JAKARTA, Cobisnis.com – Apakah kamu setiap tidur malam merasa tidak nyenyak, cemas dan merasa seperti kelelahan? Ya, itu tandanya kamu mengalami pemasalahan atau gangguan dalam tidur yang berbahaya dan harus segera diperiksakan ke dokter.
Kebanyakan beberapa orang sayangnya tidak menyadari gangguan tidur dan mengganggapnya hanya kelelahan setelah melakukan aktivitas yang padat.
“Kebanyakan orang akan menyadari bahwa tidur mereka terganggu ketika mereka merasa sangat kelelahan keesokan harinya, tetapi sering kali sulit untuk mengaitkan kelelahan ekstrem ini dengan gejala seperti hidung tersumbat, masalah pencernaan, atau rasa sakit,” kata Dr. Janice Johnston, pendiri dan kepala penasihat medis dari rencana layanan kesehatan AS, Redirect Health.
Menurut Dr. Johnston, kebanyakan orang akan mengira bahwa mereka kurang kafein dan tidur terlalu larut atau stres di siang hari
Jika kamu mengalami salah satu gejala berikut sudah waktunya untuk menemui dokter untuk berkonsultasi. Berikut dilansir dari laman huffpost, Senin (03/08/2026) ini dia beberapa gejala tidur yang harus diwaspadai.
1. Tersengal-sengal
Tersengal-sengal seperti kehabisan oksigen paling sering merupakan tanda dari sleep apnea (henti napas saat tidur), sebuah gangguan tidur di mana pernapasan berhenti dan mulai secara berulang.
Menurut Dr. Zeeshan Khan, direktur Institute of Sleep Medicine di Deborah Heart and Lung Center di Browns Mills, New Jersey, mengatakan saat tidur, otot-otot menjadi rileks dan tenggorokan menyempit atau menutup.
Sleep apnea juga berkaitan dengan mendengkur, tersedak saat tidur, serta terbangun dengan mulut kering dan sakit kepala.
“Dokter ahli tidur bisa meminta kamu untuk tes tidur untuk tahu apakah kamu punya sleep apnea. Kondisi ini biasanya diobati dengan alat bernama CPAP, yaitu udara terus-menerus dengan tekanan tetap yang menjaga saluran napas tetap terbuka,” jelasnya.
Asam refluks Juga dapat menyebabkan terengah-engah, berkat sekresi asam dari perut yang refluks hingga kerongkongan.
“Seringkali, pasien akan merasakan perasaan asam di mulut mereka”, katanya.
2. Mendengkur
Mendengkur adalah gejala umum lain dari sleep apnea.
“Mendenhkur terjadi ketika ada penyempitan di sepanjang jalan napas, baik di hidung atau tenggorokan, jaringan mulai bergetar dan membuat suara mendengkur.”
“Ini dapat dikaitkan dengan terengah-engah atau mendengus saat tidur, mulut kering di pagi hari dan hidung tersumbat,” tambah Dr. Khan.
Hal ini juga dapat disebabkan oleh alergi atau flu biasa, serta kelebihan berat badan. Sesak napas dan peningkatan keringat adalah gejala tambahan yang dapat mengganggu tidur kamu.
3. Sleepwalking
Sleepwalking dianggap sebagai parasomnia, atau perilaku atau pengalaman yang tidak diinginkan selama tidur.
“Ini adalah gangguan selama tahap terdalam tidur ketika otak terganggu dan dalam keadaan antara tidur dan terjaga,” ujar Dr. Khan.
Hal ini dapat disebabkan oleh kurang tidur, stres, kecemasan atau demam serta mengonsumsi obat-obatan tertentu, obat penenang atau obat-obatan tertentu yang digunakan untuk gangguan kejiwaan, juga dapat menjadi faktor yang berkontribusi.
4. Berbicara sambil tidur
Tidur berbicara, atau somniloquy, adalah salah satu parasomnia yang paling umum dengan penyebab yang tidak diketahui.
“Ini lebih sering terjadi pada orang dengan penyakit mental dan dapat dikaitkan dengan tidur sambil berjalan dan mimpi buruk,” ungkap Dr. Khan.
Penyebab lain mungkin termasuk stres emosional, demam dan penyalahgunaan zat.
“Kondisi kesehatan ini dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi, perubahan suasana hati yang ekstrem atau halusinasi. Tidur sambil berbicara bukanlah kejadian normal dan harus segera diperiksa,” tutur Dr. Khan.
5. Mimpi buruk kronis
Mimpi buruk yang sering terjadi setiap malam itu adalah hal yang tidak normal. Hal ini dapat disebabkan oleh sejumlah pemicu psikologis yang berbeda, yang paling umum adalah kecemasan dan depresi.
“Mimpi buruk kronis dapat menyebabkan efek kesehatan yang sangat merugikan, seperti peningkatan risiko bunuh diri, penyakit jantung dan obesitas. Mereka yang menderita mimpi buruk kronis harus mencari perawatan dan saran dari seorang profesional medis,” tukas Dr. Khan.













