JAKARTA, Cobisnis.com – PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo memperluas bisnis penjaminan melalui kerja sama dengan PT Bank Hibank Indonesia (hibank). Kolaborasi ini menjadi kerja sama pertama Jamkrindo dengan bank digital sekaligus langkah untuk memperluas jangkauan layanan penjaminan kredit di ekosistem keuangan digital Indonesia.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penjaminan Kredit antara kedua perusahaan. Kemitraan ini dirancang untuk membuka peluang pertumbuhan bisnis melalui layanan yang menyesuaikan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri keuangan.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Kelembagaan Jamkrindo, Krisna Johan, mengatakan kolaborasi dengan hibank merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan melalui kemitraan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kedua pihak dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang terukur.
“Kolaborasi dengan hibank membuka peluang bagi Jamkrindo untuk memperluas jangkauan bisnis penjaminan di ekosistem digital. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah bagi kedua pihak, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang terukur,” ujar Krisna.
Bagi hibank, layanan penjaminan dapat membantu mendukung pengelolaan risiko kredit dalam penyaluran kredit. Sementara bagi Jamkrindo, kemitraan ini membuka peluang untuk memperluas portofolio penjaminan sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan bisnis baru.
Pada tahap awal, kerja sama penjaminan kredit tersebut diperkirakan memiliki potensi bisnis sekitar Rp500 miliar. Selain itu, terdapat peluang pengembangan penjaminan dari portofolio hibank lainnya yang memenuhi kriteria, dengan nilai lebih dari Rp1 triliun.
Krisna menyampaikan bahwa potensi tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan volume penjaminan dan perolehan Imbal Jasa Penjaminan (IJP) Jamkrindo. Namun, realisasi bisnis tetap bergantung pada perkembangan kerja sama, kelayakan kredit, dan ketentuan penjaminan yang berlaku.
Untuk mendukung pelaksanaan kemitraan, Jamkrindo dan hibank akan menyelaraskan ketentuan penjaminan serta kesiapan operasional masing-masing pihak. Penyelarasan proses dan pertukaran data juga berpotensi meningkatkan efisiensi layanan dan administrasi, dengan tetap memperhatikan kesiapan sistem serta prosedur kedua perusahaan.
Dari sisi teknologi informasi, Jamkrindo terus memperkuat keandalan sistem melalui Jaguars atau Jamkrindo Guarantee System, yakni sistem inti yang mendukung operasional penjaminan. Penguatan sistem dan proses digital ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien.
Keandalan teknologi informasi menjadi aspek penting dalam mendukung pengembangan bisnis digital. Sistem yang andal dapat membantu menjaga kesinambungan operasional, mendukung pengelolaan data, serta meningkatkan efektivitas layanan, dengan tetap memperhatikan keamanan informasi dan pengelolaan risiko.
Ke depan, Jamkrindo dan hibank juga menjajaki peluang kerja sama untuk produk lain, termasuk Supply Chain Financing (SCF) dan Kredit Berbasis Garansi (KBG). Penjajakan tersebut akan mempertimbangkan kebutuhan pasar, kesesuaian produk, kesiapan operasional, serta prinsip kehati-hatian dan berada di luar ruang lingkup PKS yang saat ini ditandatangani.
Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, mengapresiasi terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarpelaku industri keuangan, memperluas jangkauan layanan penjaminan, serta mendukung pertumbuhan ekosistem pembiayaan digital di Indonesia.
Abdul Bari menjelaskan bahwa kemitraan ini sejalan dengan Transformasi IMPACT Jamkrindo, yang mencakup Integration, Market, People, Analytics, Customer, dan Technology. Transformasi tersebut dijalankan melalui penguatan integrasi proses bisnis, perluasan pasar, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan analitik, peningkatan kualitas layanan pelanggan, serta optimalisasi teknologi.
“Semangat Transformasi IMPACT kami wujudkan melalui pengembangan kemitraan strategis, termasuk dengan pelaku industri keuangan digital. Kami melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk memperkuat sinergi, memperluas akses layanan penjaminan, serta menghadirkan solusi yang semakin relevan dengan kebutuhan pelaku usaha. Dengan dukungan integrasi proses bisnis dan pemanfaatan teknologi, Jamkrindo berkomitmen untuk terus menjamin lebih luas dan menghadirkan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat serta perekonomian nasional,” ujar Abdul Bari.
Melalui kerja sama ini, Jamkrindo berupaya memperluas akses layanan penjaminan kredit sekaligus memperkuat kemitraan dengan industri keuangan digital. Pengembangan kolaborasi diharapkan dapat membuka peluang bisnis baru dan mendukung layanan pembiayaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.













