JAKARTA, Cobisnis.com – Ada banyak cara mengonsumsi telur, bisa direbus, diorak-arik, atau digoreng setengah matang. Terlepas dari bagaimana kamu menyajikannya, tidak dapat disangkal bahwa telur adalah bahan pokok yang praktis.
Namun, jika berbicara tentang manfaat nutrisinya, pernahkah kamu bertanya-tanya apakah ada cara terbaik untuk mengonsumsi telur?
Sebagai informasi, data terbaru dari Australian Eggs menunjukkan bahwa warga Australia rata-rata mengonsumsi 282 butir telur per orang per tahun, sebuah peningkatan besar dari 135 butir yang tercatat pada 1996.
Burrell mengatakan bahwa, peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk statusnya sebagai sarapan cepat dan mudah, belum lagi sebagai sumber protein yang dengan sendirinya merupakan gerakan kesehatan yang signifikan, terutama di kalangan anak muda.
“Telur adalah sumber nutrisi alami yang kaya, menawarkan 17 vitamin dan nutrisi berbeda termasuk lemak sehat, selenium, Vitamin D, Vitamin B12. Telur merupakan salah satu sumber kolin alami terkaya, yang sangat penting untuk fungsi otak,” ujar Burrell dikutip dari Nine, Jumat (16/10/2026).
Selain itu, ada juga faktor harga yang terjangkau. “Produk ini memiliki masa simpan yang relatif lama, sehingga dapat diandalkan ketika persediaan bahan makanan menipis, dan merupakan salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang paling hemat biaya per porsi,” kata Burrell.
Faktor lain menurut Burrel adalah, pergeseran dari kepercayaan yang sekarang telah dibantah bahwa telur dapat menyebabkan kolesterol yang terkandung di dalamnya dan secara otomatis meningkatkan kadar kolesterol darah.
“Tidak seperti itu cara kerjanya. Kadar kolesterol darah jauh lebih dipengaruhi oleh kandungan lemak jenuh secara keseluruhan dalam makanan, serta sejumlah variabel lain termasuk kualitas diet secara keseluruhan dan genetika,” ucap Burrell.
Salah satu hasil dari pemahaman kita yang lebih baik adalah bahwa generasi yang lebih tua tidak lagi menghindari telur demi kesehatan jantung mereka seperti dulu.
“Telur tidak terlalu tinggi lemak jenuh dan tidak terbukti berdampak buruk pada kolesterol jika dikonsumsi sebagai bagian dari diet sehat dan seimbang.”
“Seiring dengan peningkatan pemahaman kita tentang nutrisi, kini kita lebih memahami manfaat nutrisi yang diperoleh dari mengonsumsi makanan utuh, bergizi, dan tidak diolah,” tambahnya.
Jadi, bagaimana seharusnya kita mengonsumsinya?
Burrell menjelaskan, bagi orang sehat, dua butir telur sehari dapat dinikmati, sedangkan bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi, lebih baik tujuh butir telur dalam seminggu.
Lalu bagiamana dengan metode memasak? Telur sangat serbaguna, dan dapat disiapkan dengan berbagai cara.
“Telur yang dimasak lebih mudah dicerna dan nutrisinya lebih mudah diserap daripada telur mentah. Semua metode memasak telur pada umumnya akan memberikan manfaat nutrisi yang sama.”
“Kecuali jika digoreng dengan banyak minyak atau mentega tambahan, atau menambahkan lemak ekstra pada telur orak-arik. Tetapi secara umum, telur rebus, telur kukus, atau telur orak-arik dengan sedikit susu semuanya merupakan pilihan yang bagus dari segi nutrisi,” sambung Burrell.
Lebih lanjur, Burrell menyarankan untuk tetap mengonsumsi kuning telur. “Pastikan untuk tetap menyertakan kuning telur. Karena kuning telur mengandung sebagian besar nutrisi penting dari sebutir telur,” jelasnya.
Burrell juga menganjurkan untuk mengonsumsi telur saat sarapan.
“Makanan tersebut kaya akan asam amino leusin, yang dalam jumlah tinggi membantu mengatur hormon yang mengendalikan nafsu makan sepanjang hari.”
“Telur dapat dihidangkan bersama dengan pasta, dibuat tumisan dengan sayur, dinikmati sendiri atau ditambahkan ke salad, sandwich, dan wrap untuk meningkatkan asupan protein dengan cepat dan mudah,” pungkas ahli gizi tersebut.













