• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, April 1, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pemerintah China: Jangan Nilai Whoosh Cuma dari Laporan Keuangan

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 21, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Beban Utang Kereta Cepat Rp 116 T Tak Ditanggung APBN, Pemerintah Cari Solusi

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah China akhirnya buka suara soal polemik Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh yang tengah jadi sorotan di Indonesia. Lewat pernyataan resmi, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, meminta publik untuk tidak hanya menilai proyek itu dari sisi angka kerugian, tapi juga dari manfaat sosial dan ekonomi yang telah dihasilkan.

“Dalam menilai proyek kereta cepat, jangan hanya lihat angka keuangan dan indikator ekonomi. Manfaat publik dan imbal hasil komprehensif juga harus dipertimbangkan,” ujar Guo, dikutip dari Antara, Selasa (21/10/2025).

Guo menegaskan, Whoosh sudah dua tahun beroperasi dan berjalan dengan aman serta lancar. Sejak pertama kali beroperasi, kereta cepat itu disebut telah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang dengan arus penumpang yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurutnya, keberadaan KCJB membawa dampak positif bagi ekonomi lokal. Proyek ini menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah sepanjang jalur kereta cepat, termasuk kawasan Bandung Barat dan Purwakarta.

“Manfaat ekonomi dan sosialnya terus dirasakan. Banyak lapangan kerja tercipta, masyarakat lokal mendapat peluang baru, dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” ungkap Guo Jiakun.

Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan publik di Indonesia soal kondisi keuangan KCJB. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dikabarkan tengah menanggung kerugian triliunan rupiah karena terbebani utang dan bunga pinjaman dari China Development Bank (CDB).

Beban tersebut juga dirasakan oleh empat BUMN Indonesia yang tergabung dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sebagai pemegang saham mayoritas KCIC. Kondisi ini memicu diskusi soal apakah pemerintah perlu turun tangan menggunakan APBN untuk menalangi beban proyek tersebut.

Namun, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menolak tegas wacana itu. Ia menilai penyelesaian utang KCJB adalah tanggung jawab Danantara, perusahaan yang kini ditugaskan mengelola restrukturisasi proyek tersebut.

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani menyebut kajian penyelesaian utang proyek akan rampung akhir tahun ini. Kajian itu mencakup aspek keuangan dan keberlanjutan operasional agar PT KAI sebagai mitra dalam proyek tidak semakin terbebani.

“Kami ingin solusi yang komprehensif, bukan yang justru menimbulkan masalah baru,” kata Rosan di Jakarta. Ia menambahkan, hasil kajian akan dipresentasikan ke sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Perhubungan dan Kemenko Infrastruktur.

Sebagai catatan, total investasi pembangunan KCJB mencapai 7,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp 120,38 triliun. Sekitar 75 persen dari total dana tersebut dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank dengan bunga tetap 2 persen per tahun selama 40 tahun pertama.

Beban makin berat setelah proyek mengalami pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar 1,2 miliar dolar AS, yang membuat KCIC harus menarik pinjaman baru dengan bunga di atas 3 persen per tahun. Meski demikian, China tetap menilai proyek ini sebagai simbol kerja sama strategis dan modernisasi transportasi di Indonesia.

Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
download udemy paid course for free
download xiomi firmware
Free Download WordPress Themes
lynda course free download
Tags: ChinaCobisnisKCICPebisnismudapemerintahwhoosh

Related Posts

AS Mulai Kewalahan Hadapi Iran, Biaya Perang Tembus Rp95 Triliun dalam 2 Hari

AS Mulai Kewalahan Hadapi Iran, Biaya Perang Tembus Rp95 Triliun dalam 2 Hari

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat mulai mengevaluasi strategi militernya setelah menghadapi efektivitas serangan murah yang digunakan Iran dalam konflik terbaru....

Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil per 1 April 2026, sementara harga BBM nonsubsidi masih dalam...

Konflik Memanas AS Hantam Isfahan Iran Balas Serang Kapal Minyak Bernilai Triliunan

Konflik Memanas AS Hantam Isfahan Iran Balas Serang Kapal Minyak Bernilai Triliunan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Serangan ke fasilitas nuklir Iran di Isfahan yang diduga dilakukan Amerika Serikat memicu eskalasi konflik. Iran langsung...

Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Timteng terhadap Haji 2026, Ini Rencananya

Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Timteng terhadap Haji 2026, Ini Rencananya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario penyelenggaraan haji 2026 di tengah konflik Timur Tengah. Fokus utama diarahkan pada keamanan...

Clara Shinta Blak-blakan Soal Suami: Nafkah Nihil, Rumah-Listrik Ditanggung Sendiri

Clara Shinta Blak-blakan Soal Suami: Nafkah Nihil, Rumah-Listrik Ditanggung Sendiri

by M.Dhayfan Al-ghiffari
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Clara Shinta mengungkapkan kekecewaannya terhadap suami, Muhammad Alexander Assad, yang disebutnya tidak pernah memberi nafkah. Ia menilai...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ini Daftar Tarif  Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

Ini Daftar Tarif Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

March 31, 2026
Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

March 31, 2026
Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

March 30, 2026
Konflik Memanas AS Hantam Isfahan Iran Balas Serang Kapal Minyak Bernilai Triliunan

Konflik Memanas AS Hantam Isfahan Iran Balas Serang Kapal Minyak Bernilai Triliunan

March 31, 2026
Warga Terlihat Panik, Isu BBM Naik Picu Antrean di Sejumlah SPBU

Warga Terlihat Panik, Isu BBM Naik Picu Antrean di Sejumlah SPBU

March 31, 2026
AS Mulai Kewalahan Hadapi Iran, Biaya Perang Tembus Rp95 Triliun dalam 2 Hari

AS Mulai Kewalahan Hadapi Iran, Biaya Perang Tembus Rp95 Triliun dalam 2 Hari

March 31, 2026
Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

March 31, 2026
Mulai April 2026, Perjalanan Dinas ASN Dibatasi: Luar Negeri 70%, Dalam Negeri 50%

Mulai April 2026, Perjalanan Dinas ASN Dibatasi: Luar Negeri 70%, Dalam Negeri 50%

March 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved