JAKARTA, Cobisnis.com – Pabrik kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat, kembali didatangi sekelompok massa yang diduga berasal dari organisasi masyarakat atau ormas.
Aksi tersebut ramai diperbincangkan setelah sebuah video yang memperlihatkan sejumlah orang berada di area pabrik beredar di media sosial. Dalam narasi yang beredar, massa meminta perusahaan memberikan prioritas lapangan kerja bagi warga setempat.
Selain persoalan tenaga kerja, massa juga disebut meminta adanya evaluasi terhadap kerja sama yang berkaitan dengan izin tata ruang dan pengelolaan limbah produksi.
Menteri Perindustrian Sarmuji membenarkan telah menerima laporan mengenai aksi tersebut. Menurutnya, aspirasi terkait penyerapan tenaga kerja lokal perlu dipahami dari sudut pandang perusahaan dan masyarakat.
“Kadang-kadang perspektif yang POV-nya beda, point of view-nya kadang berbeda ya antara industri. Industri merasa sudah, sementara masyarakat merasa belum cukup.
Ini kan sesuatu yang harus dipertemukan ini, penjelasan yang harus sama-sama satu frekuensi. Jangan sampai berbeda frekuensi, kalau berbeda frekuensi akan terus ada problem,” ujar Sarmuji.
Pabrik BYD diketahui telah diresmikan pada September 2026. Meski peresmian baru dilakukan beberapa waktu lalu, fasilitas tersebut dilaporkan sudah memulai produksi kendaraan sejak April 2026.
Gangguan terhadap proyek pembangunan pabrik BYD sebelumnya juga pernah menjadi perhatian. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno pada April 2025 mengungkap adanya gangguan dari kelompok ormas dan praktik premanisme selama proses pembangunan berlangsung.
“Jangan sampai kemudian investor datang ke Indonesia dan merasa kemudian tidak mendapatkan jaminan keamanan, jaminan keamanan itu adalah hal yang paling mendasar bagi investasi untuk masuk ke Indonesia,” ucap Eddy April 2025.
Meski sempat menghadapi sejumlah gangguan, pembangunan fasilitas produksi BYD disebut tetap berjalan. Head of Marketing PR and Government Relation BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan sebelumnya menyatakan proses pembangunan pabrik berlangsung lancar.
Fasilitas produksi kendaraan listrik tersebut berada di kawasan Fase 2 Subang Smartpolitan, Jawa Barat. BYD telah menanamkan investasi hingga Rp11,7 triliun untuk pembangunan fasilitas tersebut.













