JAKARTA, Cobisnis.com – Ada orang yang tetap terlihat tenang ketika menghadapi masalah, konflik, maupun tekanan, bukan karena tidak memiliki emosi, melainkan karena mampu mengelola respons terhadap keadaan.
JAKARTA, Cobisnis.com – Ada orang yang tetap terlihat tenang ketika menghadapi masalah, konflik, maupun tekanan, bukan karena tidak memiliki emosi, melainkan karena mampu mengelola respons terhadap keadaan.
Dalam sebuah video di kanal YouTube Murupuy, dibahas sejumlah kebiasaan yang dapat membantu seseorang membangun ketenangan dan ketahanan mental dalam menghadapi berbagai situasi.
“Faktanya dia bukan tanpa rasa, tapi dia punya kebiasaan yang bikin dia tetap tenang,” dikutip dari kanal YouTube Murupuy, Sabtu (29/8/2026).
Kebiasaan pertama adalah tidak reaktif, tetapi reflektif.
Orang yang tenang tidak terburu-buru memberikan respons ketika menghadapi situasi yang memancing emosi.
Mereka memberikan jeda untuk menarik napas, memahami perasaan, kemudian menentukan respons yang paling tepat.
Kebiasaan sederhana ini dapat dimulai dari hal kecil, seperti tidak langsung membalas pesan ketika sedang marah atau menghitung beberapa detik sebelum menjawab perkataan yang menyakitkan.
“Semakin sering lu reflektif, semakin lu kenal dengan emosi lu sendiri dan itu bikin lu jadi lebih bijak,” dikutip dari kanal YouTube Murupuy.
Kedua, memiliki dialog batin yang sehat.
Orang yang tenang tidak membiarkan pikirannya terus dipenuhi suara negatif ketika menghadapi kegagalan atau masalah.
Sebaliknya, mereka belajar berbicara kepada diri sendiri dengan cara yang lebih menenangkan, seperti mengingatkan bahwa masalah hanya merupakan sebuah fase dan masih dapat dihadapi.
Kebiasaan ini dapat dilatih melalui journaling atau refleksi untuk membedakan antara fakta, asumsi, dan ketakutan yang muncul dalam pikiran.
Ketiga, tidak mengejar validasi dari orang lain.
Orang yang mengenal dirinya tidak mudah goyah hanya karena melihat pencapaian orang lain atau mendapatkan penilaian negatif.
Mereka lebih memilih berpegang pada nilai hidup seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan komitmen.
“Karena yang tenang adalah yang tulus dan yang tulus adalah yang enggak butuh tepuk tangan buat terus maju,” dikutip dari kanal YouTube Murupuy.
Keempat, memiliki rutinitas yang menjadi pegangan.
Ketenangan tidak hanya dibangun melalui pola pikir, tetapi juga melalui rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Rutinitas seperti bangun lebih pagi, menulis hal yang disyukuri, berjalan kaki, berolahraga ringan, atau meluangkan beberapa menit tanpa memegang ponsel dapat memberikan ruang untuk menenangkan pikiran.
Kelima, tidak menghindari rasa takut.
Orang yang tenang bukan berarti tidak pernah takut.
Mereka tetap merasakan kecemasan ketika menghadapi tantangan, tetapi tidak membiarkan rasa takut menentukan langkah yang harus diambil.
“Takut itu sinyal. Kadang tanda lu lagi keluar dari zona nyaman,” dikutip dari kanal YouTube Murupuy.
Karena itu, keberanian dapat dilatih dengan menghadapi ketakutan secara bertahap, dimulai dari langkah kecil.
Keenam, mengetahui apa yang bisa dikontrol dan apa yang harus dilepas.
Tidak semua keadaan dapat dikendalikan, termasuk tindakan, perkataan, maupun keputusan orang lain.
Orang yang tenang memilih memusatkan energi pada hal-hal yang masih berada dalam kendalinya, seperti respons, sikap, keputusan, fokus, dan cara mengelola emosi.
“Lu enggak bisa kontrol ombak, tapi lu bisa siapin kapal,” dikutip dari kanal YouTube Murupuy.
Ketujuh, mampu mengatur energi diri.
Ketenangan juga berkaitan dengan kondisi fisik dan lingkungan seseorang.
Kurang tidur, kelelahan, terlalu banyak memberi tanpa beristirahat, hingga terus berada di lingkungan yang menguras energi dapat membuat seseorang lebih mudah kehilangan kendali atas emosinya.
Karena itu, menjaga waktu istirahat, memilih lingkungan yang sehat, serta mengetahui kapan harus berhenti menjadi bagian penting dalam menjaga ketenangan.
Pada akhirnya, kehidupan tidak akan selalu berjalan sesuai keinginan dan situasi di luar diri tidak selalu dapat dikendalikan.
Namun, seseorang tetap dapat belajar mengendalikan cara dirinya merespons keadaan.
“Jangan tunggu situasi tenang buat jadi tenang. Justru lu harus jadi pusat ketenangan itu,” dikutip dari kanal YouTube Murupuy.