• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, February 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Paganini: Sawit Komoditas Paling Produktif, Tapi Paling Difitnah

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 14, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Paganini Sawit

Adjunct Professor dari John Cabot University, Roma, Pietro Paganini, di hari kedua IPOC 2025, Jumat (14/11/2025).

NUSA DUA, Cobisnis.com – Industri sawit berada pada titik penting dalam menghadapi tekanan regulasi dan persepsi negatif dunia. Hal tersebut diungkapkan Adjunct Professor dari John Cabot University, Roma, Pietro Paganini, di hari kedua IPOC 2025, Jumat (14/11/2025).

Dalam paparannya berjudul “EUDR and Beyond: Navigating New Frontiers for Palm Oil”, Paganini menyatakan bahwa tantangan terbesar sawit saat ini bukanlah produktivitas, melainkan masalah persepsi dan kepercayaan.

“Kelapa sawit adalah komoditas yang paling produktif dan paling inklusif, tetapi justru memiliki reputasi paling buruk,” ujar Paganini.

Dia menekankan bahwa kesenjangan antara fakta dan persepsi telah membuat sawit kerap dijadikan kambing hitam, padahal komoditas ini berperan besar dalam pengentasan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan gizi dunia, serta efisiensi penggunaan lahan.

Menyoroti implementasi EU Deforestation Regulation (EUDR), Paganini menyebut regulasi tersebut sebagai awal dari gelombang baru standar pasar global.

Menurutnya, dari pada melihat EUDR semata-mata sebagai hambatan, industri justru perlu menjadikannya arena kompetisi baru dalam membangun kepercayaan dan nilai tambah.

“Nol deforestasi dan keterlacakan penuh akan menjadi standar baru pasar global. EUDR membuka perlombaan global untuk membangun kepercayaan dan inovasi,” tegasnya.

Dia mengapresiasi adanya masa uji coba 24 bulan, masa transisi satu tahun bagi UMKM dan petani kecil, serta pembentukan komunitas praktik dan komite pengarah sebagai bentuk kompromi realistis untuk memastikan implementasi yang lebih inklusif.

Paganini kemudian menegaskan bahwa teknologi harus dipandang bukan sebagai beban biaya, melainkan investasi strategis dalam daya saing.

“Teknologi adalah frontier baru bagi daya saing dan kepercayaan,” ujarnya.

Ia menekankan pemanfaatan drone dan satelit untuk pemantauan dan kepatuhan, blockchain untuk transparansi dan ketertelusuran, serta kecerdasan buatan (AI) untuk peningkatan efisiensi.

Menurut Paganini, peningkatan produktivitas melalui replanting, inovasi agronomi, hingga digitalisasi lahan merupakan pilar utama keberlanjutan.

“Semakin tinggi hasil panen, semakin rendah tekanan terhadap lahan. Inilah keberlanjutan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa arah pengembangan industri harus bergeser dari ekspansi lahan menuju pertumbuhan yang dilakukan dengan cerdas berbasis inovasi.

Melawan Narasi Negatif dengan Edukasi Paganini menyoroti meningkatnya kebijakan anti-SAFA (Saturated Fat) dan maraknya klaim “palm oil-free” yang menurutnya menyesatkan konsumen dan tidak menyelesaikan persoalan nutrisi secara substansial.

“Klaim ‘tanpa sawit’ hanyalah jalan pintas pemasaran. Klaim ini menyerang sebuah bahan, bukan masalah yang sebenarnya,” tegasnya.

Dia menekankan perlunya komunikasi berbasis data, literasi gizi yang lebih komprehensif, dan upaya sistematis untuk meluruskan kesalahpahaman publik.

Di akhir paparannya, Paganini menyerukan agar negara produsen dan industri sawit tidak lagi bersikap reaktif, tetapi mengambil peran pemimpin dalam diplomasi keberlanjutan global.

Dia menekankan pentingnya membangun narasi baru bahwa sawit bukan sekadar komoditas, melainkan kekuatan pembangunan, kemakmuran, dan inovasi.

Produksi dan Pasar India Di sisi lain, Chairman Asian Palm Oil Alliance (APOA) Atul Chaturvedi mengatakan bahwa India tengah berada pada fase kritis dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati nasional.

Dengan konsumsi yang terus meningkat dan ketergantungan impor yang tinggi, India dinilai harus mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produksi domestik sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara produsen.

“India adalah pasar minyak nabati terbesar di dunia, namun sekaligus negara yang paling rentan karena ketergantungan impor mencapai 60%. Ini adalah tantangan besar yang tidak bisa diatasi hanya dengan kebijakan tarif, melainkan melalui upaya peningkatan produksi domestik dan kemitraan regional yang lebih kuat,” ujar Atul Chaturvedi.

Dalam paparannya, Chaturvedi menyampaikan bahwa permintaan minyak nabati India diproyeksikan naik signifikan seiring pertumbuhan ekonomi dan demografi. India kini merupakan ekonomi terbesar kelima dunia dan diperkirakan naik ke posisi ketiga pada 2030.

Untuk diketahui, India menyumbang 11% permintaan global minyak nabati. Konsumsi nasional sekitar 26,5 juta ton, dengan minyak sawit berkontribusi 37%.

Impor sawit India mencapai 8,25 juta ton, atau 50% dari total impor minyak nabati. Pada 2047, konsumsi minyak nabati diprediksi mencapai 50 juta ton, dengan konsumsi sawit bisa naik menjadi 19 juta ton.

“Pertanyaannya sederhana tetapi krusial: dari mana minyak sebanyak itu akan dipenuhi?” tegas Chaturvedi.

India beberapa kali melakukan penyesuaian tarif impor untuk mengontrol harga konsumen dan menjaga margin petani. Namun Chaturvedi menilai strategi tarif bukan solusi jangka panjang.

“Tarif tinggi ibarat ular yang memakan ekornya sendiri. Alih-alih menekan eksportir luar negeri, yang terbebani justru konsumen domestik. Harga naik, daya beli turun, dan industri ikut terpukul.” pungkasnya.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
free online course
download lenevo firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy course download free
Tags: cobisnis.comEUDRIPOC 2025PaganiniSawit

Related Posts

Cari muka, Jokowi Ingin KPK Kembali Ke Undang-undang Lama

Cari muka, Jokowi Ingin KPK Kembali Ke Undang-undang Lama

by Hidayat Taufik
February 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo yang...

Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

Satgas PRR Dipastikan Bergerak Cepat, Safrizal Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana Aceh

by Dwi Natasya
February 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepala Satuan Tugas Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menjadi pembicara dalam Simposium Pemulihan...

Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

by Dwi Natasya
February 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA menyampaikan bahwa pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan (RR) dan...

AS Siaga Perang Panjang, Siapkan Operasi Militer Berkelanjutan Hadapi Iran

AS Siaga Perang Panjang, Siapkan Operasi Militer Berkelanjutan Hadapi Iran

by Hidayat Taufik
February 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Militer Amerika Serikat dilaporkan tengah menyiapkan rencana operasi militer berkelanjutan yang dapat berlangsung selama beberapa pekan untuk...

Indosat Tancap Gas di Bandung, Perluas 5G dan Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Digital

Indosat Tancap Gas di Bandung, Perluas 5G dan Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Digital

by Dwi Natasya
February 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) terus mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan digital berkualitas melalui penguatan dan perluasan jaringan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fatwa DSN-MUI Nomor 166/2026 Resmi Terbit, Industri Bulion Syariah Dapat Kepastian Hukum

Fatwa DSN-MUI Nomor 166/2026 Resmi Terbit, Industri Bulion Syariah Dapat Kepastian Hukum

February 15, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

November 4, 2020
Cari muka, Jokowi Ingin KPK Kembali Ke Undang-undang Lama

Cari muka, Jokowi Ingin KPK Kembali Ke Undang-undang Lama

February 16, 2026
Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

Satgas PRR Dipastikan Bergerak Cepat, Safrizal Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana Aceh

February 15, 2026
Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

Pemerintah Salurkan Stimulan Perbaikan Rumah Pascabanjir di Aceh, Nilainya Ratusan Miliar

February 15, 2026
AS Siaga Perang Panjang, Siapkan Operasi Militer Berkelanjutan Hadapi Iran

AS Siaga Perang Panjang, Siapkan Operasi Militer Berkelanjutan Hadapi Iran

February 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved