JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negaranya mungkin segera menyerang Gunung Pickaxe di Iran.
Gunung Pickaxe berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz yang mengalami kerusakan parah akibat serangan AS sebelumnya.
Gunung tersebut memiliki dua kompleks terowongan bawah tanah dan disebut-sebut sebagai lokasi rahasia penyimpanan nuklir Iran.
Pemerintah Iran telah membantah adanya aktivitas terkait nuklir di kawasan Gunung Pickaxe.
“Kita mungkin akan menyerang Pickaxe segera. AS mengetahui semua orang yang bergerak di Pickaxe dan di seluruh Iran,” ujar Trump, dilansir Anadolu Agency, Sabtu (05/09/2026).
Trump juga menyebut konflik dengan Iran sebagai masalah kecil bagi Amerika Serikat.
“Banyak orang tidak menyebutnya perang. Saya menyebutnya konflik militer karena itu masalah kecil bagi kita. Itu bukan hal besar. Kita sudah menangani Venezuela, dan kita sudah menangani ini,” kata Trump kepada wartawan, dilansir AFP, Sabtu (05/09/2026).
Konflik AS dan Iran telah berlangsung selama enam bulan dan menewaskan 18 personel militer Amerika Serikat serta ribuan warga Iran.
Upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik kini mengalami kebuntuan, sementara Teheran mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Trump mengatakan Amerika Serikat melakukan serangan secara berkala, tetapi menegaskan negaranya tidak sedang berperang.
“Kita tidak sedang berperang saat ini,” tegas Trump.
Ia juga mengklaim AS secara efektif menguasai Selat Hormuz dan telah menghancurkan kekuatan militer Iran.
“Apa yang telah kami lakukan sungguh luar biasa. Kami mengambil alih Venezuela dan pada dasarnya kami telah mengambil alih Iran,” kata Trump.
Saat ditanya mengenai pernyataannya yang menyebut konflik tersebut sebagai masalah kecil meski 18 personel militer AS tewas, Trump membandingkannya dengan perang Amerika Serikat di Vietnam dan Afghanistan.
“Saya rasa tidak penting apa sebutannya. Yang penting adalah fakta bahwa kita telah meraih keberhasilan besar. Kita telah menghentikan Iran memiliki senjata nuklir,” ujarnya.













