JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat transformasi bisnis melalui pengembangan ekosistem perumahan, perluasan pembiayaan hunian, dan percepatan layanan digital. Hingga September 2026, total Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang telah disalurkan BTN mencapai Rp552 triliun, dengan pangsa pasar pembiayaan perumahan sebesar 39% pada Juni 2026.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan transformasi tersebut bertujuan memperluas peran perusahaan sebagai mitra keuangan keluarga Indonesia. Selain mempertahankan fokus pada pembiayaan kepemilikan rumah, BTN juga mengembangkan layanan keuangan untuk memenuhi kebutuhan nasabah pada berbagai tahap kehidupan.
Selama 76 tahun melayani masyarakat, BTN konsisten memperluas akses kepemilikan rumah, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program KPR subsidi. Pangsa pasar KPR subsidi BTN tercatat mencapai 69% pada September 2026, sementara penyaluran pembiayaan turut didukung skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Sepanjang Januari hingga September 2026, penyaluran program perumahan melalui kerja sama dengan kementerian dan lembaga mencapai 35.808 unit. Program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari guru, tenaga kesehatan, awak media, buruh, pegawai BKKBN, anggota Polri, hingga masyarakat di Provinsi Maluku.
BTN Perluas Pembiayaan Pelaku Usaha Perumahan
BTN juga memperkuat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) melalui pembiayaan dari sisi pasokan dan permintaan. Dari sisi pasokan, perusahaan bekerja sama dengan lebih dari 8.000 mitra pengembang serta membuka akses pembiayaan bagi kontraktor, pemasok, distributor, dan toko bahan bangunan.
Sementara itu, dari sisi permintaan, pembiayaan menyasar calon debitur potensial, termasuk wiraswasta, merchant BTN, dan nasabah dengan riwayat kredit yang baik. Berdasarkan data per 20 Oktober 2026, realisasi plafon KPP BTN mencapai Rp6,16 triliun untuk 9.236 debitur, terdiri atas Rp4,02 triliun dari sisi pasokan dan Rp2,14 triliun dari sisi permintaan.
Dalam aspek kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) konsolidasian BTN berada pada level 3% pada Juni 2026. Perseroan berupaya menjaga kualitas kredit melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan penguatan proses perkreditan agar pertumbuhan bisnis tetap seimbang dengan pengelolaan risiko.
Pengguna Layanan Digital BTN Tumbuh 62,4%
Di sektor digital, BTN mengembangkan platform yang mengintegrasikan layanan keuangan dengan berbagai kebutuhan gaya hidup nasabah. Sejak diluncurkan pada Februari 2025, platform tersebut mencatat sekitar 4,3 juta pengguna hingga Juni 2026, meningkat 62,4% secara tahunan.
Nilai transaksi platform digital BTN juga tumbuh 55,5% secara tahunan, dari Rp43 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp67 triliun pada Juni 2026. Layanannya mencakup pembayaran, solusi pembiayaan, perjalanan, tiket, voucher, dan berbagai produk terkait properti.
BTN turut memodernisasi sistem perbankan dengan menerapkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta teknologi pengenalan karakter optik atau optical character recognition (OCR). Dalam proses kredit konsumer, perusahaan menargetkan waktu penyelesaian atau turnaround time (TAT) menjadi lima hari melalui digitalisasi dan pengurangan pengulangan akibat dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai.
BTN Targetkan 200.000 Rumah Rendah Emisi pada 2030
Dalam aspek keberlanjutan, BTN mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam pengembangan sektor perumahan. Melalui program Rumah Rendah Emisi, BTN bersama pengembang mitra telah membangun sekitar 18.000 unit rumah rendah emisi hingga Juni 2026 dan menargetkan jumlahnya mencapai 200.000 unit pada 2030.
Perusahaan juga mengembangkan program pengelolaan sampah di lingkungan perumahan serta mendorong kewirausahaan di sektor tersebut dengan melibatkan mahasiswa, masyarakat umum, pengembang, dan pelaku usaha. Inisiatif ini diarahkan untuk mendukung pengembangan perumahan yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperluas peluang ekonomi berkelanjutan.
Selain pengembangan bisnis dan teknologi, BTN menyiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi perubahan industri jasa keuangan. Perseroan menargetkan perekrutan lebih dari 100 talenta lulusan universitas global pada 2027 serta memperkuat kompetensi pegawai dan penerapan tata kelola perusahaan.
Melalui pengembangan pembiayaan hunian, peningkatan kualitas aset, percepatan layanan digital, dan program keberlanjutan, BTN melanjutkan transformasi bisnis dengan tetap berfokus pada pembiayaan perumahan nasional. Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus memenuhi kebutuhan finansial keluarga Indonesia.













