JAKARTA, Cobisnis.com – Mantan petinju Prichard Colón meninggal dunia pada usia 33 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir 11 tahun setelah mengalami cedera kepala serius dalam sebuah pertandingan.
Colón mengalami pukulan ilegal ke kepala saat menghadapi Terrel Williams pada 2015. Pertandingan tersebut menjadi satu-satunya kekalahan dalam karier profesionalnya.
Cedera itu kemudian mengubah kehidupan Colón secara drastis. Ia harus menjalani perawatan panjang akibat dampak serius dari pertarungan tersebut.
Kabar kematiannya disampaikan sang ayah, Richard Colón, melalui Facebook pada Kamis. Richard mengungkapkan kesedihannya atas kepergian putranya.
Ia juga berterima kasih kepada orang-orang yang selama bertahun-tahun memberikan dukungan dan doa untuk Colón. Keluarga meminta dukungan doa setelah kabar tersebut.
Colón lahir di Florida, Amerika Serikat. Namun, keluarganya pindah ke Puerto Rico ketika ia masih kecil. Sejak muda, Colón menunjukkan potensi besar sebagai petinju. Ia meraih lima gelar nasional amatir sebelum berusia 20 tahun.
Selain itu, Colón juga memenangkan medali emas Youth Pan American. Prestasi tersebut membuatnya menjadi salah satu talenta muda yang menjanjikan. Karier profesionalnya kemudian berkembang dengan cepat. Namun, pertarungan pada 2015 mengubah perjalanan karier dan kehidupannya.
Colón akhirnya dikenang bukan hanya karena potensinya di atas ring. Kisahnya juga menjadi pengingat tentang risiko cedera kepala dalam olahraga tinju.












