JAKARTA, Cobisnis.com – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Prof. Rhenald Kasali, menilai konser musik tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga dapat menjadi sarana promosi pariwisata Indonesia. Hal tersebut terlihat dari fenomena experience economy yang muncul melalui penyelenggaraan berbagai pertunjukan musik.
Menurut Rhenald, penonton konser tidak sekadar datang untuk menikmati penampilan musisi favorit. Mereka juga ingin merasakan pengalaman berwisata, mengenal kehidupan masyarakat, hingga mengunjungi berbagai tempat menarik di negara penyelenggara.
Fenomena tersebut terlihat dari konten media sosial yang dibagikan penonton asing. Mereka turut memperkenalkan suasana Indonesia, mulai dari kafe, transportasi, masyarakat, hingga aktivitas pedagang lokal.
“Kemudian mereka juga buat konten sebarin ternyata Indonesia seperti apa, kafenya bagaimana, transportasinya bagaimana, masyarakat, para pedagangnya, semua kebahagiaan dapat cerita di dunia internasional,” ujar Rhenald melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, experience economy berkaitan dengan keinginan seseorang untuk memperoleh pengalaman secara langsung. Hal serupa terlihat pada penggemar musik yang tetap bersedia menonton konser meskipun lagu-lagu idolanya dapat dinikmati melalui platform digital.
Rhenald memperkirakan dampak serupa dapat muncul dari konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026.
Menurutnya, pertunjukan seni di kawasan bersejarah dapat meningkatkan daya tarik pariwisata. Ia mencontohkan sejumlah lokasi di Italia dan Yunani yang kerap menjadi tempat penyelenggaraan pertunjukan seni.
Di sisi lain, Rhenald menyoroti kontroversi yang sempat muncul terkait rencana konser tersebut. Ia menilai penyelenggaraan acara perlu menghadirkan nilai bersama (shared value) agar manfaatnya dapat dirasakan berbagai pihak.
Penyelenggara, Shoemaker Live, juga menggalang donasi untuk anak-anak terdampak perang di Palestina dan wilayah lainnya. Donasi tersebut terbuka bagi pembeli tiket maupun masyarakat yang tidak menghadiri konser.
Rhenald menegaskan, penyelenggaraan konser internasional perlu menjadi kesempatan untuk menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus memperhatikan aspirasi masyarakat.













