• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, June 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Erick Thohir: Sejak Awal Saya Yakin Bio Farma Mampu Produksi Vaksin COVID-19

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
October 13, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Holding BUMN Farmasi Siap Transformasi Digital Layanan Kesehatan

JAKARTA,Cobisnis.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan peluncuran dan penyuntikan perdana Vaksin IndoVac merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan kesehatan nasional.

Adapun peluncuran dan penyuntikan perdana Vaksin IndoVac dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Bio Farma, Bandung, Kamis, 13 Oktober.

Erick mengatakan vaksin BUMN dengan nama IndoVac atau Indonesia Vaccine datang langsung dari orang nomor satu di Indonesia.

“Teringat saat melaporkan pengembangan vaksin BUMN ke Bapak Presiden saat kunjungan ke Korea beberapa waktu lalu. Vaksin IndoVac adalah pemberian nama dari Bapak Presiden, yang hari ini meluncurkan dan mengapresiasi vaksin dengan bahan baku lokal, karya anak bangsa,” ujar Erick, dalam peluncuran dan penyuntikan perdana Vaksin IndoVac, di Gedung Bio Farma, Bandung, Kamis, 13 Oktober.

Selain berdiplomasi ke luar negeri untuk mendapatkan vaksin COVID-19 dua tahun lalu, Erick juga mendorong agar BUMN juga bisa mengembangkan vaksin COVID-19 sendiri.

Erick memiliki keyakinan penuh bahwa BUMN mampu memproduksi sendiri vaksin COVID-19. Soalnya, ucap Erick, Bio Farma selaku induk holding BUMN farmasi telah lama dikenal sebagai salah satu produsen vaksin untuk dunia.

“Banyak yang belum tahu, BioFarma adalah produsen vaksin kelima terbesar di dunia, memproduksi tiga miliar dosis vaksin yang diekspor ke 153 negara. Karena itu sejak awal saya yakin, vaksin COVID-19 di Indonesia bisa diproduksi mandiri, tanpa perlu impor,” ungkap Erick.

Erick menyampaikan, ketahanan kesehatan bersama ketahanan energi dan pangan adalah sesuatu yang sangat penting untuk bangsa Indonesia ke depan, terlebih di era yang sedang terjadi saat ini.

“Di tengah kondisi yang bergejolak di dunia saat ini, penting sekali Indonesia terus bisa mandiri, bahkan berdaulat dalam mengisi kemerdekaannya. Seperti yang Bapak Presiden sudah saksikan hari ini, bagaimana kita bisa mulai memproduksi vaksin IndoVac, tentu ini baru langkah awal,” ujar Erick yang menyampaikan laporan di depan presiden.

Lebih lanjut, Erick menjelaskan IndoVac merupakan hasil kerja sama antara holding BUMN farmasi dengan Baylor College of Medicine (BCM) Amerika Serikat. Tak berhenti di situ, lanjut Erick, holding farmasi juga telah meneken kerja sama dengan perusahaan farmasi Inggris ProFactor Pharma, di KBRI London, Inggris, pada akhir bulan lalu.

Dalam kerja sama tersebut, ucap Erick, Bio Farma akan mendapat hak eksklusif untuk pengembangan bersama produk darah Recombinant Factor VIII (ProFactor dan Bio Farma) secara global.

“Ini mirip dengan yang kita lakukan hari ini kita kerja sama RND, tapi tentu lisensi dan mereknya punya kita. Kemarin kita menandatangani vaksin Hemofilia yaitu kekentalan darah. Kita menjadi ‘hub’ produksi untuk vaksin dunia, ProFactor akan mendistribusikan ke Eropa dan Amerika, Indonesia untuk wilayah Asia, Afrika dan lain-lain. Ini contoh kerja sama yang kita terus dorong ke depan,” lanjut Erick.

Erick mengatakan BUMN juga terus mengkonsolidasikan ekosistem kesehatan nasional, termasuk untuk sektor RnD (riset dan pengembangan) yang masih tertinggal dengan negara lain. Erick menilai RnD memiliki peran penting dalam pengembangan ekosistem kesehatan dalam negeri.

“Seperti yang Bapak lihat tadi, vaksin itu juga bibitnya kita kerja samakan dengan negara lain, tetapi produksi semuanya dari kita, penemuan lanjutannya, TKDN-nya ini sampai 90 persen. Ini yang kita harapkan RnD ke depan harus ada di Indonesia,” kata Erick.

Selain itu, Erick juga terus mendorong konsolidasi manufaktur. Dia telah menugaskan Kimia Farma dapat memproduksi obat-obatan sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat, dan IndoFarma fokus pada pengembangan herbal.

Erick mengaku optimistis pemetaan fokus dalam tubuh holding farmasi akan mampu menurunkan ketergantungan Indonesia terhadap daripada impor bahan baku yang hari ini masih berada di angka 90 persen.

“Saat ini perusahaan distribusi kita juga terpisah-pisah, ini harus dikonsolidasikan supaya efisien dan membuat jaringan lebih luas,” ungkap dia.

Tags: bumncobisnis.comerick thohirPT biofarma

Related Posts

Adaptasi Jadi Kunci, Tim Peserta Piala Dunia 2026 Hadapi Cuaca Panas dan Ketinggian

Adaptasi Jadi Kunci, Tim Peserta Piala Dunia 2026 Hadapi Cuaca Panas dan Ketinggian

by Hidayat Taufik
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Peserta Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadapi persaingan ketat di lapangan. Mereka juga harus beradaptasi dengan cuaca...

Golden Tempo Juarai Belmont Stakes 2026 Setelah Menangi Kentucky Derby

Kepanikan di Festival Old West End Toledo Setelah Rentetan Tembakan

by Zahra Zahwa
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah orang tertembak di dekat festival Old West End di Toledo, Ohio, Amerika Serikat, pada Sabtu sore...

Golden Tempo Juarai Belmont Stakes 2026 Setelah Menangi Kentucky Derby

Kanada Sambut Piala Dunia 2026 dengan Optimisme dan Kebanggaan Baru

by Zahra Zahwa
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kanada merasakan lonjakan kebanggaan nasional menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Negara itu akan menjadi tuan rumah bersama...

BGN Siapkan Kantin Sekolah sebagai Pendukung Program MBG 2026

BGN Siapkan Kantin Sekolah sebagai Pendukung Program MBG 2026

by Hidayat Taufik
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini...

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Kota Global

Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Kota Global

by Rizki Meirino
June 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi Financial Operating System yang menghubungkan berbagai elemen pembangunan kota. Visi tersebut...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dari Cangkir ke Gaya Hidup, Tren Kopi Terus Tumbuh di Indonesia

Dari Cangkir ke Gaya Hidup, Tren Kopi Terus Tumbuh di Indonesia

June 6, 2026
BRIN Nilai Positif Program Konservasi Astra Agro dalam Mendukung Target Biodiversitas Nasional

BRIN Nilai Positif Program Konservasi Astra Agro dalam Mendukung Target Biodiversitas Nasional

June 6, 2026
Dampak Dolar Menguat, Harga Produk Ritel Ikut Disesuaikan oleh Emiten

Dampak Dolar Menguat, Harga Produk Ritel Ikut Disesuaikan oleh Emiten

June 5, 2026
Rumor Persija Bidik Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru Musim Depan

Rumor Persija Bidik Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru Musim Depan

June 6, 2026
Adaptasi Jadi Kunci, Tim Peserta Piala Dunia 2026 Hadapi Cuaca Panas dan Ketinggian

Adaptasi Jadi Kunci, Tim Peserta Piala Dunia 2026 Hadapi Cuaca Panas dan Ketinggian

June 7, 2026
Golden Tempo Juarai Belmont Stakes 2026 Setelah Menangi Kentucky Derby

Kepanikan di Festival Old West End Toledo Setelah Rentetan Tembakan

June 7, 2026
Golden Tempo Juarai Belmont Stakes 2026 Setelah Menangi Kentucky Derby

Kanada Sambut Piala Dunia 2026 dengan Optimisme dan Kebanggaan Baru

June 7, 2026
BGN Siapkan Kantin Sekolah sebagai Pendukung Program MBG 2026

BGN Siapkan Kantin Sekolah sebagai Pendukung Program MBG 2026

June 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved