JAKARTA, Cobisnis.com – Alih-alih agar pakaian yang dicuci menjadi wangi dan bersih bebas dari bakteri, ternyata menggunakan terlalu banyak deterjen ke mesin cuci adalah kesalahan umum yang dapat meninggalkan noda dan bau pada pakaian yant sedang dicuci. Bahkan, hal tersebut juga bisa membuat mesin cuci kamu berbau tidak sedap.
“Berdasarkan pengalaman saya, ketika saya bertanya kepada pelanggan mengapa mereka menggunakan begitu banyak deterjen, mereka hampir selalu mengatakan itu karena mereka ingin pakaian mereka berbau ‘segar’.
Namun, menggunakan lebih banyak deterjen tidak membuat pakaian lebih bersih atau lebih segar. Bahkan, penggunaan deterjen yang berlebihan dapat memberikan efek sebaliknya,” kata Ryan Hijazi, pemilik dan direktur EZY Appliance Repairs, seperti dilansir dari Nine, Rabu (22/07/2026).
Kata Ryan, jika pakaian yang habis dicuci tapi masih meninggalkan aroma yang sangat kuat itu artinya deterjen yang dipakai berlebih tertinggal di kain.
“Residu ini dapat memerangkap kotoran, bakteri, dan minyak tubuh, meninggalkan bahan kimia pada pakaian. Idealnya, pakaian kamu seharusnya keluar dari mesin cuci dalam keadaan bersih dan berbau netral, bukan berbau menyengat,” tambahnya.
Lebih lanjut, menurut Susan Toft, CEO dan pendiri The Laundry Lady, menggunakan terlalu banyak deterjen juga bisa menjadi alasan mengapa pakaian dan handuk Anda terasa kaku, dan mengapa handuk Anda tidak meqnyerap air dengan baik.
“Sisa deterjen tidak terbilas sepenuhnya, sehingga meninggalkan residu pada kain. Hal ini membuat pakaian terasa kaku dan bukannya lembut, dan residu tersebut justru menarik lebih banyak kotoran seiring waktu,” katanya.
Lantas, berapa banyak deterjen yang harus digunakan?
Hijazi menyarankan untuk mengabaikan rekomendasi pada kemasan deterjen dan sebagai gantinya memilih setengah cangkir untuk cucian dalam jumlah besar dan seperempat cangkir untuk cucian dalam jumlah kecil.
Sementara Toft juga menyarankan untuk menyesuaikan jumlah deterjen yang disarankan pada kemasan atau botol, tetapi memperingatkan agar tidak menambahkan lebih banyak deterjen untuk pakaian yang lebih kotor.
“Jawaban sederhananya,ikuti rekomendasi produsen pada kemasan, sesuaikan dengan ukuran cucian dan seberapa kotor pakaian tersebut. Untuk pakaian yang sangat kotor, perawatan awal adalah lakukan perendaman adalah kuncinya, daripada menambahkan deterjen ekstra pada saat mencuci,” kata Toft.
Selain mengurangi penggunaan deterjen, para ahli juga menyarankan untuk berhenti menggunakan pelembut pakaian karena juga meninggalkan residu pada pakaian dan mesin cuci serta membuat handuk kurang menyerap air.
“Menambahkan secangkir cuka pada saat bilas pakaian di mesin cuci adalah alternatif yang baik untuk melembutkan pakaian, dan juga ampuh menghilangkan bau pada pakaian olahraga dan seragam sekolah,” pungkas Toft.













