• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, February 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Dampak AI Dalam Rekrutmen, Perusahaan dan Pencari Kerja Sama-sama Menderita

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 22, 2025
in Teknologi
0
Dampak AI Dalam Rekrutmen, Perusahaan dan Pencari Kerja Sama-sama Menderita

JAKARTA, Cobisnis.com – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses rekrutmen kini bukan lagi wacana, melainkan realitas. Namun, alih-alih mempermudah, kehadiran AI justru membuat perusahaan dan pencari kerja sama-sama frustrasi.

Di tengah perlambatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat, wawancara berbasis AI dan surat lamaran yang dihasilkan secara otomatis telah mengubah secara drastis cara orang mendapatkan pekerjaan dan belum tentu ke arah yang lebih baik.

Lebih dari setengah organisasi yang disurvei oleh Society for Human Resource Management mengaku menggunakan AI untuk merekrut karyawan pada 2025. Sementara itu, sekitar sepertiga pengguna ChatGPT dilaporkan memanfaatkan chatbot OpenAI tersebut untuk membantu pencarian kerja mereka.

Namun, riset terbaru menunjukkan paradoks yang mencolok: ketika pencari kerja menggunakan AI dalam proses lamaran, peluang mereka untuk diterima justru menurun. Di sisi lain, perusahaan kini harus menghadapi lonjakan jumlah pelamar.

“Kemampuan perusahaan untuk memilih pekerja terbaik saat ini bisa jadi justru memburuk karena AI,” kata Anaïs Galdin, peneliti Dartmouth yang ikut menulis studi tentang dampak large language model (LLM) terhadap surat lamaran.

Galdin bersama rekan penelitinya, Jesse Silbert dari Princeton, menganalisis puluhan ribu surat lamaran di Freelancer.com. Hasilnya, sejak ChatGPT diperkenalkan pada 2022, surat lamaran menjadi lebih panjang dan lebih rapi secara bahasa. Namun, perusahaan justru semakin tidak menganggap surat tersebut sebagai faktor penting. Akibatnya, semakin sulit membedakan kandidat yang benar-benar berkualitas, tingkat perekrutan menurun, dan rata-rata gaji awal ikut turun.

“Jika kita tidak melakukan apa pun untuk memperbaiki aliran informasi antara pekerja dan perusahaan, maka hasilnya bisa seperti ini,” ujar Silbert.

Dengan jumlah lamaran yang membengkak, banyak perusahaan kemudian mengotomatisasi proses wawancara. Sebanyak 54% pencari kerja di AS yang disurvei oleh perusahaan perangkat lunak rekrutmen Greenhouse pada Oktober lalu mengaku pernah menjalani wawancara yang dipimpin AI.

Wawancara virtual memang melonjak sejak pandemi 2020. Kini, AI sering digunakan untuk mengajukan pertanyaan. Namun, subjektivitas belum benar-benar hilang.

“Algoritma bisa meniru bahkan memperbesar bias manusia,” kata Djurre Holtrop, peneliti yang mengkaji penggunaan wawancara video asinkron dan AI dalam perekrutan.

Daniel Chait, CEO Greenhouse, memperingatkan bahwa penggunaan AI oleh kedua belah pihak pelamar yang mengirim ratusan lamaran otomatis dan perusahaan yang membalas dengan sistem otomatis menciptakan “lingkaran kehancuran” yang membuat semua pihak sengsara.

“Kedua sisi sama-sama berkata, ‘Ini tidak mungkin, ini tidak bekerja, semuanya makin buruk.”

Gelombang Penolakan

Meski perusahaan terus mengadopsi teknologi ini dengan pasar teknologi rekrutmen diperkirakan mencapai US$3,1 miliar tahun ini penolakan mulai bermunculan. Legislator negara bagian, serikat pekerja, hingga individu mulai khawatir AI akan mendiskriminasi pekerja.

Presiden AFL-CIO Liz Shuler menyebut penggunaan AI dalam perekrutan sebagai “tidak dapat diterima.”

“Sistem AI merampas kesempatan kerja dari orang-orang yang sebenarnya memenuhi syarat, hanya berdasarkan kriteria sewenang-wenang seperti nama, kode pos, atau bahkan seberapa sering mereka tersenyum,” katanya.

Sejumlah negara bagian seperti California, Colorado, dan Illinois kini menyusun regulasi untuk mengatur penggunaan AI dalam perekrutan. Namun, perintah eksekutif Presiden Donald Trump baru-baru ini berpotensi melemahkan regulasi tingkat negara bagian dan menambah ketidakpastian hukum.

Meski begitu, hukum anti-diskriminasi tetap berlaku, bahkan jika perusahaan menggunakan AI. Gugatan pun mulai bermunculan, termasuk kasus seorang perempuan tunarungu yang menggugat perusahaan rekrutmen AI HireVue karena wawancara otomatis yang dinilai tidak memenuhi standar aksesibilitas.

HireVue membantah tuduhan tersebut dan menyatakan teknologinya justru dirancang untuk mengurangi bias.

Sentuhan Manusia Yang Hilang

Meski AI dinilai mampu membuka peluang baru bagi kandidat yang sebelumnya terlewatkan, mereka yang menghargai “sentuhan manusia” dalam perekrutan merasa kehilangan.

Jared Looper, manajer proyek IT di Utah, menceritakan pengalamannya diwawancarai oleh perekrut berbasis AI. Ia menyebut pengalaman itu terasa “dingin,” bahkan sempat menutup panggilan saat pertama kali dihubungi sistem tersebut.

Looper kini khawatir banyak orang belum siap menghadapi proses rekrutmen baru, di mana kemampuan “menyenangkan AI” menjadi keterampilan penting.

“Banyak orang hebat akan tertinggal,” ujarnya.

Tags: AIRecruitmentcobisnis.comKecerdasanBuatanTeknologiHR

Related Posts

Sepanjang 2025, Jamkrindo Bukukan Penjaminan Rp214,73 Triliun untuk 4,9 Juta UMKM

Sepanjang 2025, Jamkrindo Bukukan Penjaminan Rp214,73 Triliun untuk 4,9 Juta UMKM

by Dwi Natasya
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatatkan capaian kinerja positif sepanjang 2025 dengan total volume penjaminan mencapai Rp214,73...

Dukung IBL 2026, Bank Jakarta Resmi Jalin Sinergi dengan Pelita Jaya

Dukung IBL 2026, Bank Jakarta Resmi Jalin Sinergi dengan Pelita Jaya

by Dwi Natasya
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Jakarta mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional dengan menjalin kolaborasi bersama Tim Bola Basket Pelita...

Hukum Ziarah Kubur Menjelang Ramadan: Ini Penjelasan Lengkapnya

Hukum Ziarah Kubur Menjelang Ramadan: Ini Penjelasan Lengkapnya

by Hidayat Taufik
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sebagian umat Islam di Indonesia memiliki tradisi berziarah kubur. Tradisi ini dikenal...

Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Proses Resminya

Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Proses Resminya

by Hidayat Taufik
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI dijadwalkan kembali menggelar sidang isbat guna menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau puasa...

Westlife Nyaman Di Indonesia Seperti Rumah Kedua Bagi Kami

Westlife Nyaman Di Indonesia Seperti Rumah Kedua Bagi Kami

by Hidayat Taufik
February 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Grup vokal asal Irlandia, Westlife, kembali mengungkapkan kedekatan emosional mereka dengan Indonesia. Melalui konser “A Gala Evening”...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Perkuat Kapasitas Penjaminan Nasional, Jamkrindo Syariah Gandeng PUI

Perkuat Kapasitas Penjaminan Nasional, Jamkrindo Syariah Gandeng PUI

February 12, 2026
Comeback NHL di Olimpiade 2026, AS Siap Goyang Superioritas Kanada

Jadwal Libur Sekolah Ramadan dan Lebaran 2026

February 12, 2026
Mohan Hazian Akui Perbuatan Tak Pantas terhadap Model, Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Sosok Alya Putri, Istri Mohan Hazian yang Jadi Sorotan di Tengah Kasus Dugaan Pelecehan

February 12, 2026
Tata Cara Sholat Nisfu Syaban 2026 Lengkap dengan Niat dan Bacaan Doa

Seminggu Lagi Puasa Ramadhan 2026, Sudah Siap Sambut 1447 H?

February 12, 2026
Sepanjang 2025, Jamkrindo Bukukan Penjaminan Rp214,73 Triliun untuk 4,9 Juta UMKM

Sepanjang 2025, Jamkrindo Bukukan Penjaminan Rp214,73 Triliun untuk 4,9 Juta UMKM

February 13, 2026
Dukung IBL 2026, Bank Jakarta Resmi Jalin Sinergi dengan Pelita Jaya

Dukung IBL 2026, Bank Jakarta Resmi Jalin Sinergi dengan Pelita Jaya

February 13, 2026
Hukum Ziarah Kubur Menjelang Ramadan: Ini Penjelasan Lengkapnya

Hukum Ziarah Kubur Menjelang Ramadan: Ini Penjelasan Lengkapnya

February 13, 2026
Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Proses Resminya

Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Proses Resminya

February 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved