• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, April 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kisah Yanti Lidiati Rangkul Ibu-Ibu dan Anak Punk untuk Lebih Produktif

Diana Hafizahri by Diana Hafizahri
August 29, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
Kisah Yanti Lidiati Rangkul Ibu-Ibu dan Anak Punk untuk Lebih Produktif

JAKARTA, Cobisnis.com – Keputusan besar diambil oleh Yanti Lidiati, 55 tahun, pada tahun 2011. Berada di puncak kariernya sebagai kepala human resource development perusahaan farmasi besar di Ibu Kota, Yanti memilih kembali ke kampungnya di Desa Lampegan, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Saat itu, ia harus merawat ibunya, Tjitjih Rukarsih, yang sakit.

Di sela-sela merawat sang ibu, Yanti memperhatikan sejumlah ibu yang tidak banyak beraktivitas dan cenderung ngobrol ngalor-ngidul. Ia menilai ibu-ibu itu seharusnya bisa menghasilkan uang ketimbang ngerumpi. Muncullah ide untuk mengajak ibu-ibu itu belajar menjahit. Namun, sebagian besar dari mereka menolak gagasan Yanti karena tidak punya kepercayaan diri dan tidak yakin produk yang dihasilkan bisa laku terjual.

Yanti tak mau menyerah. Pada 2016, ia membentuk kelompok bernama Wanita Mandiri dengan anggota tujuh orang. Pelan-pelan dia membimbing para ibu untuk memulai usaha menjahit. Mereka mulai fokus membuat blazer dengan bahan sarung premium. Produknya diberi merek It’s Blazer Ibun. “Desainnya saya yang buat, ibu-ibu itu yang mengerjakan,” kata Yanti.

Lama-kelamaan, usaha para ibu membuahkan hasil. Mereka pun bisa mendapatkan penghasilan lebih. Kesuksesan itu beredar dari mulut ke mulut dan menarik lebih banyak perempuan untuk bergabung di Wanita Mandiri. Kelompok itu pun beranggota hampir 50 orang.

Namun, Yanti tidak serta-merta menerima mereka. Ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu para perempuan harus mau menempuh pendidikan paket B dan C atau setara SMP dan SMA. Persyaratan itu muncul karena mayoritas ibu yang tinggal di Desa Lampegan hanya berpendidikan sekolah dasar. “Kalau mereka bersedia ambil paket B atau C, saya berjanji mendampingi wirausahanya,” ucap Yanti.

Aktivitas Wanita Mandiri menarik perhatian PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang. Perusahaan itu lantas memberikan bantuan berupa mesin jahit. Dengan begitu, produktivitas ibu-ibu kian meningkat. Corporate Secretary PT PGE, Muhammad Baron, mengatakan korporasinya juga berupaya mengembangkan kapasitas kelompok tersebut.

“Caranya dengan mengadakan pelatihan pengelolaan kewirausahaan, pelatihan marketing, peningkatan kapasitas, dan mendukung promosi produk Wanita Mandiri dengan mengadakan pameran,” kata Baron. Selama hampir lima tahun berdiri, Wanita Mandiri pun telah mengikuti sekitar 30 pameran, baik nasional maupun internasional.

Belakangan, Wanita Mandiri memperluas bidang usahanya di sektor kuliner dan kerajinan tangan. Untuk kuliner, misalnya, kelompok itu membuat keripik dan kue bolen. PGE pun kembali memberikan bantuan berupa peralatan pendukung kepada setiap anggota Wanita Mandiri, sesuai dengan produk yang dihasilkan. “Bantuan dari PGE membuat produktivitas ibu-ibu meningkat,” ucap Yanti.

PGE Area Kamojang sebelumnya juga ikut membantu ibunda Yanti, Tjitjih Rukarsih. Perusahaan itu mendukung kegiatan kejar paket A, B, dan C yang diadakan oleh Yayasan Pendidikan An Nur. Yayasan itu didirikan oleh Tjitjih pada 2004. PGE bahkan ikut mendirikan bangunan sekolah untuk membantu mengurangi buta huruf.

Bantu ABK dan Anak Punk

Suatu hari, Yanti menyaksikan sejumlah anak punk kongkow-kongkow di Alun-alun Majalaya. Ia lalu mendekati anak-anak itu dan mengajak mengobrol. Tidak hanya sekali, Yanti berkali-kali mendekati dan mencoba merangkul mereka.

Suatu hari, seorang putri punk bernama Ayu datang ke rumahnya dan minta diajarkan menjahit. Yanti pun terharu melihat kesungguhan niat Ayu. “Saya sangat terharu. Mereka punya harapan dan masa depan,” katanya.

Lama-kelamaan, anak punk yang dibina Yanti bertambah hingga 25 orang dan lebih dari separuhnya terbilang aktif.

Mereka pun kerap berkumpul di gazebo yang dibangun atas bantuan PT Pertamina Geothermal Energy. Yanti mempunyai program  Wani Robah, khusus membina anak punk. Menurut Yanti, sejumlah anak punk—yang kerap diidentikkan dengan anak nakal dan sulit diatur—mulai rajin beribadah. Awalnya, mereka enggan masuk masjid karena sebagian tubuh mereka dipenuhi tato. “Saya ingatkan mereka, tetaplah beribadah karena Tuhan akan melihat semua niat baik mereka,” kata Yanti.

Sejak tahun 2016 PT PGE mengembangkan program “SEHATI : Terapi Eduplay” untuk anak istimewa di kecamatan Ibun. Sebagai bentuk pengembangan program, PT PGE bersinergi dengan Yanti sebagai motivator sekaligus pendamping parenting untuk orang tua anak istimewa tersebut. Bersama terapis dari alumni Pendidikan Luar Biasa Universitas Pendidikan Indonesia, Yanti, dan kader kesehatan desa membantu orang tua berlatih memberikan terapi untuk anak-anak mereka.

 “Pada anak ABK banyak yang membutuhkan terapi. Selama ini dibantu PGE. Namun saya ingin para ibu belajar terapi dari terapis. Ini merupakan salah satu cara untuk membuat mereka mandiri. Para ibu bisa kapan pun memberi terapi ke anak mereka tanpa perlu membayar,” katanya.

Ia terutama mendorong perubahan mind set dari para orang tua penyandang disabilitas. Yaitu, agar para orang tua tidak menganggap anak-anak mereka sebagai beban. Yanti menyatakan anak-anak itu istimewa dan bisa dibekali dengan berbagai keterampilan.

Yanti bersyukur bisa mendapat bantuan dari PGE. “PGE selama ini bisa menerima masukan untuk program sesuai kebutuhan masyarakat. Di sini, ada kebutuhan untuk kemandirian perempuan, anak punk, dan disabilitas,” katanya.

Yanti punya gagasan membangun sekolah untuk kaderisasi. Ia selalu mencari cara agar bantuan CSR PGE  berlanjut, berkembang, dan berdampak luas ke masyarakat di sekitar.

Pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 ikut mempengaruhi aktivitas yang dibina Yanti. Ia tak bisa lagi menggelar pertemuan dengan para penyandang disabilitas dan keluarganya, serta mengadakan pelatihan untuk anak-anak punk.

Namun dia tak putus asa. Setiap Ahad pagi, Yanti pun ikut melanjutkan program Beyond SEHATI : Terapi Eduplay. Yanti mengumpulkan anak-anak disabilitas itu dan orang tuanya. Bersama-sama mereka bermain, bernyanyi, dan menari. Kegembiraan pun meliputi anak-anak dan orang tua. Yanti pun bertekad melanjutkan program tersebut dengan nama Kelompok Bermain Berdaya, yang berarti “berbeda tetap berkarya”. Yanti melakukan kegiatan kreatif untuk anak istimewa (sebutan PT PGE  untuk anak berkebutuhan khusus) berupa membaca, menulis, merangkai bunga, dan juga bermain bersama untuk meningkatkan keterampilan sosial mereka.

Pulang ke kampung untuk merawat ibunya, Yanti bertekad tetap bisa melatih orang-orang di sekitarnya. Ia tak berminat kembali ke Jakarta meskipun ibundanya telah berpulang pada 16 Agustus lalu. Yanti pun berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Yanti menilai pertemuan secara online kurang efektif. Terutama untuk mereka yang belajar menjahit.

Dukungan yang dilakukan PGE terhadap Yanti merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam hal Environment, Social, and Governance (ESG). Seperti diketahui, ESG menjadi faktor utama untuk mengukur tingkat keberlanjutan dan dampak sosial dari investasi yang sudah dilakukan perusahaan. Tidak hanya itu, penerapan ESG, khususnya dari sisi environmental (lingkungan), sebagai wujud dari sebuah perusahaan dalam mendukung implementasi green economic.

“Selain itu, bila kemandirian perempuan di kelompok Wanita Mandiri kuat, maka diharapkan dapat menimbulkan multiplier effect, seperti adanya lapangan kerja sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini selaras dengan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Di samping itu program-program CSR PGE juga mencakup poin 4 (pendidikan berkualitas) dan poin  5 (kesetaraan gender),” ungkap Baron.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
download udemy paid course for free
download huawei firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: cobisnis & bisniskisah inspiratifpertamina

Related Posts

Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina (Persero) menuai kritik dari DPR RI karena dinilai dilakukan tanpa...

Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap, Ini Daftar Lengkapnya

Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik, Mau Pindah ke Subsidi?

by Desti Dwi Natasya
April 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi selaras dengan kondisi global. Penyesuaian ini dipicu lonjakan harga minyak dunia akibat...

Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan Usai Selat Hormuz Ditutup Lagi 2026

Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan Usai Selat Hormuz Ditutup Lagi 2026

by Hidayat Taufik
April 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Indonesia menyatakan dua kapal milik Pertamina masih berada di wilayah Selat Hormuz. Situasi itu terjadi setelah...

Tawaran Minyak Rusia ke Indonesia Muncul di Tengah Dinamika Global

Jalur Minyak Dunia Tersendat, Kapal Pertamina Masih Menunggu di Teluk Arab

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran kembali menahan pergerakan kapal tanker, termasuk dua armada milik Pertamina yang...

Kapal Tanker Pertamina Siap Melintas Selat Hormuz Dibuka

Kapal Tanker Pertamina Siap Melintas Selat Hormuz Dibuka

by Hidayat Taufik
April 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) telah menyiapkan strategi pelayaran untuk dua kapal tanker Pertamina yang sempat tertahan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hari Kartini 2026 Libur atau Tidak? Simak Aturan Resmi dan Cara Peringatannya

Hari Kartini 2026 Libur atau Tidak? Simak Aturan Resmi dan Cara Peringatannya

April 19, 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia 2026 Usai AS Longgarkan Sanksi

Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia 2026 Usai AS Longgarkan Sanksi

April 20, 2026
Eileen Gu Puncaki Karier 2026, Kini Lawan Kritik dan “Musuh”

Eileen Gu Puncaki Karier 2026, Kini Lawan Kritik dan “Musuh”

April 20, 2026
Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

April 20, 2026
Jelang Laga Penting 2026, Persib Kantongi Dukungan Rp1 Miliar dari Maruarar

Jelang Laga Penting 2026, Persib Kantongi Dukungan Rp1 Miliar dari Maruarar

April 21, 2026
Iran Belum Makamkan Khamenei, Faktor Keamanan Jadi Kendala

Iran Belum Makamkan Khamenei, Faktor Keamanan Jadi Kendala

April 21, 2026
Dua Pelaku Penusukan Nus Kei Resmi Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

Dua Pelaku Penusukan Nus Kei Resmi Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

April 20, 2026
Lokasi Rumah William Shakespeare di London Akhirnya Terungkap pada 2026

Lokasi Rumah William Shakespeare di London Akhirnya Terungkap pada 2026

April 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved