JAKARTA, Cobisnis.com – Ninda Fer membagikan enam kebiasaan belajar yang dapat diterapkan untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan skill, terutama bagi mereka yang sudah memasuki dunia kerja.
Ninda mengatakan nilai akademik bukan satu-satunya hal yang menentukan kemampuan seseorang karena pengalaman belajar yang tepat dapat membantu seseorang terus berkembang.
“Yang jelas ini bukan hasil dari IPK aku yang pas-pasan, tapi karena aku nemuin kebiasaan belajar yang beneran jalan yang bisa terus-menerus upgrade skill aku,” kata Ninda Fer dari kanal YouTube NindaaFer, dikutip Cobisnis Selasa (25/8/2026).
Kebiasaan pertama yang dibagikan Ninda adalah mengikuti hal-hal yang membuat seseorang penasaran.
Menurutnya, belajar sesuatu yang benar-benar menarik perhatian akan membuat seseorang lebih mudah menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.
Ia menyarankan untuk menuliskan tiga topik yang sedang atau selalu membuat penasaran, kemudian memilih salah satunya sebagai fokus belajar.
Kebiasaan kedua adalah menentukan target yang konkret.
Ninda menilai rasa penasaran perlu disertai tujuan yang jelas agar proses belajar tidak berubah menjadi sekadar mengonsumsi banyak informasi.
“Rasa penasaran itu penting, tapi tanpa arah itu cuma jadi scrolling yang lebih intelek,” ujar Ninda Fer dalam video tersebut.
Ia memberikan contoh target seperti mampu melakukan presentasi kepada tim dalam satu bulan atau membeli ETF pertama sebelum akhir bulan.
Kebiasaan ketiga adalah memanfaatkan waktu yang sudah tersedia dalam keseharian.
Ninda menyebut waktu perjalanan menuju kantor, berolahraga, memasak, hingga beberes rumah dapat dimanfaatkan untuk mendengarkan podcast atau audiobook yang berkaitan dengan hal yang sedang dipelajari.
Selanjutnya, Ninda menyarankan untuk mulai mempraktikkan sesuatu sebelum merasa benar-benar siap.
Menurutnya, seseorang tidak perlu menunggu selesai membaca semua buku atau mengikuti seluruh kursus sebelum mengambil tindakan.
“Mulai dulu, start di tengah jalan, baru akhirnya cari jawabannya,” kata Ninda Fer.
Kebiasaan kelima adalah memahami, bukan sekadar menghafal.
Ninda mengenalkan teknik Feynman dengan cara menutup seluruh referensi setelah belajar, kemudian menjelaskan kembali materi menggunakan bahasa sendiri seolah-olah sedang mengajarkannya kepada orang lain.
Jika seseorang kesulitan menjelaskan bagian tertentu, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa bagian tersebut masih perlu dipelajari lebih dalam.
Kebiasaan terakhir adalah mempraktikkan ilmu yang sudah dipelajari dan melihat hasilnya di dunia nyata.
Ninda menilai pengalaman langsung dapat memberikan umpan balik yang tidak selalu bisa diperoleh hanya dari buku atau materi pembelajaran.
“Ini bukan sistem yang bikin kamu pintar dalam semalam, tapi ini kebiasaan yang bikin kamu terus jadi lebih pintar hari demi hari sambil tetap kerja dan tetap hidup normal,” ujar Ninda Fer.
Enam kebiasaan tersebut pada dasarnya menekankan pentingnya rasa ingin tahu, tujuan yang jelas, konsistensi, praktik, pemahaman, dan evaluasi dalam proses belajar.
Ninda juga mengingatkan bahwa proses meningkatkan kemampuan membutuhkan waktu dan tidak harus dilakukan dengan mengorbankan seluruh aktivitas sehari-hari.
“IPK 2,9 aku bukan hambatan. Justru itu yang ngajarin aku bahwa kebiasaan belajar yang benar jauh lebih penting dari seberapa keras kamu belajar,” kata Ninda Fer.













