JAKARTA, Cobisnis.com – Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, melontarkan kritik terhadap pendekatan taktik yang diterapkan pelatih Michael Carrick, terutama strategi pressing ketika tim tidak menguasai bola. Kritik tersebut muncul setelah Manchester United kalah 1-4 dari Como dan memperpanjang tren negatif dengan tujuh pertandingan tanpa kemenangan.
Fernandes menilai strategi yang dipilih staf pelatih membuat Manchester United terlalu banyak memberikan penguasaan bola kepada lawan. Menurut dia, situasi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri lawan sekaligus menyulitkan para pemain United ketika berusaha merebut bola kembali.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan bertahan yang diterapkan tim merupakan keputusan staf pelatih, bukan inisiatif para pemain.
“Ini adalah keputusan dari staf untuk tidak melakukan pressing man-to-man dan terkadang meninggalkan sedikit ruang di belakang dan mencoba merebut bola di saat-saat pertama, menunggu mereka, lalu memberikan bola kepada mereka,” katanya, dikutip dari Sky Sports, Jumat (23/10/2026).
Fernandes menambahkan, terlalu lama membiarkan lawan menguasai bola dapat membuat para pemain Manchester United kelelahan dan kesulitan mengendalikan permainan setelah berhasil merebut bola.
“Namun terkadang, ketika Anda terlalu banyak memberikan bola kepada tim-tim ini, mereka menjadi percaya diri, mereka memiliki begitu banyak pemain di belakang bola yang membuat Anda harus banyak berlari, membuat orang frustrasi, dan kemudian jelas ketika Anda merebut kembali bola, kaki dan otak menjadi jauh lebih sulit untuk mengendalikannya,” imbuh dia.
Ketika ditanya apakah pendekatan tersebut menjadi salah satu penyebab kekalahan dari Como, Fernandes menegaskan bahwa evaluasi strategi merupakan tanggung jawab pelatih.
“Itu tanggung jawab manajer dan staf untuk melihatnya, bukan tanggung jawab saya,” kata Fernandes.
Ia juga menilai Manchester United perlu lebih berani menghadapi tekanan lawan dengan mengambil risiko untuk mengganggu permainan dan membatasi ruang gerak lawan.
“Saya hanya mengatakan, saya pikir terkadang kita harus lebih berani menghadapi tekanan, mencoba mengambil risiko membuat pers sangat heboh dan membuat mereka tidak nyaman – seperti yang mereka lakukan kepada kami.”
Michael Carrick Tanggapi Kritik Fernandes
Komentar Fernandes menambah tekanan terhadap Carrick setelah kekalahan telak dari Como. Sebelumnya, bek tengah Lisandro Martinez juga dilaporkan mengkritik petinggi klub setelah kekalahan dari Atletico Madrid di Liga Champions. Martinez turut menyoroti peran direktur teknik Jason Wilcox dalam kebijakan transfer Manchester United.
Carrick memberikan tanggapan ketika ditanya mengenai komentar Fernandes dalam konferensi pers setelah pertandingan pada Rabu. Ia menjelaskan bahwa tim sempat menerapkan strategi pressing man-to-man pada babak kedua, tetapi pendekatan tersebut berujung pada kebobolan.
“Kami menerapkan strategi setengah menekan man-to-man di babak kedua dan akhirnya kebobolan gol dari situ,” katanya.
Carrick menegaskan bahwa strategi apa pun tidak akan berhasil jika tim gagal menjalankan pertahanan dengan baik.
“Taktik apa pun yang Anda mainkan, jika Anda tidak melakukan pertahanan yang kuat, Anda tidak akan menang,” imbuhnya.
Pelatih asal Inggris itu juga mengungkapkan kemarahannya terhadap penampilan Manchester United yang dinilai tidak memenuhi standar permainan tim. Kekalahan dari Como memperpanjang catatan tanpa kemenangan klub menjadi tujuh pertandingan.
“Saya sangat marah. Cara kami bermain seperti itu tidak dapat diterima,” beber dia.
Carrick mengatakan akan mengevaluasi berbagai aspek permainan tim, termasuk motivasi, niat, tujuan, dan intensitas yang ditunjukkan para pemain di lapangan.
“Saya pasti akan melihat apa yang telah kami lakukan (sebagai staf pelatih) atau apakah itu motivasi, niat, tujuan, dan intensitas permainan sepak bola yang harus Anda tunjukkan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa para pemain harus mempertahankan usaha maksimal sepanjang pertandingan dan tidak hanya menunjukkan intensitas pada momen tertentu.
“Anda tidak bisa menghidupkan dan mematikannya, dan Anda tidak bisa memilih kapan Anda ingin tampil atau kapan Anda tidak ingin tampil, atau kapan Anda memberikan segalanya atau kapan mungkin tidak,” tukas dia.
Pernyataan Fernandes dan respons Carrick memperlihatkan adanya perbedaan penekanan dalam evaluasi permainan Manchester United setelah kekalahan dari Como. Fernandes menyoroti pendekatan pressing yang dipilih staf pelatih, sedangkan Carrick menekankan pentingnya pertahanan yang kuat serta konsistensi intensitas para pemain.













