JAKARTA, Cobisnis.com – Taiwan menggelar latihan militer terbesar tahunannya sebagai bagian dari persiapan menghadapi potensi konflik dengan China. Dalam latihan tersebut, Presiden Lai Ching te menjalani simulasi evakuasi menggunakan kendaraan personel lapis baja.
Latihan Han Kuang dimulai pada Rabu, 5 Agustus 2026, dan dijadwalkan berlangsung selama 10 hari. Simulasi ini bertujuan menguji kesiapan militer dan pemerintah menghadapi situasi darurat.
Dalam salah satu skenario, Lai melakukan perjalanan malam menuju pusat komando militer menggunakan kendaraan lapis baja. Ia terlihat mengenakan rompi antipeluru dan helm pelindung selama simulasi berlangsung.
Kantor Kepresidenan Taiwan menyatakan latihan tersebut melibatkan presiden bersama sejumlah pejabat senior. Mereka menjalani simulasi untuk memastikan pemerintahan tetap berjalan saat kondisi darurat.
Menurut juru bicara kepresidenan, Karen Kuo, latihan difokuskan pada kepemimpinan operasi pertahanan dan keberlangsungan fungsi pemerintahan. Berbagai skenario krisis turut disimulasikan selama kegiatan berlangsung.
Latihan juga menguji struktur komando, koordinasi antarlembaga, dan mekanisme respons darurat. Pemerintah ingin memastikan setiap institusi mampu bekerja secara efektif dalam kondisi yang tidak terduga.
Taiwan secara rutin menggelar latihan Han Kuang setiap tahun. Namun, latihan kali ini mendapat perhatian lebih besar karena meningkatnya ketegangan dengan China.
Beijing masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. China juga berulang kali menyatakan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan untuk menyatukan pulau tersebut.
Pemerintah Taiwan menegaskan latihan ini bersifat defensif. Tujuannya adalah meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai ancaman terhadap keamanan nasional.
Latihan Han Kuang menjadi salah satu langkah Taiwan untuk memperkuat koordinasi sipil dan militer. Pemerintah berharap seluruh sistem pertahanan dapat berfungsi optimal jika menghadapi situasi darurat.













