JAKARTA, Cobisnis.com – Seblak menjadi salah satu makanan favorit Gen Z karena cita rasanya yang pedas, gurih, dan mudah ditemukan di berbagai daerah. Namun, mengonsumsinya setiap hari dapat membawa dampak kurang baik bagi kesehatan jika tidak diimbangi pola makan yang seimbang.
Menurut ahli gizi, seblak yang identik dengan rasa pedas dapat memicu peradangan pada lambung serta berbagai gangguan pencernaan, terutama bila dikonsumsi terlalu sering. Risiko tersebut semakin meningkat pada orang yang memiliki riwayat maag atau lambung sensitif.
Selain cabai, seblak umumnya mengandung bumbu instan dan penyedap yang tinggi natrium. Asupan garam berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan masalah kesehatan lainnya.
Tidak sedikit pula seblak yang disajikan dengan topping olahan seperti sosis, bakso, atau kerupuk dalam jumlah besar. Kombinasi tersebut membuat kandungan kalori, lemak, dan karbohidrat menjadi lebih tinggi dibandingkan yang dibutuhkan tubuh.
Jika dikonsumsi setiap hari tanpa diimbangi sayur, buah, dan sumber protein yang cukup, kebiasaan ini dapat memengaruhi keseimbangan nutrisi harian. Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini berpotensi meningkatkan risiko obesitas maupun penyakit metabolik.
Meski begitu, bukan berarti kamu harus berhenti menikmati seblak sepenuhnya. Kuncinya adalah mengatur frekuensi konsumsi, mengurangi tingkat kepedasan, memilih topping yang lebih sehat, dan memperbanyak sayuran sebagai pelengkap.
Penting juga untuk memperhatikan kebersihan tempat membeli seblak agar terhindar dari risiko kontaminasi yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Memilih bahan yang segar dan proses pengolahan yang higienis juga menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan.
Jadi, menikmati seblak sesekali masih boleh dilakukan selama porsinya tidak berlebihan dan tetap diimbangi pola hidup sehat. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa mengorbankan kesehatan tubuh.












