JAKARTA, Cobisnis.com – Ahli nutrisi Sonia Narang mengungkapkan tentang empat faktor yang menurutnya penting untuk pengelolaan berat badan. Dia mengatakan, ada empat pilar utama. Makanan itu penting, hidrasi itu penting, tidur itu penting, dan aktivitas fisik itu penting.
Meskipun makanan seringkali mendapat perhatian paling besar ketika timbangan menunjukkan angka yang lebih tinggi, Narang menekankan bahwa faktor gaya hidup lainnya juga dapat berperan.
“Ketika kita berbicara tentang kenaikan berat badan, kita jelas menyalahkan makanan, dan itu benar. Kamu makan banyak, kualitas makanan kamu tidak baik. Jadi ketika kita berbicara tentang kalori, berat badan jelas akan naik. Jika kamu menjalani gaya hidup kurang aktif ditambah dengan makanan yang tidak sehat, dan kurang tidur juga bisa menjadi salah satu faktornya,” katanya dilansir dari Indianexpress, Sabtu (06/09/2026).
Dia menambahkan, jadi apapun yang kita pikirkan, makanan dan hidrasi itu baik, aktivitas juga baik namun, orang yang kekurangan tidur tetap saja mengalami kenaikan berat badan.
Lantas, bagaimana sebenarnya keempat pilar ini memengaruhi berat badan?
Menurut Dt Shalini Bliss, Kepala Dietetik di Rumah Sakit PSRI, keempat pilar ini bekerja bersama-sama, bukan secara terpisah.
1. Makanan: Lebih dari sekedar menghitung kalori
Makanan adalah faktor yang paling jelas dalam penambahan berat badan. Mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh dapat meningkatkan lemak tubuh, terutama jika kelebihan kalori tersebut berasal dari makanan olahan yang padat kalori.
Namun Bliss mengatakan, bahwa pengelolaan berat badan tidak boleh direduksi hanya dengan mengurangi makan.
“Empat pilar makanan, hidrasi, tidur, dan aktivitas fisik bekerja bersama untuk mengatur berat badan dan metabolisme,” jelasnya.
2. Hidrasi: Jangan salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar
“Hidrasi juga penting, karena terkadang dehidrasi dapat disalahartikan sebagai rasa lapar, dan hal itu memengaruhi tingkat energi dan aktivitas fisik,” ungkap Bliss.
Meskipun minum air putih bukanlah strategi penurunan berat badan, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik mendukung fungsi tubuh normal dan dapat membantu mencegah rasa haus disalahartikan sebagai kebutuhan untuk makan.
Hidrasi yang cukup juga dapat mendukung tingkat energi, yang dapat memengaruhi seberapa aktif seseorang sepanjang hari.
3. Tidur: Faktor yang sering diabaikan
“Kurang tidur atau tidur yang tidak cukup dapat mengubah hormon lapar dan kenyang, meningkatkan keinginan makan, dan mengurangi motivasi atau kemampuan untuk berolahraga,” jelas Bliss.
Ini berarti bahwa seseorang yang terus-menerus kurang tidur mungkin akan kesulitan mengatur nafsu makan atau mempertahankan aktivitas fisik, meskipun pola makannya tampak cukup seimbang.
4. Aktivitas fisik: Bukan hanya tentang olahraga
“Gerakan adalah cara tubuh menggunakan energi, mempertahankan otot, dan menjaga kesehatan metabolisme,” ujae Bliss.
Namun, tidak berarti seseorang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk olahraga. Tetapi, cobalah lakukan gerakan yang sederhana. Berolahraga dalam waktu singkat jangan menghabiskan waktu dengan duduk bersantai saja.
“Duduk dalam waktu lama atau mengurangi tingkat aktivitas harian dapat menurunkan pengeluaran energi total kamu. Bahkan jika kamu berolahraga secara teratur,” jelas Bliss.
Lebih lanjut, Bliss mengatakan jika berat badan masih naik walau sudah tidur teratur dan makan dengan makanan yang bernutrisi seimbang, ia menyarankan untuk segera periksa ke dokter.
“Jika kenaikan berat badan terus berlanjut atau tidak dapat dijelaskan, ada baiknya juga untuk berkonsultasi dengan dokter.”
“Faktor medis dan fisiologis tertentu dapat berkontribusi pada penambahan berat badan, termasuk masalah tiroid, beberapa obat-obatan, perubahan hormonal, dan kondisi metabolisme lainnya,” tukas Bliss.













