi dengan mengombinasikan Protectify, Nawakara Command Center (NCC), dan AI Analytics pada CCTV untuk menciptakan pengawasan yang lebih proaktif dan terukur.
Head of Product Solutions Division Nawakara, Teguh Wibowo, menjelaskan bahwa Protectify menjadi fondasi digital dalam pengelolaan aktivitas petugas keamanan di lapangan. Melalui platform ini, seluruh proses patroli dan pelaporan terdokumentasi secara sistematis. Petugas dapat melakukan check-in dan check-out, mengikuti rute patroli berbasis digital, serta mengirim laporan kejadian secara langsung melalui perangkat mobile yang dilengkapi foto, koordinat GPS, dan penanda waktu.
Seluruh informasi tersebut terhubung ke pusat kendali sehingga dapat dipantau dan ditindaklanjuti secara real-time. Protectify juga dilengkapi fitur AI SmileCheck untuk verifikasi kehadiran berbasis biometrik, serta teknologi geofencing guna memastikan patroli dilakukan sesuai dengan area penugasan.
“Dengan Protectify, aktivitas lapangan tidak lagi bergantung pada laporan manual. Klien dapat melihat secara langsung kehadiran petugas, jalannya patroli, hingga detail laporan insiden lengkap dengan bukti dan jejak waktu yang jelas,” ujar Teguh.
Sebagai pusat pengendalian operasional, Nawakara Command Center (NCC) beroperasi selama 24 jam penuh untuk memantau seluruh sinyal dari sistem keamanan yang terhubung. NCC berperan dalam mengoordinasikan patroli digital serta mengaktifkan respons cepat ketika terdeteksi potensi ancaman. Berbagai pemicu seperti panic button, motion sensor, smoke detector, hingga door contact dipantau secara berkelanjutan, lalu diverifikasi sebelum langkah lanjutan ditentukan, termasuk koordinasi dengan tim respons cepat maupun aparat terkait bila diperlukan.
“Command Center kami berfungsi sebagai pusat keputusan. Setiap potensi risiko ditangani dengan prosedur yang jelas, respons yang cepat, serta dokumentasi yang dapat ditelusuri,” jelas Teguh.
Penguatan sistem ini semakin optimal dengan penerapan AI Analytics pada CCTV. Teknologi tersebut mampu menganalisis rekaman video secara langsung dan menandai aktivitas yang memerlukan perhatian operator. Fitur yang dihadirkan antara lain deteksi intrusi, penghitungan dan pemantauan kerumunan, deteksi objek, hingga PPE detection untuk mendukung kepatuhan keselamatan kerja di area berisiko. Sistem ini juga dirancang kompatibel dengan perangkat CCTV berstandar ONVIF, sehingga dapat terintegrasi dengan infrastruktur yang sudah dimiliki klien.
“AI Analytics membantu tim keamanan bekerja lebih fokus dan efisien. Sistem ini berperan menyaring informasi penting dan mempercepat proses verifikasi, tanpa menggantikan peran manusia,” tambah Teguh.
Melalui integrasi Protectify, Nawakara Command Center, dan AI Analytics, Nawakara menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi keamanan korporasi yang modern dan menyeluruh. Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada pencegahan, tetapi juga pada kecepatan respons, ketepatan data, serta akuntabilitas operasional bagi klien di berbagai sektor industri.














