• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, November 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kisah Yanti Lidiati Rangkul Ibu-Ibu dan Anak Punk untuk Lebih Produktif

Diana Hafizahri by Diana Hafizahri
August 29, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
Kisah Yanti Lidiati Rangkul Ibu-Ibu dan Anak Punk untuk Lebih Produktif

JAKARTA, Cobisnis.com – Keputusan besar diambil oleh Yanti Lidiati, 55 tahun, pada tahun 2011. Berada di puncak kariernya sebagai kepala human resource development perusahaan farmasi besar di Ibu Kota, Yanti memilih kembali ke kampungnya di Desa Lampegan, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Saat itu, ia harus merawat ibunya, Tjitjih Rukarsih, yang sakit.

Di sela-sela merawat sang ibu, Yanti memperhatikan sejumlah ibu yang tidak banyak beraktivitas dan cenderung ngobrol ngalor-ngidul. Ia menilai ibu-ibu itu seharusnya bisa menghasilkan uang ketimbang ngerumpi. Muncullah ide untuk mengajak ibu-ibu itu belajar menjahit. Namun, sebagian besar dari mereka menolak gagasan Yanti karena tidak punya kepercayaan diri dan tidak yakin produk yang dihasilkan bisa laku terjual.

Yanti tak mau menyerah. Pada 2016, ia membentuk kelompok bernama Wanita Mandiri dengan anggota tujuh orang. Pelan-pelan dia membimbing para ibu untuk memulai usaha menjahit. Mereka mulai fokus membuat blazer dengan bahan sarung premium. Produknya diberi merek It’s Blazer Ibun. “Desainnya saya yang buat, ibu-ibu itu yang mengerjakan,” kata Yanti.

Lama-kelamaan, usaha para ibu membuahkan hasil. Mereka pun bisa mendapatkan penghasilan lebih. Kesuksesan itu beredar dari mulut ke mulut dan menarik lebih banyak perempuan untuk bergabung di Wanita Mandiri. Kelompok itu pun beranggota hampir 50 orang.

Namun, Yanti tidak serta-merta menerima mereka. Ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu para perempuan harus mau menempuh pendidikan paket B dan C atau setara SMP dan SMA. Persyaratan itu muncul karena mayoritas ibu yang tinggal di Desa Lampegan hanya berpendidikan sekolah dasar. “Kalau mereka bersedia ambil paket B atau C, saya berjanji mendampingi wirausahanya,” ucap Yanti.

Aktivitas Wanita Mandiri menarik perhatian PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang. Perusahaan itu lantas memberikan bantuan berupa mesin jahit. Dengan begitu, produktivitas ibu-ibu kian meningkat. Corporate Secretary PT PGE, Muhammad Baron, mengatakan korporasinya juga berupaya mengembangkan kapasitas kelompok tersebut.

“Caranya dengan mengadakan pelatihan pengelolaan kewirausahaan, pelatihan marketing, peningkatan kapasitas, dan mendukung promosi produk Wanita Mandiri dengan mengadakan pameran,” kata Baron. Selama hampir lima tahun berdiri, Wanita Mandiri pun telah mengikuti sekitar 30 pameran, baik nasional maupun internasional.

Belakangan, Wanita Mandiri memperluas bidang usahanya di sektor kuliner dan kerajinan tangan. Untuk kuliner, misalnya, kelompok itu membuat keripik dan kue bolen. PGE pun kembali memberikan bantuan berupa peralatan pendukung kepada setiap anggota Wanita Mandiri, sesuai dengan produk yang dihasilkan. “Bantuan dari PGE membuat produktivitas ibu-ibu meningkat,” ucap Yanti.

PGE Area Kamojang sebelumnya juga ikut membantu ibunda Yanti, Tjitjih Rukarsih. Perusahaan itu mendukung kegiatan kejar paket A, B, dan C yang diadakan oleh Yayasan Pendidikan An Nur. Yayasan itu didirikan oleh Tjitjih pada 2004. PGE bahkan ikut mendirikan bangunan sekolah untuk membantu mengurangi buta huruf.

Bantu ABK dan Anak Punk

Suatu hari, Yanti menyaksikan sejumlah anak punk kongkow-kongkow di Alun-alun Majalaya. Ia lalu mendekati anak-anak itu dan mengajak mengobrol. Tidak hanya sekali, Yanti berkali-kali mendekati dan mencoba merangkul mereka.

Suatu hari, seorang putri punk bernama Ayu datang ke rumahnya dan minta diajarkan menjahit. Yanti pun terharu melihat kesungguhan niat Ayu. “Saya sangat terharu. Mereka punya harapan dan masa depan,” katanya.

Lama-kelamaan, anak punk yang dibina Yanti bertambah hingga 25 orang dan lebih dari separuhnya terbilang aktif.

Mereka pun kerap berkumpul di gazebo yang dibangun atas bantuan PT Pertamina Geothermal Energy. Yanti mempunyai program  Wani Robah, khusus membina anak punk. Menurut Yanti, sejumlah anak punk—yang kerap diidentikkan dengan anak nakal dan sulit diatur—mulai rajin beribadah. Awalnya, mereka enggan masuk masjid karena sebagian tubuh mereka dipenuhi tato. “Saya ingatkan mereka, tetaplah beribadah karena Tuhan akan melihat semua niat baik mereka,” kata Yanti.

Sejak tahun 2016 PT PGE mengembangkan program “SEHATI : Terapi Eduplay” untuk anak istimewa di kecamatan Ibun. Sebagai bentuk pengembangan program, PT PGE bersinergi dengan Yanti sebagai motivator sekaligus pendamping parenting untuk orang tua anak istimewa tersebut. Bersama terapis dari alumni Pendidikan Luar Biasa Universitas Pendidikan Indonesia, Yanti, dan kader kesehatan desa membantu orang tua berlatih memberikan terapi untuk anak-anak mereka.

 “Pada anak ABK banyak yang membutuhkan terapi. Selama ini dibantu PGE. Namun saya ingin para ibu belajar terapi dari terapis. Ini merupakan salah satu cara untuk membuat mereka mandiri. Para ibu bisa kapan pun memberi terapi ke anak mereka tanpa perlu membayar,” katanya.

Ia terutama mendorong perubahan mind set dari para orang tua penyandang disabilitas. Yaitu, agar para orang tua tidak menganggap anak-anak mereka sebagai beban. Yanti menyatakan anak-anak itu istimewa dan bisa dibekali dengan berbagai keterampilan.

Yanti bersyukur bisa mendapat bantuan dari PGE. “PGE selama ini bisa menerima masukan untuk program sesuai kebutuhan masyarakat. Di sini, ada kebutuhan untuk kemandirian perempuan, anak punk, dan disabilitas,” katanya.

Yanti punya gagasan membangun sekolah untuk kaderisasi. Ia selalu mencari cara agar bantuan CSR PGE  berlanjut, berkembang, dan berdampak luas ke masyarakat di sekitar.

Pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 ikut mempengaruhi aktivitas yang dibina Yanti. Ia tak bisa lagi menggelar pertemuan dengan para penyandang disabilitas dan keluarganya, serta mengadakan pelatihan untuk anak-anak punk.

Namun dia tak putus asa. Setiap Ahad pagi, Yanti pun ikut melanjutkan program Beyond SEHATI : Terapi Eduplay. Yanti mengumpulkan anak-anak disabilitas itu dan orang tuanya. Bersama-sama mereka bermain, bernyanyi, dan menari. Kegembiraan pun meliputi anak-anak dan orang tua. Yanti pun bertekad melanjutkan program tersebut dengan nama Kelompok Bermain Berdaya, yang berarti “berbeda tetap berkarya”. Yanti melakukan kegiatan kreatif untuk anak istimewa (sebutan PT PGE  untuk anak berkebutuhan khusus) berupa membaca, menulis, merangkai bunga, dan juga bermain bersama untuk meningkatkan keterampilan sosial mereka.

Pulang ke kampung untuk merawat ibunya, Yanti bertekad tetap bisa melatih orang-orang di sekitarnya. Ia tak berminat kembali ke Jakarta meskipun ibundanya telah berpulang pada 16 Agustus lalu. Yanti pun berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Yanti menilai pertemuan secara online kurang efektif. Terutama untuk mereka yang belajar menjahit.

Dukungan yang dilakukan PGE terhadap Yanti merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam hal Environment, Social, and Governance (ESG). Seperti diketahui, ESG menjadi faktor utama untuk mengukur tingkat keberlanjutan dan dampak sosial dari investasi yang sudah dilakukan perusahaan. Tidak hanya itu, penerapan ESG, khususnya dari sisi environmental (lingkungan), sebagai wujud dari sebuah perusahaan dalam mendukung implementasi green economic.

“Selain itu, bila kemandirian perempuan di kelompok Wanita Mandiri kuat, maka diharapkan dapat menimbulkan multiplier effect, seperti adanya lapangan kerja sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini selaras dengan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Di samping itu program-program CSR PGE juga mencakup poin 4 (pendidikan berkualitas) dan poin  5 (kesetaraan gender),” ungkap Baron.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download mobile firmware
Download Nulled WordPress Themes
free online course
Tags: cobisnis & bisniskisah inspiratifpertamina

Related Posts

Mau Isi BBM? Ini Daftar Harga Terbaru yang Berlaku per 1 November

Mau Isi BBM? Ini Daftar Harga Terbaru yang Berlaku per 1 November

by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga bahan bakar minyak atau BBM di sejumlah SPBU belum mengalami perubahan per 1 November 2026. Pertamina,...

Viral Selisih Pengisian Pertalite Rp20 Ribu, Operator SPBU Kena Sanksi Tegas

Viral Selisih Pengisian Pertalite Rp20 Ribu, Operator SPBU Kena Sanksi Tegas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menjatuhkan sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada operator SPBU...

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut cadangan Pertalite nasional cukup untuk 16–20 hari, sementara pasokan BBM di Bali dan Jawa Timur mulai teratasi.

Bahlil Sebut Cadangan Pertalite Cukup hingga 20 Hari

by Desti Dwi Natasya
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan cadangan nasional bahan bakar minyak (BBM) jenis...

Modal Rp70 Ribu, Ilham Nurrahman Raih Rp100 Juta Pertama di Usia 19 Tahun

Modal Rp70 Ribu, Ilham Nurrahman Raih Rp100 Juta Pertama di Usia 19 Tahun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ilham Nurrahman membuktikan bahwa membangun bisnis tidak selalu membutuhkan modal besar. Berawal dari Rp70 ribu, pemuda asal...

BBM Nasional Aman, Bahlil Dorong Pengiriman Lebih Cepat ke Daerah

BBM Nasional Aman, Bahlil Dorong Pengiriman Lebih Cepat ke Daerah

by Hidayat Taufik
October 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah berupaya memperlancar distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke berbagai wilayah agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
QRIS Bakal Kena Pajak atau Tidak? Begini Penjelasan Airlangga

QRIS Bakal Kena Pajak atau Tidak? Begini Penjelasan Airlangga

November 3, 2026
Valbury

Valbury Raup 138 Ribu Nasabah Baru, Perluas Ekosistem Investasi Berbasis Digital

November 3, 2026
Propam Periksa Eks Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes

Propam Periksa Eks Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes

November 3, 2026
Isu Penangkapan Jenderal Polri Memanas, Nama Listyo Sigit Muncul dalam Dugaan Penyadapan Istana

Isu Penangkapan Jenderal Polri Memanas, Nama Listyo Sigit Muncul dalam Dugaan Penyadapan Istana

November 3, 2026
Kembang Kol - pexels/Patrick

5 Jenis Sayuran yang Baik dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

November 3, 2026
Cadillac Pilates - pexels/Ahmet Kurt

Ketahui Manfaat Cadillac Pilates, dapat Tingkatkan Stabilitas Tulang dan Kekuatan Tubuh

November 3, 2026
Mantan Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Kasus Penyadapan presiden

Mantan Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Kasus Penyadapan presiden

November 3, 2026
Tiga Polisi Diduga Sadap Prabowo, Kini Ditahan di Rutan Mabes Polri

Tiga Polisi Diduga Sadap Prabowo, Kini Ditahan di Rutan Mabes Polri

November 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved