• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, August 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Huawei TechDay Dorong Penguatan Kompetensi SDM Digital Melalui Program Pelatihan TIK bagi 33 Perguruan Tinggi di Indonesia

Jawarul Kunnas by Jawarul Kunnas
October 1, 2020
in Teknologi
0
Huawei TechDay Dorong Penguatan Kompetensi SDM Digital Melalui Program Pelatihan TIK bagi 33 Perguruan Tinggi di Indonesia

Cobisnis.com – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sedang berusaha mengembangkan standar keamanan Internet of Things (IoT).

“Pertama tentunya kita membangun standar, harus mengembangkan standar, sampai saat ini kita belum punya, kita berusaha mengembangkan standarnya, standar keamanan dari IoT supaya membatasi,” kata Anton Setiawan, Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, dalam acara talkshow daring BSSN – Huawei Cyber Scout Hunt bertajuk “Cybersecurity for IoT”, Kamis (1 Oktober 2020).

Disisi lain, Anton mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Termasuk hari ini kita acara bekerja sama dengan huawei, bagian dari bagaimana teman-teman di huawei memiliki teknologi, bagaimana kita bisa belajar dari mereka karena mereka sudah maju, untuk kita belajar teknologi kemudian memanfaatkan teknologi tersebut,” kata dia.

Terkait SDM, Anton mengatakan itu prioritas karena teknologi akan bisa dikuasai akan bisa dikembangkan ataupun kita melakukan inovasi kalau SDMnya memang unggul. BSSN sendiri, kata dia, mendorong dalam pengembangan SDM dengan membangun standar kompetensi kerja nasional indonesia bidang keamanan siber agar SDM memiliki kemampuan mengembangkan teknologi atau menjadi pelaku utama.

“Kita harus kerja sama dengan siapapun pihak yang punya teknologi untuk menyerap termasuk hari ini dengan Huawei, [melakukan training bersamaa] teman-teman akademisi dan mahasiswa, setelah ini ada training berkelanjutan, silahkan dimanfaatkan training itu untuk meningkatkan kapasitas kita, sehingga ketika kita mau adopsi IoT secara penuh […] masuk ke dalamnya hati-hati, kita bisa dan memang bisa memitigasi risiko dan bisa mengambil peluang,” ujar dia.

Sementara itu, kata Anton, BSSN juga melakukan edukasi baik sendiri dan juga bekerja sama dengan komunitas untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait risiko dari pemanfaatan teknologi IoT ini yang tidak bisa dihindari.

“ketika kemudian kita menggunakan IoT, enggak bisa dihindari [risiko], tetapi kita harus tahu risiko dan ketika tahu risiko itu kita bisa memitigasi,” kata dia.

Ia pun memberi contoh dari risiko pemanfaatan IoT dalam CCTV IT. Anton menjelaskan bahwa kini CCTV tidak lagi dipasang kemudian ditarik kabel, sekarang CCTVnya sudah mobile, bisa ditaruh di mana saja lalu dihubungkan dengan ponsel. Itu, kata dia, ketika penggunanya tidak melindungi ITnya maka akan memberikan celah kepada orang lain untuk melihat kondisi rumah dan itu sangat berbahaya.

“Itu kemudian kita juga coba berikan panduan ke masyarakat, supaya bisa menjaga penggunaan teknologi IoT ini dengan baik.” ungkapnya.

Apa saja sih kelemahan dari pemanfaatan IoT?
Menurut Anton, mengutip sebuah laporan dari Open Web Application Security Project (OWASP), tahun 2018, kelemahan yang paling tinggi dalam pemanfaatan teknologi IoT ini terletak pada sisi penggunanya atau user.

“Kelemahan yang paling tinggi di user itu adalah penggunaan password, password yang lemah,” ujar Anton.

Selain dari sisi kata sandi, ada 9 kelemahan teratas lainnya dari IoT antara lain:

1. layanan jaringan yang tidak aman
2. antarmuka ekosistem yang tidak aman
3. kurangnya mekanisme pembaruan yang aman
4. penggunaan komponen yang tidak aman atau usang
5. perlindungan privasi tidak memadai
6. transfer dan penyimpanan data tidak aman
7. kurangnya manajemen perangkat
8. pengaturan default yang tidak aman
9. kurangnya pengerasan fisik

Untuk melindunginya, kata Anton, itu bisa dengan memelihara kata sandi, koneksinya harus dijaga, kemudian identifikasi terkait serangan. Untuk mengidentifikasi adanya serangan secara sederhananya, Anton menjelaskan bisa dengan melihat apakah ketika perangkat tidak digunakan tetapi baterainya cepat habis.[]

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
online free course
download lava firmware
Download WordPress Themes Free
online free course
Tags: Bisnis indonesiabssnCobisnisekonomi digitalHuawei

Related Posts

Pemerintah Naikkan Margin Bulog Jadi 7% agar Kualitas Beras Meningkat

Pemerintah Naikkan Margin Bulog Jadi 7% agar Kualitas Beras Meningkat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perum Bulog memastikan akan meningkatkan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat setelah pemerintah menaikkan margin fee penugasan...

Indonesia Incar Posisi Pemimpin Industri Protein ASEAN

Indonesia Incar Posisi Pemimpin Industri Protein ASEAN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat produksi dan distribusi protein di Asia Tenggara. Besarnya pasar domestik,...

Final Piala Presiden Elite 2026

AFC Setujui Jadwal Final Piala Presiden Elite 2026, Persib vs Persebaya Digelar Sesuai Agenda

by Desti Dwi Natasya
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menyetujui jadwal semifinal dan final Piala Presiden Elite 2026. Persetujuan tersebut...

Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditunjuk sebagai Independent Co Chair atau Ketua Bersama Independen untuk penggalangan...

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi di Bandara Juanda

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi di Bandara Juanda

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bea Cukai kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Seorang penumpang pesawat rute Kuala...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
6 Tips untuk Si Kecil yang Susah Sarapan

6 Tips untuk Si Kecil yang Susah Sarapan

August 6, 2026
Singapura jadi Kota Paling Ramah di Dunia

Singapura jadi Kota Paling Ramah di Dunia

August 6, 2026
BUMI Raup Laba Lebih Tinggi di Semester I 2026, Profitabilitas Terus Menguat

BUMI Raup Laba Lebih Tinggi di Semester I 2026, Profitabilitas Terus Menguat

August 5, 2026
Ingin Tidur Lebih Berkualitas? Ini 7 Makanan yang Direkomendasikan Ahli

Ingin Tidur Lebih Berkualitas? Ini 7 Makanan yang Direkomendasikan Ahli

August 6, 2026
2,2 Juta Anak Indonesia Terdeteksi Alami Tekanan Darah Tinggi, Ini Faktor Pemicunya

2,2 Juta Anak Indonesia Terdeteksi Alami Tekanan Darah Tinggi, Ini Faktor Pemicunya

August 7, 2026
TNI Kerahkan Rafale dan Drone Kamikaze dalam Latihan Integrasi 2026

Deretan Alutsista Modern TNI Unjuk Kekuatan di Kepri, Ada Rafale hingga Drone Kamikaze

August 7, 2026
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Resmi Dijual Global, Pre-order Naik 30 Persen

August 7, 2026
Ilustrasi kayu fosil berusia 300 juta tahun

Kayu Fosil 300 Juta Tahun Ungkap Sejarah Panjang Geologi Bumi

August 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved