• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, November 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Menpar Berharap Camino de Flores jadi Peran dalam Pemulihan Pariwisata Flores

Chodijah Febriani by Chodijah Febriani
October 14, 2026
in Lifestyle
0
Menpar Berharap Camino de Flores jadi Peran dalam Pemulihan Pariwisata Flores

Menpar Berharap Camino de Flores jadi Peran dalam Pemulihan Pariwisata Flores

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Pariwisata mendorong “Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores” sebagai pola perjalanan wisata baru yang menghubungkan beragam daya tarik dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di Pulau Flores, serta berperan dalam pemulihan Flores pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pemerataan manfaat ekonomi dan penguatan potensi lokal.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyatakan, penyelenggaraan Camino de Flores menjadi langkah strategis untuk memperluas persebaran kunjungan wisatawan, sehingga partisipasi dan manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya terpusat di satu destinasi, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Flores.

“Camino de Flores hadir sebagai bentuk pola perjalanan (travel pattern) baru yang strategis, mengingat kunjungan wisatawan selama ini cenderung terkonsentrasi di Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo.”

“Melalui Camino de Flores, kunjungan wisatawan diharapkan terdistribusi lebih merata ke kabupaten-kabupaten lain di daratan Flores dengan menghubungkan berbagai potensi, mulai dari situs religi, desa wisata, hingga lanskap alam serta event atau ritual pariwisata religi yang selama ini berkembang di Flores seperti Semana Santa, Festival Golokoe, ziarah, atau prosesi budaya lainnya,” kata Menpar Widiyanti melalui siaran pers yang diterima Cobisnis.com, Rabu (14/10/2026).

Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores—A Spiritual Journey of Reflection and Recovery merupakan kegiatan wisata jalan kaki (Flores Walk) yang menyasar segmen khusus (niche market), seperti komunitas peziarah (faith-based community) dan pencari wisata ketenangan (mindfulness tourism).

Pada tahap awal, Kemenpar dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menetapkan kegiatan pada 23–27 Oktober 2026 sebagai proyek percontohan (pilot project) Etape Tengah. Sebanyak sekitar 70 peserta dari komunitas karitatif akan menyusuri rute Bajawa–Boawae–Ende sejauh sekitar 70 kilometer, yang memadukan refleksi spiritual, sejarah, dan interaksi masyarakat.Ke depan, pengembangan Camino de Flores juga mencakup Etape Barat (Labuan Bajo–Ruteng) dan Etape Timur (Maumere–Larantuka), bahkan memungkinkan penggabungan seluruh etape sesuai dengan permintaan (demand).

Menpar Widiyanti menegaskan bahwa pelaksanaan proyek percontohan ini tidak sekadar menjadi ajang promosi, melainkan juga instrumen evaluasi untuk mengukur kesiapan teknis, operasional, dan kelembagaan destinasi, serta tingkat partisipasi para pihak dan masyarakat secara aktual.

“Kemenpar melalui Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur bersama BPOLBF telah menyusun dokumen Risk Assessment dan Emergency Response Plan yang detail. Kami memastikan kesiapan infrastruktur keselamatan dan keamanan, mulai dari penyiagaan road marshal, pos kesehatan, water station mobile, hingga mitigasi cuaca dan elevasi rute yang menantang,” jelas Menpar Widiyanti.

Perjalanan ini juga mengintegrasikan kegiatan sosial dan penggalangan kepedulian bagi masyarakat Flores. Hasil penggalangan dana direncanakan untuk mendukung renovasi rumah sakit, gereja, serta sarana budaya dan pariwisata, termasuk penyediaan fasilitas sanitasi dan akses air bersih.

Menpar Widiyanti mengapresiasi inisiatif Mari Elka Pangestu bersama tim yang menghadirkan Camino de Flores.

“Perjalanan ini tidak sekadar menawarkan keindahan alam, tetapi mengintegrasikan spiritualitas, budaya, sejarah, dan keterlibatan masyarakat lokal dalam satu pengalaman yang bermakna,” ucapnya.

Guna memastikan keberlanjutan rute peziarahan ini pada masa depan, Kemenpar juga mendorong pembentukan tata kelola lintas wilayah yang solid. Kolaborasi ini melibatkan pembagian peran yang jelas, yang akan diformalkan melalui mekanisme kerja sama atau nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Pariwisata, BPOLBF, Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten di Ngada, Nagekeo, dan Ende, keuskupan se-Flores, serta komunitas lokal.

Melalui konsep perjalanan yang lebih lambat dan mendalam, wisatawan memiliki kesempatan untuk tinggal lebih lama (length of stay), yang secara langsung diharapkan meningkatkan perputaran ekonomi di desa-desa yang dilalui. Kehadiran jalur ini membuka peluang usaha bagi pengelola homestay, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perajin tenun, serta pemandu wisata lokal.

Perjalanan Camino de Flores juga diharapkan membuka ruang bagi wisatawan untuk mengenal identitas dan kehidupan masyarakat Flores melalui tradisi tenun ikat, kekayaan kuliner lokal, serta sisi religius dan spiritual yang mengakar dalam keseharian.

Kain tenun menyimpan identitas budaya dan nilai adat, serta hadir dalam berbagai peristiwa kehidupan masyarakat. Di saat yang sama, proses menenun dan pemasaran hasilnya menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga, terutama perempuan penenun. Sementara itu, kuliner menyimpan pengetahuan lokal dan tradisi yang diwariskan lintas generasi.

Dipadukan dengan pengalaman spiritual dan interaksi langsung bersama masyarakat, ketiganya menjadikan Camino de Flores bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga sarana memahami kekayaan budaya Flores sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat setempat.

“Evaluasi dari operasional pilot project ini akan menghasilkan peta rute final, standar kelayakan, dan profil risiko yang menjadi landasan pengembangan Camino de Flores menjadi paket wisata yang berkelanjutan, untuk selanjutnya diperkenalkan kepada mitra industri sebagai salah satu potensi pengembangan paket wisata berbasis spiritual tourism yang dapat dipasarkan oleh travel agent dan tour operator. Kami berharap Camino de Flores menjadi magnet baru yang berkualitas di Kawasan Timur Indonesia,” ucap Menpar Widiyanti.

Sementata, menurut Mari Elka Pangestu selaku inisiator menjelaskan bahwa Camino de Flores terinspirasi dari Camino de Santiago de Compostela di Spanyol, rute ziarah yang telah berlangsung sejak abad ke-9 (813 M), ketika makam Rasul Santo Yakobus ditemukan di Galicia. Rute tersebut menjadi salah satu rute ziarah agung dunia dan telah diakui UNESCO serta Dewan Eropa.

Pada 2024–2025, rute tersebut mencatat rekor dengan hampir 500–530 ribu peziarah dari lebih dari 160 negara setiap tahunnya. Camino de Flores mengadaptasi semangat tersebut untuk Flores, NTT, sebagai perjalanan ziarah berjalan kaki yang berkelanjutan dengan memadukan iman, alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Saya berpikir Indonesia bisa punya Camino-nya sendiri, dan Flores adalah tempat yang sempurna untuk itu. Camino de Flores mengadaptasi semangat Camino de Santiago untuk Flores sebagai wisata spiritual yang juga berkelanjutan, yang memadukan spiritualitas, alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Sebuah perjalanan wisata berjalan kaki menelusuri jalur situs-situs religi yang menggabungkan unsur spiritual, ekonomi kreatif, juga aspek budaya,” kata Mari Elka.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011–2014 tersebut mengatakan bahwa Camino de Flores akan menjadi pola perjalanan baru yang mendistribusikan wisatawan secara lebih luas, mengingat kunjungan selama ini masih terkonsentrasi di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Camino de Flores menghubungkan berbagai daya tarik wisata di sepanjang daratan Flores, mulai dari situs religi, desa wisata, lanskap alam, hingga berbagai kegiatan dan ritual budaya yang telah berkembang di masyarakat.

“Melalui konsep yang kita kembangkan, yaitu wisata berjalan kaki melewati berbagai keindahan alam, budaya, dan situs-situs religi, diharapkan memberikan pengalaman (experience) yang berbeda dan lebih mendalam. Diharapkan wisatawan tinggal lebih lama dan tentu perputaran ekonomi terjadi langsung di desa-desa yang dilalui. Inilah pariwisata yang inklusif, yang berbasis masyarakat, dan yang berkelanjutan,” ujar Mari Elka.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik hadirnya Camino de Flores yang dinilai akan memperkuat daya tarik wisata di Flores. Menurutnya, daya tarik kegiatan ini dapat menjadi contoh untuk dikembangkan lebih luas di NTT.

“Kita bisa buat Camino de NTT. Jadi di Flores buat sendiri, Timor buat sendiri, Sumba buat sendiri sesuai dengan daya tarik, cerita dan keunikan masing-masing,” ujar Emanuel.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa semangat solidaritas dan kebersamaan yang diusung dalam Camino de Flores juga akan menjadi pengungkit bagi Flores untuk bangkit dari dampak gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Camino de Flores akan memberikan dampak yang nyata bagi kami di provinsi. Tema spiritualitas dan pemulihan di Flores ini sangat tepat dan menjadi momentum yang kuat buat kami di Flores ini untuk bisa bangkit kembali,” tukas Emanuel.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
lynda course free download
download lava firmware
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: Camino de FloresFloresKementerian pariwisataLabuan bajoMenpar WidiyantiMenteri pariwisataPulau Flores

Related Posts

Perkuat Pasar Eropa dan Kemitraan Pariwisata Global, Indonesia Hadir di WTM London 2026

Perkuat Pasar Eropa dan Kemitraan Pariwisata Global, Indonesia Hadir di WTM London 2026

by Chodijah Febriani
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Melalui partisipasi dalam World Travel Market (WTM) London 2026 yang berlangsung pada 3–5 November 2026 di ExCeL...

Lewat Famtrip, Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Nusantara Ciptakan Paket Wisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Lewat Famtrip, Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Nusantara Ciptakan Paket Wisata yang Berkelanjutan

by Chodijah Febriani
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai upaya menghasillkan paket wisata yang berkualitas dan berkelanjutan, Kementerian Pariwisata mengajak sejumlah operator tur dan agen...

Menpar: JCWF 2026 Makin Perkuat Yogyakarta jadi Destinasi Cultural Wellness

Menpar: JCWF 2026 Makin Perkuat Yogyakarta jadi Destinasi Cultural Wellness

by Chodijah Febriani
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Memadukan kekayaan budaya Yogyakarta dengan praktik wellness dalam semangat pariwisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta bagi...

Indonesia Siap Gaet Wisman Inggris di Glasgow, Manchester, dan WTM London 2026

Indonesia Siap Gaet Wisman Inggris di Glasgow, Manchester, dan WTM London 2026

by Chodijah Febriani
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Melalui Wonderful Indonesia United Kingdom Sales Mission 2026 di Glasgow dan Manchester, serta partisipasi dalam World Travel...

Kemenpar Ajak Travel Agent Tiongkok Kembangkan Paket Wisata Labuan Bajo dan Bali

Kemenpar Ajak Travel Agent Tiongkok Kembangkan Paket Wisata Labuan Bajo dan Bali

by Chodijah Febriani
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai upaya untuk memperkenalkan wisata Indonesia yang lebih luas, Kementerian Pariwisata mengajak sejumlah agen perjalanan dan operator...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

November 5, 2026
DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

November 5, 2026
IHSG Ditutup Ambruk 11,57% Hari Ini ke Level 5.185, 812 Saham Berguguran

Rp198,8 Triliun Dana Asing Terancam Keluar, IHSG Dibayangi Guncangan

November 5, 2026
Peris.ai meraih Best Award – 1st Place di Korea–ASEAN AI Youth Festa 2026, mengungguli 23 startup dan membawa pulang hadiah USD 20.000.

Peris.ai Raih Juara Pertama Kompetisi AI ASEAN-Korea

November 5, 2026
Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

November 5, 2026
Minuman Segar di Kafe - pexels/meomupmofilm

Studi: Sedotan Kertas Memiliki Risiko Kanker Lebih Besar daripada Plastik

November 5, 2026
Pelari - pexels/CRISTIAN CAMILO ESTRADA

Bahaya Rhabdomyolysis, Akibat Lari Ekstrem yang Dapat Membahayakan Jantung

November 5, 2026
PDS PatKLIn, Kemenkes, POPTI, Sysmex Bersatu Cegah Talasemia

PDS PatKLIn, Kemenkes, POPTI, Sysmex Bersatu Cegah Talasemia

November 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved