JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak wisatawan langsung meletakkan koper di lantai kamar hotel setelah check in. Padahal, kebiasaan tersebut dinilai kurang aman karena dapat meningkatkan risiko koper terpapar kutu kasur, debu, hingga bakteri.
Pakar perjalanan menyarankan agar koper tidak diletakkan terbuka di lantai kamar hotel. Sebagai gantinya, wisatawan disarankan menggunakan rak koper atau menyimpannya di dalam lemari.
Konsultan perjalanan LaDell Carter mengatakan dirinya selalu menggunakan rak koper saat membongkar barang. Cara itu dinilai lebih aman dibandingkan meletakkan koper langsung di lantai.
Menurut Carter, lantai kamar hotel bisa menjadi jalur masuk berbagai benda yang tidak diinginkan. Mulai dari serangga hingga kotoran yang tidak terlihat oleh mata.
Ia pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat berlibur ke Jamaika. Setelah meninggalkan koper di lantai beberapa saat, ia menemukan seekor kadal kecil masuk ke dalam kopernya.
Pakar wellness travel Kelly Tolliday juga mengingatkan bahaya kutu kasur. Serangga tersebut dikenal mudah berpindah ke koper, pakaian, maupun barang pribadi lainnya.
Jika kutu kasur ikut terbawa pulang, proses membasminya tidak mudah. Bahkan, penanganannya bisa membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Selain risiko kutu kasur, lantai kamar hotel juga berpotensi menyimpan debu, bakteri, sisa cairan, hingga residu bahan pembersih. Risiko tersebut tetap ada meski kamar dibersihkan secara rutin.
Menaruh koper di tempat yang lebih tinggi juga membuat barang bawaan lebih rapi dan mudah diakses. Cara sederhana ini dapat membantu menjaga kebersihan sekaligus kenyamanan selama menginap.
Untuk perlindungan tambahan, para pakar menyarankan koper diletakkan di rak koper atau bahkan di dalam bathtub saat tidak digunakan. Langkah sederhana ini dinilai dapat mengurangi risiko membawa hama dan kotoran hingga ke rumah.













