• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, August 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Bottle-To-Throttle: Begini Cara Maskapai Memastikan Pilot Bebas Alkohol Sebelum Terbang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 9, 2026
in Humaniora
0
Bottle-To-Throttle: Begini Cara Maskapai Memastikan Pilot Bebas Alkohol Sebelum Terbang

JAKARTA, Cobisnis.com – Minum alkohol dan mengoperasikan mesin berat jelas tidak bisa disatukan. Alkohol dapat memperlambat refleks, mengganggu konsentrasi, menurunkan kemampuan mengambil keputusan, hingga memicu pusing dan mual risiko yang jauh lebih berbahaya ketika seseorang menerbangkan pesawat.

Meski kasus pilot komersial terbang dalam pengaruh alkohol tergolong sangat jarang, sejumlah insiden dalam beberapa tahun terakhir kembali menyoroti isu ini. Salah satu yang paling disorot adalah Japan Airlines, setelah dua pilotnya kedapatan mengonsumsi alkohol berlebihan sehari sebelum penerbangan pada Desember 2024. Kasus lain terjadi di Amerika Serikat dan Eropa, termasuk pembatalan penerbangan Delta Air Lines akibat hasil tes napas pilot melebihi ambang batas.

Insiden-insiden tersebut memunculkan pertanyaan besar: pengamanan apa saja yang sebenarnya diterapkan maskapai untuk memastikan pilot benar-benar sadar dan layak menerbangkan pesawat?

Jawabannya tidak sederhana, karena tidak ada satu aturan global yang berlaku untuk semua maskapai dan negara. Namun secara umum, industri penerbangan menerapkan sistem berlapis, mulai dari aturan bottle-to-throttle (jarak waktu antara minum alkohol terakhir dan bertugas), batas kadar alkohol dalam darah (BAC), tes acak, tes berbasis kecurigaan, pengawasan medis, sistem pelaporan rekan kerja, hingga program rehabilitasi. Pelanggaran bisa berujung sanksi berat, dari skors lisensi sampai tuntutan pidana.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) memang melarang personel penerbangan bertugas di bawah pengaruh zat psikoaktif, tetapi detail teknis diserahkan ke masing-masing negara dan maskapai. Akibatnya, standar berbeda-beda: ada negara yang membatasi BAC di bawah 0,04%, ada yang 0,02%, bahkan 0,00%. Aturan bottle-to-throttle pun bervariasi, mulai dari delapan jam hingga 24 jam.

Mantan kapten pelatihan Virgin Atlantic, Pete Hutchison, menyebut sebagian besar pilot memilih standar pribadi yang lebih ketat. “Jangan sampai berada di posisi memperdebatkan angka 0,01,” ujarnya. Saat jeda terbang singkat, ia sama sekali tidak menyentuh alkohol.

Di Inggris, batas BAC pilot adalah 0,02% dengan tes acak. Di Amerika Serikat, FAA menetapkan batas 0,04% dan bottle-to-throttle minimal delapan jam, meski banyak maskapai memperpanjangnya menjadi 12 jam atau lebih. Jepang tidak menetapkan angka baku dalam undang-undang, tetapi pasca insiden, Japan Airlines memperketat aturan menjadi bottle-to-throttle 24 jam dan mewajibkan tiga kali tes napas sebelum terbang.

India dikenal paling ketat di dunia. Negara ini menerapkan kebijakan nol toleransi: bottle-to-throttle 12 jam dan BAC 0,00%. Pilot wajib menjalani tes napas sebelum setiap penerbangan, dengan sanksi berat jika melanggar, hingga pencabutan lisensi permanen.

Di Eropa, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) menetapkan batas 0,02% BAC, sementara beberapa negara seperti Italia menerapkan nol toleransi. Singapura, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab juga memiliki batas ketat disertai tes rutin di bandara.

Di luar aturan dan tes, banyak maskapai menyediakan program dukungan dan rehabilitasi bagi pilot yang mengalami masalah, mengingat tekanan pekerjaan dan kelelahan juga menjadi isu besar di industri penerbangan. Studi di Eropa bahkan menemukan tingkat kecemasan, depresi, dan penyalahgunaan alkohol yang signifikan di kalangan pilot.

Meski demikian, data menunjukkan pelanggaran alkohol sangat jarang. Dari lebih dari 64 ribu tes acak yang dilakukan FAA pada 2023, hanya 65 yang melebihi ambang batas. Para ahli menegaskan keselamatan penerbangan terjaga justru karena sistem berlapis ini.

“Keselamatan penerbangan bukan kebetulan,” kata Hutchison. “Ia lahir dari standar ketat, pelatihan berulang, dan pembelajaran dari setiap insiden.”

Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
online free course
download coolpad firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
Tags: Aviationcobisnis.comKeselamatanUdaraPenerbanganPilot

Related Posts

Apple Indonesia Buka Loker di Jakarta, Cek Posisi dan Kualifikasinya

Apple Indonesia Buka Loker di Jakarta, Cek Posisi dan Kualifikasinya

by Hidayat Taufik
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Apple Inc. kembali membuka kesempatan kerja bagi profesional yang ingin bergabung dengan perusahaan teknologi global tersebut. Sejumlah...

Simpeda Capai Rp 75 Triliun, Asbanda Dorong Transformasi Jadi Tabungan Digital

Simpeda Capai Rp 75 Triliun, Asbanda Dorong Transformasi Jadi Tabungan Digital

by Iwan Supriyatna
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tabungan Simpeda memasuki babak baru. Dengan saldo mencapai sekitar Rp74,86 triliun per Juni 2026, produk tabungan bersama...

10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia

10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia

by Hidayat Taufik
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perusahaan-perusahaan besar dunia tidak hanya menghasilkan berbagai produk dan jasa, tetapi juga menjadi penyerap tenaga kerja dalam...

Prabowo Ultimatum Korporasi Pembakar Hutan: Pasti Ditindak

Prabowo Ultimatum Korporasi Pembakar Hutan: Pasti Ditindak

by Hidayat Taufik
August 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan korporasi yang terbukti sengaja membakar hutan dan lahan. Perusahaan...

Wayne Rooney menjalani operasi hidung setelah mengalami patah hidung dua kali selama karier sepakbolanya. Begini kondisi terbaru mantan pemain Inggris itu.

Hidung Wayne Rooney Berubah, Ternyata Baru Jalani Operasi

by Desti Dwi Natasya
August 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan pesepakbola Inggris Wayne Rooney memperlihatkan perubahan pada bentuk hidungnya setelah menjalani operasi untuk memperbaiki kerusakan akibat...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tuntaskan Transformasi Teknologi, Nasabah BSI Capai Rekor Tertinggi

Tuntaskan Transformasi Teknologi, Nasabah BSI Capai Rekor Tertinggi

August 21, 2026
Gempa Flores Rusak 1.378 Sekolah, Ribuan Siswa Terdampak

Gempa Flores Rusak 1.378 Sekolah, Ribuan Siswa Terdampak

August 22, 2026
Netflix Hadapi Gugatan Terkait Merek ‘Demon Hunter’ dari Band Metal Kristen

Meghan Markle Dikabarkan Siap Comeback Akting di Serial “The Gentlemen”

August 22, 2026
Suga BTS dan Go Ara

Suga BTS dan Go Ara Digoda Pacaran, Ini Buktinya

August 22, 2026
Apple Indonesia Buka Loker di Jakarta, Cek Posisi dan Kualifikasinya

Apple Indonesia Buka Loker di Jakarta, Cek Posisi dan Kualifikasinya

August 23, 2026
Tips Pilih Sepatu High Heels - pexels/Anastasia Shuraeva

Tips Ampuh Pilih Sepatu High Heels yang Aman, Nyaman Anti Lecet

August 23, 2026
Simpeda Capai Rp 75 Triliun, Asbanda Dorong Transformasi Jadi Tabungan Digital

Simpeda Capai Rp 75 Triliun, Asbanda Dorong Transformasi Jadi Tabungan Digital

August 23, 2026
Saint Lucia - pexels/THARUN GOWDA

Pulau yang Lagi Tren untuk dikunjungi pada 2026

August 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved