JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengubah strategi menghadapi Iran. Kali ini, Trump mengandalkan tekanan ekonomi untuk memaksa Iran menyerah. Ia menyampaikan ancaman tersebut melalui Truth Social pada Rabu.
Trump menjanjikan “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun”. Strategi tersebut muncul setelah pendekatan sebelumnya belum mencapai tujuan Trump. Serangan militer AS belum memaksa Iran menyerah.
Selain itu, upaya Trump mendorong Iran kembali ke perundingan nuklir juga belum membuahkan hasil. Washington sebelumnya menawarkan sejumlah insentif melalui nota kesepahaman.
Namun, Trump kini menghentikan seluruh pembicaraan dengan Iran. Timnya juga menyampaikan kepada sejumlah sekutu politik bahwa pemerintah mulai fokus pada perang ekonomi.
Strategi tersebut menargetkan perekonomian Iran secara langsung. Trump berharap tekanan ekonomi dapat melemahkan Iran dan memaksanya menerima tuntutan Amerika Serikat.
Sementara itu, perubahan strategi kembali menunjukkan dinamika konflik AS-Iran yang terus bergerak. Pemerintahan Trump sebelumnya beberapa kali mengubah pendekatan terhadap Teheran.
Meski begitu, belum jelas apakah Trump akan mempertahankan strategi tersebut dalam jangka panjang. Tekanan politik dan dampak ekonomi dapat memengaruhi langkah pemerintah berikutnya. Karena itu, dunia masih menunggu apakah ancaman ekonomi terbaru Trump benar-benar akan berjalan sesuai rencana.












