• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, January 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Bottle-To-Throttle: Begini Cara Maskapai Memastikan Pilot Bebas Alkohol Sebelum Terbang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 9, 2026
in Humaniora
0
Bottle-To-Throttle: Begini Cara Maskapai Memastikan Pilot Bebas Alkohol Sebelum Terbang

JAKARTA, Cobisnis.com – Minum alkohol dan mengoperasikan mesin berat jelas tidak bisa disatukan. Alkohol dapat memperlambat refleks, mengganggu konsentrasi, menurunkan kemampuan mengambil keputusan, hingga memicu pusing dan mual risiko yang jauh lebih berbahaya ketika seseorang menerbangkan pesawat.

Meski kasus pilot komersial terbang dalam pengaruh alkohol tergolong sangat jarang, sejumlah insiden dalam beberapa tahun terakhir kembali menyoroti isu ini. Salah satu yang paling disorot adalah Japan Airlines, setelah dua pilotnya kedapatan mengonsumsi alkohol berlebihan sehari sebelum penerbangan pada Desember 2024. Kasus lain terjadi di Amerika Serikat dan Eropa, termasuk pembatalan penerbangan Delta Air Lines akibat hasil tes napas pilot melebihi ambang batas.

Insiden-insiden tersebut memunculkan pertanyaan besar: pengamanan apa saja yang sebenarnya diterapkan maskapai untuk memastikan pilot benar-benar sadar dan layak menerbangkan pesawat?

Jawabannya tidak sederhana, karena tidak ada satu aturan global yang berlaku untuk semua maskapai dan negara. Namun secara umum, industri penerbangan menerapkan sistem berlapis, mulai dari aturan bottle-to-throttle (jarak waktu antara minum alkohol terakhir dan bertugas), batas kadar alkohol dalam darah (BAC), tes acak, tes berbasis kecurigaan, pengawasan medis, sistem pelaporan rekan kerja, hingga program rehabilitasi. Pelanggaran bisa berujung sanksi berat, dari skors lisensi sampai tuntutan pidana.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) memang melarang personel penerbangan bertugas di bawah pengaruh zat psikoaktif, tetapi detail teknis diserahkan ke masing-masing negara dan maskapai. Akibatnya, standar berbeda-beda: ada negara yang membatasi BAC di bawah 0,04%, ada yang 0,02%, bahkan 0,00%. Aturan bottle-to-throttle pun bervariasi, mulai dari delapan jam hingga 24 jam.

Mantan kapten pelatihan Virgin Atlantic, Pete Hutchison, menyebut sebagian besar pilot memilih standar pribadi yang lebih ketat. “Jangan sampai berada di posisi memperdebatkan angka 0,01,” ujarnya. Saat jeda terbang singkat, ia sama sekali tidak menyentuh alkohol.

Di Inggris, batas BAC pilot adalah 0,02% dengan tes acak. Di Amerika Serikat, FAA menetapkan batas 0,04% dan bottle-to-throttle minimal delapan jam, meski banyak maskapai memperpanjangnya menjadi 12 jam atau lebih. Jepang tidak menetapkan angka baku dalam undang-undang, tetapi pasca insiden, Japan Airlines memperketat aturan menjadi bottle-to-throttle 24 jam dan mewajibkan tiga kali tes napas sebelum terbang.

India dikenal paling ketat di dunia. Negara ini menerapkan kebijakan nol toleransi: bottle-to-throttle 12 jam dan BAC 0,00%. Pilot wajib menjalani tes napas sebelum setiap penerbangan, dengan sanksi berat jika melanggar, hingga pencabutan lisensi permanen.

Di Eropa, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) menetapkan batas 0,02% BAC, sementara beberapa negara seperti Italia menerapkan nol toleransi. Singapura, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab juga memiliki batas ketat disertai tes rutin di bandara.

Di luar aturan dan tes, banyak maskapai menyediakan program dukungan dan rehabilitasi bagi pilot yang mengalami masalah, mengingat tekanan pekerjaan dan kelelahan juga menjadi isu besar di industri penerbangan. Studi di Eropa bahkan menemukan tingkat kecemasan, depresi, dan penyalahgunaan alkohol yang signifikan di kalangan pilot.

Meski demikian, data menunjukkan pelanggaran alkohol sangat jarang. Dari lebih dari 64 ribu tes acak yang dilakukan FAA pada 2023, hanya 65 yang melebihi ambang batas. Para ahli menegaskan keselamatan penerbangan terjaga justru karena sistem berlapis ini.

“Keselamatan penerbangan bukan kebetulan,” kata Hutchison. “Ia lahir dari standar ketat, pelatihan berulang, dan pembelajaran dari setiap insiden.”

Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
lynda course free download
download lenevo firmware
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: Aviationcobisnis.comKeselamatanUdaraPenerbanganPilot

Related Posts

Persib Taklukkan Persija 1-0 di GBLA, Gol Cepat Beckham Antar Maung Bandung ke Puncak

Persib Taklukkan Persija 1-0 di GBLA, Gol Cepat Beckham Antar Maung Bandung ke Puncak

by Hidayat Taufik
January 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Persib Bandung berhasil meraih kemenangan penting atas rival abadinya, Persija Jakarta, dengan skor tipis 1-0 pada laga...

Indonesia Gagal Raih Gelar di Malaysia Open 2026

Indonesia Gagal Raih Gelar di Malaysia Open 2026

by Hidayat Taufik
January 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Indonesia dipastikan pulang tanpa membawa satu pun gelar dari turnamen Malaysia Open 2026. Seluruh wakil Merah Putih...

Lampung Jadi Bintang Baru Pariwisata Nasional, Kunjungan Wisatawan Tembus 24,7 Juta

Lampung Jadi Bintang Baru Pariwisata Nasional, Kunjungan Wisatawan Tembus 24,7 Juta

by Hidayat Taufik
January 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Provinsi Lampung mencatat kinerja positif di sektor pariwisata sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),...

John Herdman Mendarat di Jakarta, Siap Mulai Tugas sebagai Pelatih Timnas Indonesia

John Herdman Mendarat di Jakarta, Siap Mulai Tugas sebagai Pelatih Timnas Indonesia

by Hidayat Taufik
January 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, telah menginjakkan kaki di Jakarta pada Sabtu (10/1) siang. Ia tiba...

Kesal Utang Rp 300 Ribu Tak Dibayar Pria di Depok Tewas Ditusuk Rekan

Kesal Utang Rp 300 Ribu Tak Dibayar Pria di Depok Tewas Ditusuk Rekan

by Hidayat Taufik
January 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kasus pembunuhan terjadi di wilayah Cimanggis, Depok, yang menewaskan seorang pria berinisial DS (42). Korban tewas setelah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Theotown Viral di RI, Game Kota Jadi Media Satir Kritik Pemerintah

Theotown Viral di RI, Game Kota Jadi Media Satir Kritik Pemerintah

January 11, 2026
Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Aturan Waktu dan Niatnya

Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Aturan Waktu dan Niatnya

January 11, 2026
Lampung Jadi Bintang Baru Pariwisata Nasional, Kunjungan Wisatawan Tembus 24,7 Juta

Lampung Jadi Bintang Baru Pariwisata Nasional, Kunjungan Wisatawan Tembus 24,7 Juta

January 11, 2026
Ebatarapos Berevolusi Menjadi Tabungan BTN Pos Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Ebatarapos Berevolusi Menjadi Tabungan BTN Pos Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

January 11, 2026
Persib Taklukkan Persija 1-0 di GBLA, Gol Cepat Beckham Antar Maung Bandung ke Puncak

Persib Taklukkan Persija 1-0 di GBLA, Gol Cepat Beckham Antar Maung Bandung ke Puncak

January 11, 2026
Indonesia Gagal Raih Gelar di Malaysia Open 2026

Indonesia Gagal Raih Gelar di Malaysia Open 2026

January 11, 2026
Setelah Kuasai Minyak Venezuela, Trump Siapkan Tekanan ke Iran & Meksiko

Setelah Kuasai Minyak Venezuela, Trump Siapkan Tekanan ke Iran & Meksiko

January 11, 2026
Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Aturan Waktu dan Niatnya

Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Aturan Waktu dan Niatnya

January 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved