JAKARTA, Cobisnis.com – Kebisingan masih menjadi salah satu keluhan utama tamu hotel. Namun, banyak hotel belum mampu mengatasi masalah tersebut secara efektif.
Jason GaNun merasakan langsung gangguan itu saat melakukan perjalanan kerja ke Mississippi tahun lalu. Ia bahkan mencoba tiga kamar berbeda demi mendapatkan istirahat yang cukup sebelum menjalani aktivitas padat keesokan harinya.
Di kamar pertama, GaNun mengaku terganggu oleh suara pendingin udara yang sangat berisik. Menurutnya, unit AC tersebut menjadi salah satu yang paling bising yang pernah ia temui.
Setelah itu, ia pindah ke kamar kedua. Namun, suara kulkas justru mengganggu waktu tidurnya. Meski begitu, masalah belum berakhir. Saat mencoba kamar ketiga, GaNun harus menghadapi kebisingan dari tamu lain yang menggelar pesta di kamar sebelah.
“Saya bisa mendengar semua yang mereka lakukan,” kata GaNun, seorang manajer proyek di perusahaan pembongkaran bangunan di Pennsylvania.
Sementara itu, Lindsey Maness menghadapi pengalaman serupa saat menginap untuk urusan pekerjaan di Austin, Texas. Saat itu, Maness sedang hamil tujuh bulan. Namun, posisi kamarnya yang dekat dengan lift membuatnya kesulitan beristirahat sepanjang malam.
Ia terus mendengar suara penanda lift yang berbunyi saat pintu terbuka dan tertutup. Selain itu, kebisingan tersebut berlangsung hampir tanpa henti selama malam hari.
Pengalaman GaNun dan Maness menunjukkan bahwa kebisingan masih menjadi tantangan besar bagi industri perhotelan. Karena itu, banyak tamu menempatkan ketenangan kamar sebagai salah satu faktor terpenting saat memilih hotel.
Di sisi lain, tidak semua sumber kebisingan mudah diatasi. Beberapa berasal dari peralatan hotel yang sudah tua. Sementara itu, sebagian lainnya muncul dari aktivitas tamu atau desain bangunan yang kurang mendukung peredaman suara. Akibatnya, banyak hotel masih kesulitan memberikan pengalaman menginap yang benar-benar tenang bagi para tamunya.













