• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, September 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Dampak AI Dalam Rekrutmen, Perusahaan dan Pencari Kerja Sama-sama Menderita

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 22, 2025
in Teknologi
0
Dampak AI Dalam Rekrutmen, Perusahaan dan Pencari Kerja Sama-sama Menderita

JAKARTA, Cobisnis.com – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses rekrutmen kini bukan lagi wacana, melainkan realitas. Namun, alih-alih mempermudah, kehadiran AI justru membuat perusahaan dan pencari kerja sama-sama frustrasi.

Di tengah perlambatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat, wawancara berbasis AI dan surat lamaran yang dihasilkan secara otomatis telah mengubah secara drastis cara orang mendapatkan pekerjaan dan belum tentu ke arah yang lebih baik.

Lebih dari setengah organisasi yang disurvei oleh Society for Human Resource Management mengaku menggunakan AI untuk merekrut karyawan pada 2025. Sementara itu, sekitar sepertiga pengguna ChatGPT dilaporkan memanfaatkan chatbot OpenAI tersebut untuk membantu pencarian kerja mereka.

Namun, riset terbaru menunjukkan paradoks yang mencolok: ketika pencari kerja menggunakan AI dalam proses lamaran, peluang mereka untuk diterima justru menurun. Di sisi lain, perusahaan kini harus menghadapi lonjakan jumlah pelamar.

“Kemampuan perusahaan untuk memilih pekerja terbaik saat ini bisa jadi justru memburuk karena AI,” kata Anaïs Galdin, peneliti Dartmouth yang ikut menulis studi tentang dampak large language model (LLM) terhadap surat lamaran.

Galdin bersama rekan penelitinya, Jesse Silbert dari Princeton, menganalisis puluhan ribu surat lamaran di Freelancer.com. Hasilnya, sejak ChatGPT diperkenalkan pada 2022, surat lamaran menjadi lebih panjang dan lebih rapi secara bahasa. Namun, perusahaan justru semakin tidak menganggap surat tersebut sebagai faktor penting. Akibatnya, semakin sulit membedakan kandidat yang benar-benar berkualitas, tingkat perekrutan menurun, dan rata-rata gaji awal ikut turun.

“Jika kita tidak melakukan apa pun untuk memperbaiki aliran informasi antara pekerja dan perusahaan, maka hasilnya bisa seperti ini,” ujar Silbert.

Dengan jumlah lamaran yang membengkak, banyak perusahaan kemudian mengotomatisasi proses wawancara. Sebanyak 54% pencari kerja di AS yang disurvei oleh perusahaan perangkat lunak rekrutmen Greenhouse pada Oktober lalu mengaku pernah menjalani wawancara yang dipimpin AI.

Wawancara virtual memang melonjak sejak pandemi 2020. Kini, AI sering digunakan untuk mengajukan pertanyaan. Namun, subjektivitas belum benar-benar hilang.

“Algoritma bisa meniru bahkan memperbesar bias manusia,” kata Djurre Holtrop, peneliti yang mengkaji penggunaan wawancara video asinkron dan AI dalam perekrutan.

Daniel Chait, CEO Greenhouse, memperingatkan bahwa penggunaan AI oleh kedua belah pihak pelamar yang mengirim ratusan lamaran otomatis dan perusahaan yang membalas dengan sistem otomatis menciptakan “lingkaran kehancuran” yang membuat semua pihak sengsara.

“Kedua sisi sama-sama berkata, ‘Ini tidak mungkin, ini tidak bekerja, semuanya makin buruk.”

Gelombang Penolakan

Meski perusahaan terus mengadopsi teknologi ini dengan pasar teknologi rekrutmen diperkirakan mencapai US$3,1 miliar tahun ini penolakan mulai bermunculan. Legislator negara bagian, serikat pekerja, hingga individu mulai khawatir AI akan mendiskriminasi pekerja.

Presiden AFL-CIO Liz Shuler menyebut penggunaan AI dalam perekrutan sebagai “tidak dapat diterima.”

“Sistem AI merampas kesempatan kerja dari orang-orang yang sebenarnya memenuhi syarat, hanya berdasarkan kriteria sewenang-wenang seperti nama, kode pos, atau bahkan seberapa sering mereka tersenyum,” katanya.

Sejumlah negara bagian seperti California, Colorado, dan Illinois kini menyusun regulasi untuk mengatur penggunaan AI dalam perekrutan. Namun, perintah eksekutif Presiden Donald Trump baru-baru ini berpotensi melemahkan regulasi tingkat negara bagian dan menambah ketidakpastian hukum.

Meski begitu, hukum anti-diskriminasi tetap berlaku, bahkan jika perusahaan menggunakan AI. Gugatan pun mulai bermunculan, termasuk kasus seorang perempuan tunarungu yang menggugat perusahaan rekrutmen AI HireVue karena wawancara otomatis yang dinilai tidak memenuhi standar aksesibilitas.

HireVue membantah tuduhan tersebut dan menyatakan teknologinya justru dirancang untuk mengurangi bias.

Sentuhan Manusia Yang Hilang

Meski AI dinilai mampu membuka peluang baru bagi kandidat yang sebelumnya terlewatkan, mereka yang menghargai “sentuhan manusia” dalam perekrutan merasa kehilangan.

Jared Looper, manajer proyek IT di Utah, menceritakan pengalamannya diwawancarai oleh perekrut berbasis AI. Ia menyebut pengalaman itu terasa “dingin,” bahkan sempat menutup panggilan saat pertama kali dihubungi sistem tersebut.

Looper kini khawatir banyak orang belum siap menghadapi proses rekrutmen baru, di mana kemampuan “menyenangkan AI” menjadi keterampilan penting.

“Banyak orang hebat akan tertinggal,” ujarnya.

Tags: AIRecruitmentcobisnis.comKecerdasanBuatanTeknologiHR

Related Posts

Sosialisasi dan Arahan Adiatma, Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur, Dihadiri Perwakilan 8 Kelurahan di Cipayung

Sosialisasi dan Arahan Adiatma, Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur, Dihadiri Perwakilan 8 Kelurahan di Cipayung

by Hidayat Taufik
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur Adiatma memberikan sosialisasi dan arahan dalam kegiatan silaturahmi serta konsolidasi bersama...

Agar Tak Mudah Bertengkar, Ini 5 Tips Liburan Bersama Pasangan

Agar Tak Mudah Bertengkar, Ini 5 Tips Liburan Bersama Pasangan

by Hidayat Taufik
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Berlibur bersama pasangan dapat menjadi kesempatan untuk melepas penat sekaligus mempererat hubungan. Namun, perjalanan berdua tidak selalu...

Momen Prabowo Serukan Free Palestine di Ponpes Gontor

Momen Prabowo Serukan Free Palestine di Ponpes Gontor

by Hidayat Taufik
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukungan terhadap Palestina saat menghadiri peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di...

World Cleanup Day 2026 Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Rumah untuk Kota yang Lebih Bersih

World Cleanup Day 2026 Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Rumah untuk Kota yang Lebih Bersih

by Rizki Meirino
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - World Cleanup Day (WCD) 2026 dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah. Salah satu...

KNKT Dorong Revisi Aturan Keselamatan Pelayaran di Indonesia

KNKT Dorong Revisi Aturan Keselamatan Pelayaran di Indonesia

by Hidayat Taufik
September 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meminta ketentuan yang mengatur keselamatan pelayaran di Indonesia kembali diperiksa. Evaluasi diperlukan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ilustrasi Menyiapkan Bekal - pexels/Alex Green

Anti Ribet, 5 Tips Praktis Menyiapkan Bekal Sekolah

September 20, 2026
Sarapan Oatmeal - pexels/https://kaboompics.com/

Oatmeal, Sarapan Sehat untuk Menurunkan Kadar Kolesterol

September 20, 2026
World Cleanup Day 2026 Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Rumah untuk Kota yang Lebih Bersih

World Cleanup Day 2026 Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Rumah untuk Kota yang Lebih Bersih

September 20, 2026
Pemerintah dan Media Buka Akses Pasar UMKM

Pemerintah dan Media Buka Akses Pasar UMKM

September 19, 2026
Jika Purbaya Diganti Sejak Pagi, Pengamat Sebut Pasar Bisa Lebih Bergejolak

Jika Purbaya Diganti Sejak Pagi, Pengamat Sebut Pasar Bisa Lebih Bergejolak

September 20, 2026
Cabai Rawit Merah Hampir Rp100 Ribu per Kg karena Stok Berkurang

Cabai Rawit Merah Hampir Rp100 Ribu per Kg karena Stok Berkurang

September 20, 2026
Sosialisasi dan Arahan Adiatma, Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur, Dihadiri Perwakilan 8 Kelurahan di Cipayung

Sosialisasi dan Arahan Adiatma, Ketua DPD Gerakan Rakyat Jakarta Timur, Dihadiri Perwakilan 8 Kelurahan di Cipayung

September 20, 2026
Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Jakut, Abdullah Syauqi Dihukum Seumur Hidup

Pelajaran dari Sengketa CHERIA: Keluarga Pendiri Pertahankan Hak Merek dan Persoalkan Dugaan Informasi Keuangan yang Tidak Sesuai

September 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved