JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara resmi menunjuk Kepala Intelijen Militer Ukraina, Kyrylo Budanov, sebagai kepala staf presiden yang baru. Penunjukan ini dilakukan di tengah upaya Ukraina dan Amerika Serikat menyusun rencana perdamaian 20 poin untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
Dalam pernyataannya melalui media sosial X pada Jumat, Zelensky mengatakan bahwa Ukraina membutuhkan fokus yang lebih kuat pada isu keamanan, penguatan sektor pertahanan, serta jalur diplomasi dalam proses negosiasi.
“Kantor Presiden harus sepenuhnya mendukung tugas-tugas strategis negara, khususnya di bidang keamanan dan diplomasi,” ujar Zelensky. Ia menilai Budanov memiliki pengalaman khusus dan kapasitas yang memadai untuk menjalankan peran tersebut.
Pengangkatan Budanov terjadi pada momen krusial, setelah Zelensky sebelumnya menyebut bahwa kesepakatan damai yang dimediasi Amerika Serikat telah mencapai sekitar 90 persen kesiapan. Perang Rusia-Ukraina sendiri kini memasuki hampir tahun keempat.
Budanov dikenal luas sebagai arsitek sejumlah operasi intelijen berani Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi penuh pada 2022. Perwira intelijen berusia 39 tahun itu telah memimpin Direktorat Intelijen Utama (GUR) Kementerian Pertahanan Ukraina sejak Agustus 2020, setelah ditunjuk langsung oleh Zelensky.
Karier Budanov menanjak sejak Rusia mencaplok Krimea pada 2014. Sejak perang dimulai, ia menjadi salah satu tokoh paling menonjol dalam struktur keamanan Ukraina, kerap tampil dalam wawancara dan pengarahan publik yang menggabungkan pesan strategis serta tekanan psikologis terhadap Moskow.
Budanov juga berulang kali memperingatkan ambisi jangka panjang Rusia terhadap Ukraina dan kawasan sekitarnya, serta menggambarkan perang ini sebagai perjuangan eksistensial bagi kedaulatan negaranya.
Menanggapi penunjukan tersebut, Budanov menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tugas baru. “Merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menangani isu-isu keamanan strategis pada masa yang menentukan bagi Ukraina,” katanya melalui Telegram.
Penasihat Presiden Zelensky, Dmytro Lytvyn, menyebut bahwa prosedur resmi pengangkatan Budanov sebagai kepala staf presiden telah dimulai. Sementara itu, Zelensky menunjuk Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri, Oleh Ivashchenko, untuk menggantikan posisi Budanov sebagai pimpinan GUR.
Budanov akan menggantikan Andriy Yermak, figur berpengaruh di lingkaran kekuasaan Kyiv yang mengundurkan diri pada November lalu. Yermak sebelumnya dikenal sebagai sekutu dekat Zelensky dan tokoh utama dalam negosiasi damai dengan dukungan AS, namun terseret dalam penyelidikan besar terkait dugaan korupsi yang memicu kemarahan publik.
Serangan Rusia di Kharkiv
Di sisi lain, serangan Rusia menghantam kawasan permukiman di Kota Kharkiv, timur laut Ukraina, pada Jumat. Gubernur wilayah Kharkiv, Oleh Syniehubov, menyebut sedikitnya 19 orang terluka, termasuk seorang bayi berusia enam bulan.
Serangan itu terjadi sehari setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang hotel dan kafe di wilayah selatan yang diduduki Rusia, yang menewaskan 27 orang. Kyiv membantah tuduhan tersebut dan menyatakan target serangan adalah pertemuan militer yang tidak melibatkan warga sipil.
Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan bangunan bertingkat rusak parah, puing-puing yang masih berasap, serta petugas pemadam kebakaran yang berupaya mengendalikan api.
Zelensky mengecam serangan di Kharkiv sebagai tindakan kejam. Ia mengatakan laporan awal menunjukkan dua rudal menghantam kawasan hunian.
“Inilah cara Rusia memperlakukan kehidupan manusia. Mereka terus membunuh, meskipun dunia—terutama Amerika Serikat—berupaya mendorong solusi diplomatik,” ujarnya.














