• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kisah Yanti Lidiati Rangkul Ibu-Ibu dan Anak Punk untuk Lebih Produktif

Diana Hafizahri by Diana Hafizahri
August 29, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
Kisah Yanti Lidiati Rangkul Ibu-Ibu dan Anak Punk untuk Lebih Produktif

JAKARTA, Cobisnis.com – Keputusan besar diambil oleh Yanti Lidiati, 55 tahun, pada tahun 2011. Berada di puncak kariernya sebagai kepala human resource development perusahaan farmasi besar di Ibu Kota, Yanti memilih kembali ke kampungnya di Desa Lampegan, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Saat itu, ia harus merawat ibunya, Tjitjih Rukarsih, yang sakit.

Di sela-sela merawat sang ibu, Yanti memperhatikan sejumlah ibu yang tidak banyak beraktivitas dan cenderung ngobrol ngalor-ngidul. Ia menilai ibu-ibu itu seharusnya bisa menghasilkan uang ketimbang ngerumpi. Muncullah ide untuk mengajak ibu-ibu itu belajar menjahit. Namun, sebagian besar dari mereka menolak gagasan Yanti karena tidak punya kepercayaan diri dan tidak yakin produk yang dihasilkan bisa laku terjual.

Yanti tak mau menyerah. Pada 2016, ia membentuk kelompok bernama Wanita Mandiri dengan anggota tujuh orang. Pelan-pelan dia membimbing para ibu untuk memulai usaha menjahit. Mereka mulai fokus membuat blazer dengan bahan sarung premium. Produknya diberi merek It’s Blazer Ibun. “Desainnya saya yang buat, ibu-ibu itu yang mengerjakan,” kata Yanti.

Lama-kelamaan, usaha para ibu membuahkan hasil. Mereka pun bisa mendapatkan penghasilan lebih. Kesuksesan itu beredar dari mulut ke mulut dan menarik lebih banyak perempuan untuk bergabung di Wanita Mandiri. Kelompok itu pun beranggota hampir 50 orang.

Namun, Yanti tidak serta-merta menerima mereka. Ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu para perempuan harus mau menempuh pendidikan paket B dan C atau setara SMP dan SMA. Persyaratan itu muncul karena mayoritas ibu yang tinggal di Desa Lampegan hanya berpendidikan sekolah dasar. “Kalau mereka bersedia ambil paket B atau C, saya berjanji mendampingi wirausahanya,” ucap Yanti.

Aktivitas Wanita Mandiri menarik perhatian PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang. Perusahaan itu lantas memberikan bantuan berupa mesin jahit. Dengan begitu, produktivitas ibu-ibu kian meningkat. Corporate Secretary PT PGE, Muhammad Baron, mengatakan korporasinya juga berupaya mengembangkan kapasitas kelompok tersebut.

“Caranya dengan mengadakan pelatihan pengelolaan kewirausahaan, pelatihan marketing, peningkatan kapasitas, dan mendukung promosi produk Wanita Mandiri dengan mengadakan pameran,” kata Baron. Selama hampir lima tahun berdiri, Wanita Mandiri pun telah mengikuti sekitar 30 pameran, baik nasional maupun internasional.

Belakangan, Wanita Mandiri memperluas bidang usahanya di sektor kuliner dan kerajinan tangan. Untuk kuliner, misalnya, kelompok itu membuat keripik dan kue bolen. PGE pun kembali memberikan bantuan berupa peralatan pendukung kepada setiap anggota Wanita Mandiri, sesuai dengan produk yang dihasilkan. “Bantuan dari PGE membuat produktivitas ibu-ibu meningkat,” ucap Yanti.

PGE Area Kamojang sebelumnya juga ikut membantu ibunda Yanti, Tjitjih Rukarsih. Perusahaan itu mendukung kegiatan kejar paket A, B, dan C yang diadakan oleh Yayasan Pendidikan An Nur. Yayasan itu didirikan oleh Tjitjih pada 2004. PGE bahkan ikut mendirikan bangunan sekolah untuk membantu mengurangi buta huruf.

Bantu ABK dan Anak Punk

Suatu hari, Yanti menyaksikan sejumlah anak punk kongkow-kongkow di Alun-alun Majalaya. Ia lalu mendekati anak-anak itu dan mengajak mengobrol. Tidak hanya sekali, Yanti berkali-kali mendekati dan mencoba merangkul mereka.

Suatu hari, seorang putri punk bernama Ayu datang ke rumahnya dan minta diajarkan menjahit. Yanti pun terharu melihat kesungguhan niat Ayu. “Saya sangat terharu. Mereka punya harapan dan masa depan,” katanya.

Lama-kelamaan, anak punk yang dibina Yanti bertambah hingga 25 orang dan lebih dari separuhnya terbilang aktif.

Mereka pun kerap berkumpul di gazebo yang dibangun atas bantuan PT Pertamina Geothermal Energy. Yanti mempunyai program  Wani Robah, khusus membina anak punk. Menurut Yanti, sejumlah anak punk—yang kerap diidentikkan dengan anak nakal dan sulit diatur—mulai rajin beribadah. Awalnya, mereka enggan masuk masjid karena sebagian tubuh mereka dipenuhi tato. “Saya ingatkan mereka, tetaplah beribadah karena Tuhan akan melihat semua niat baik mereka,” kata Yanti.

Sejak tahun 2016 PT PGE mengembangkan program “SEHATI : Terapi Eduplay” untuk anak istimewa di kecamatan Ibun. Sebagai bentuk pengembangan program, PT PGE bersinergi dengan Yanti sebagai motivator sekaligus pendamping parenting untuk orang tua anak istimewa tersebut. Bersama terapis dari alumni Pendidikan Luar Biasa Universitas Pendidikan Indonesia, Yanti, dan kader kesehatan desa membantu orang tua berlatih memberikan terapi untuk anak-anak mereka.

 “Pada anak ABK banyak yang membutuhkan terapi. Selama ini dibantu PGE. Namun saya ingin para ibu belajar terapi dari terapis. Ini merupakan salah satu cara untuk membuat mereka mandiri. Para ibu bisa kapan pun memberi terapi ke anak mereka tanpa perlu membayar,” katanya.

Ia terutama mendorong perubahan mind set dari para orang tua penyandang disabilitas. Yaitu, agar para orang tua tidak menganggap anak-anak mereka sebagai beban. Yanti menyatakan anak-anak itu istimewa dan bisa dibekali dengan berbagai keterampilan.

Yanti bersyukur bisa mendapat bantuan dari PGE. “PGE selama ini bisa menerima masukan untuk program sesuai kebutuhan masyarakat. Di sini, ada kebutuhan untuk kemandirian perempuan, anak punk, dan disabilitas,” katanya.

Yanti punya gagasan membangun sekolah untuk kaderisasi. Ia selalu mencari cara agar bantuan CSR PGE  berlanjut, berkembang, dan berdampak luas ke masyarakat di sekitar.

Pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 ikut mempengaruhi aktivitas yang dibina Yanti. Ia tak bisa lagi menggelar pertemuan dengan para penyandang disabilitas dan keluarganya, serta mengadakan pelatihan untuk anak-anak punk.

Namun dia tak putus asa. Setiap Ahad pagi, Yanti pun ikut melanjutkan program Beyond SEHATI : Terapi Eduplay. Yanti mengumpulkan anak-anak disabilitas itu dan orang tuanya. Bersama-sama mereka bermain, bernyanyi, dan menari. Kegembiraan pun meliputi anak-anak dan orang tua. Yanti pun bertekad melanjutkan program tersebut dengan nama Kelompok Bermain Berdaya, yang berarti “berbeda tetap berkarya”. Yanti melakukan kegiatan kreatif untuk anak istimewa (sebutan PT PGE  untuk anak berkebutuhan khusus) berupa membaca, menulis, merangkai bunga, dan juga bermain bersama untuk meningkatkan keterampilan sosial mereka.

Pulang ke kampung untuk merawat ibunya, Yanti bertekad tetap bisa melatih orang-orang di sekitarnya. Ia tak berminat kembali ke Jakarta meskipun ibundanya telah berpulang pada 16 Agustus lalu. Yanti pun berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Yanti menilai pertemuan secara online kurang efektif. Terutama untuk mereka yang belajar menjahit.

Dukungan yang dilakukan PGE terhadap Yanti merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam hal Environment, Social, and Governance (ESG). Seperti diketahui, ESG menjadi faktor utama untuk mengukur tingkat keberlanjutan dan dampak sosial dari investasi yang sudah dilakukan perusahaan. Tidak hanya itu, penerapan ESG, khususnya dari sisi environmental (lingkungan), sebagai wujud dari sebuah perusahaan dalam mendukung implementasi green economic.

“Selain itu, bila kemandirian perempuan di kelompok Wanita Mandiri kuat, maka diharapkan dapat menimbulkan multiplier effect, seperti adanya lapangan kerja sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini selaras dengan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Di samping itu program-program CSR PGE juga mencakup poin 4 (pendidikan berkualitas) dan poin  5 (kesetaraan gender),” ungkap Baron.

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download intex firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
Tags: cobisnis & bisniskisah inspiratifpertamina

Related Posts

Penyaluran BBM Bersubsidi Bermasalah, Pertamina Sanksi 237 SPBU

Penyaluran BBM Bersubsidi Bermasalah, Pertamina Sanksi 237 SPBU

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi kepada 237 stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU terkait pelanggaran...

FSPPB

FSPPB Soroti Peran PDSI sebagai Pilar Kapabilitas Pengeboran Nasional

by Iwan Supriyatna
August 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menegaskan bahwa transformasi dan streamlining di lingkungan Pertamina Subholding Upstream harus...

Ketika Restoran Nyaris Tutup, Harapan Justru Datang

Ketika Restoran Nyaris Tutup, Harapan Justru Datang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Seorang ustaz membagikan pengalaman saat menghadapi masalah ekonomi hingga hampir menutup restoran yang dikelolanya. Ia mengaku sempat...

3 Tersangka Penyalahgunaan BBM Subsidi di NTT Segera Jalani Persidangan

3 Tersangka Penyalahgunaan BBM Subsidi di NTT Segera Jalani Persidangan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Polda Nusa Tenggara Timur melimpahkan tiga tersangka kasus penyalahgunaan pengangkutan BBM bersubsidi ke Kejaksaan. Pelimpahan dilakukan bersama...

Prabowo Dapat Laporan Pertamina soal B50 dan Kesiapan Bioetanol

Prabowo Dapat Laporan Pertamina soal B50 dan Kesiapan Bioetanol

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri melaporkan perkembangan program mandatori B50 kepada Presiden Prabowo Subianto....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI mendukung MotoGP Mandalika 2026 dengan memperkuat layanan keuangan syariah dan ekosistem pariwisata terintegrasi di NTB.

BSI Perkuat Ekosistem Wisata Syariah di Mandalika

September 8, 2026
Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

September 8, 2026
Badan Geologi dan BMKG Akan Diintegrasikan Prabowo, Apa Bedanya?

Badan Geologi dan BMKG Akan Diintegrasikan Prabowo, Apa Bedanya?

September 8, 2026
Pemprov Jawa Tengah memastikan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau belum terpantau sampai Jateng, meski warga tetap diminta waspada.

Jateng Pastikan Aman dari Abu Krakatau

September 8, 2026
BFI Finance menjadi sponsor utama JFIVER Camping Journey 2026 di Cikole, sekaligus memperkenalkan solusi pembiayaan kendaraan listrik.

BFI Finance Gandeng Komunitas JFIVER Dorong Ekosistem EV

September 9, 2026
Atletico Madrid, Liverpool, Anfield, Alexander Sorloth, Arnau Ortiz, Diego Simeone,

Atletico Bawa 24 Pemain Hadapi Liverpool di Anfield

September 9, 2026
Dari Kehancuran Krakatau, Begini Proses Gunung Anak Krakatau Muncul di Tengah Laut

Dari Kehancuran Krakatau, Begini Proses Gunung Anak Krakatau Muncul di Tengah Laut

September 9, 2026
Sebanyak 110 buron Interpol dari berbagai negara diketahui bersembunyi di Korea Selatan, dengan kasus penipuan menjadi yang terbanyak.

110 Buron Interpol Bersembunyi di Korea Selatan

September 9, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved