JAKARTA, Cobisnis.com – Menurut sebuah penelitian, membatasi konsumsi gula sebelum usia dua tahun dapat melindungi otak menurunkan risiko demensia jangka panjang.
Para ilmuwan melacak 65 ribu warga Inggris yang lahir pada 1940-an dan 50-an tersebut diketahui mengurangi atau penjatahan asupan gula selama Perang Dunia II. Hasilnya, mereka yang membatasi asupan gula dapat mengurangi risiko demensia di usia dewasa hingga seperlimanya.
Sebagai informasi, penjatahan makanan di masa perang dimulai di Inggris pada Januari 1940, ketika daging asap, mentega, dan gula dibatasi.
Dikutip dari The Sun, Sabtu (08/08/2026), pengurangan asupan gula tidak hanya menurunkan risiko demensia secara keseluruhan, tetapi juga menunda timbulnya demensia bagi mereka yang akhirnya mengidapnya.
Selain itu, temuan lainnya juga membuktikan bahwa bayi dan selama kehamilan ibu mereka yang membatasi asupan gula juga terbukti menurunkan risiko demensia.
Ini berarti temuan tersebut dapat memberikan wawasan tentang bagaimana gula memengaruhi proses metabolisme atau bagaimana bayi menyerap nutrisi.
Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya pada kelompok yang sama menemukan bahwa mereka cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk menderita kondisi termasuk serangan jantung dan stroke jika mereka memiliki kadar gula darah rendah di masa kanak-kanak dan jika ibu mereka memiliki kadar gula darah rendah selama kehamilan.
Dr. Jiazhen Zheng, ahli di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong di Guangzhou, Tiongkok, dan salah satu penulis studi tersebut mengatakan temuan kami menunjukkan bahwa membatasi gula pada tahap awal kehidupan mungkin memiliki manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak.
“Hasil ini menyoroti potensi pentingnya nutrisi di awal kehidupan dalam mengurangi risiko demensia beberapa dekade kemudian,” jelasnya.
Lebih lanjut, para peneliti menghitung bahwa orang yang mengalami penjatahan gula sebelum lahir dan hingga usia satu tahun memiliki risiko demensia 21 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang lahir setelah penjatahan gula diberlakukan. Jika konsumsi gula dibatasi hingga usia dua tahun, penurunan yang terjadi lebih besar, yaitu sebesar 23 persen.
“Membatasi tambahan gula selama kehamilan dan masa bayi mungkin merupakan salah satu langkah bermanfaat yang dapat dilakukan keluarga dan masyarakat, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami bagaimana paparan dini ini memengaruhi risiko demensia,” jelas Dr. Zheng.









