JAKARTA, Cobisnis.com – Seperti yang kita ketahui, sarapan adalah kebutuhan yang sangat penting untuk kesehatan dan memasok energi utama setelah berpuasa semalaman saat tidur.
Bahkan penelitian mendukung hal ini, dan menunjukkan bahwa orang yang melewatkan sarapan lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Jadi, jika kamu termasuk dalam hampir 50 persen orang dewasa di Amerika Serikat yang menderita tekanan darah tinggi, sarapan yang kaya nutrisi dapat menurunkan tekanan darah Anda.
“Sarapan menyediakan nutrisi penting yang dibutuhkan jantung untuk bekerja lebih efektif, sehingga memungkinkan peningkatan tonus pembuluh darah dan tekanan darah,” kata Michelle Routhenstein, MS, RD, CDCES, seorang ahli diet terdaftar yang berspesialisasi dalam kardiologi preventif.
Namun, seberapa awal kamu perlu sarapan untuk mendapatkan manfaat ini? Meskipun sulit menemukan penelitian spesifik tentang waktu sarapan yang tepat, beberapa ahli merekomendasikan sarapan dalam waktu satu jam setelah bangun tidur untuk meningkatkan tekanan darah yang sehat.
“Waktu ini akan membantu tubuh kamu mempertahankan kadar gula darah yang seimbang sejak dini, mengurangi beban pada sistem kardiovaskular, dan meningkatkan tekanan darah yang stabil,” tamabah Vandana Sheth, RDN, CDCES, FAND, seorang ahli diet berbasis tumbuhan dan pendidik diabetes bersertifikat dikutip dari eating well, Selasa (01/09/2026).
Routhenstein menambahkan bahwa makan dalam waktu 30 hingga 60 menit setelah bangun tidur dapat membantu mengelola tekanan darah dengan menurunkan kadar hormon stres kortisol, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menyediakan nutrisi yang menurunkan tekanan darah.
Meskipun begitu, jika kamu tidak terbiasa sarapan atau jika makan pagi-pagi sekali membuat perut mual, menambahkan sarapan ke dalam menu harian kamu akan tetap bermanfaat, meskipun kamu tidak dapat menyempatkannya dalam waktu satu jam setelah bangun tidur.
“Saya selalu memberi tahu pasien saya bahwa waktu terbaik untuk sarapan adalah ketika mereka dapat duduk, menikmatinya, dan menjadikannya rutinitas.”
“Ini bukan hanya tentang apa yang kamu makan atau kapan makan. Proses memperlambat dan makan dengan penuh kesadaran juga penting untuk pencernaan dan tekanan darah,” terang Sheth.
Menurut Kaytee Hadley, MS, RDN, IFMCP, seorang ahli gizi yang berspesialisasi dalam pengobatan fungsional dan kesehatan usus, ada sebuah penelitian menunjukkan bahwa sarapan dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih baik dan kesehatan kardiovaskular. Sebaliknya, penelitian mengungkapkan bahwa melewatkan sarapan dapat secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
“Meskipun ini tidak secara pasti menunjukkan bahwa melewatkan sarapan menyebabkan tekanan darah tinggi, hal ini menunjukkan adanya hubungan antara sarapan dan kesehatan kardiovaskular,” kata Hadley.
Lebih lanjut, Routhenstein menjelaskan sarapan adalah kesempatan yang sangat baik untuk memasukkan nutrisi penting untuk tekanan darah yang sehat.
“Seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi harus mengupayakan sarapan yang kaya nutrisi, seimbang, rendah sodium, dan kaya kalium, kalsium, dan magnesium,” kata Routhenstein.
Mungkin dari kalian sudah pernah mendengar bahwa mengonsumsi terlalu banyak natrium dapat meningkatkan tekanan darah. Namun, ada juga nutrisi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, khususnya kalium, kalsium, dan magnesium.
“Sarapan sebaiknya mencakup makanan nabati berwarna-warni seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan atau biji-bijian, dengan setidaknya 20 gram protein dan garam yang terbatas. Hati-hati dengan kue dan daging olahan, seperti sosis, yang bisa mengandung garam tersembunyi, terang Routhenstein.













