JAKARTA, Cobisnis.com – Siapa sih yang ngga senang pakai pakaian baru? Pasti kita semua menyukainya, bukan? Harum dari baju baru itu memang berbeda, ya!
Setelah membelinya, kamu tim yang langsung dipakai atau dicuci dulu, nih?
Yap, ada sebagian orang yang beli baju baru pasti malas untuk mencuci dan langsung memakai bajunya. Perasaan saat membuka pakaian baru sangat sulit ditandingi, baik ketika pakaian itu tiba di depan pintu rumah, maupun saat kamu pergi membelinya sendiri. Ada sensasi tersendiri di dalamnya. Kainnya terasa lembut, warnanya terlihat seperti belum tersentuh, dan keinginan untuk segera memakainya sangatlah meningkat.
Tapi, tahukah kamu sebenarnya pakaian-pakaian tersebut menempuh perjalanan panjang selama produksi hingga sampai ke tangan kamu?
Mulai dari pabrik dan gudang hingga kontainer pengiriman dan rak toko eceran, pakaian melewati berbagai lingkungan dan banyak tangan. Di sepanjang jalan, pakaian tersebut bisa saja menumpuk debu, kotoran, dan bahkan bakteri.
Dan saat berbelanja di toko, banyak orang mencoba pakaian yang akan kamu beli. Jadi, secara tidak langsung kamu sudah bersentuhan dengan banyak kulit orang lain.
Selain itu, dilansir dari India Today, Kamis (16/07/2026) Banyak orang juga tidak menyadari bahwa pakaian baru sering kali diberi zat kimia selama proses pembuatan.
Zat kimia ini dapat mencakup pewarna dan bahan penyempurna (finishing agents) yang digunakan untuk menjaga tampilan serta tekstur pakaian selama pengiriman. Itulah alasan utama mengapa mencuci pakaian baru sebelum dipakai sangatlah penting.
Dr. Priyanka Hemrajani, konsultan senior dermatologi di Marengo Asia Hospitals, Gurugram, India menjelaskan kalau pakaian baru terkadang dapat mengiritasi kulit akibat zat-zat yang digunakan selama proses manufaktur.
“Sisa-sisa zat kimia ini dapat tertinggal pada pakaian dan bersentuhan langsung dengan kulit sehingga memicu reaksi, terutama pada orang yang rentan terhadap dermatitis. Selain itu, pakaian juga dapat terpapar debu, mikroba, dan iritan lainnya selama penyimpanan serta penanganan sebelum sampai ke tangan konsumen,” ujarnya.
Bagi sebagian besar orang, hal ini mungkin hanya menyebabkan gatal ringan atau sedikit kemerahan. Namun, menurutnya mereka yang memiliki kulit sensitif atau kondisi medis bawaan seperti dermatitis atopik dapat mengalami gatal yang lebih parah, termasuk ruam meradang dan rasa tidak nyaman.
Dalam kasus yang jarang terjadi, pewarna kain atau bahan kimia tertentu dapat menyebabkan reaksi kulit berkepanjangan yang mungkin memerlukan penanganan medis.
“Sederhananya, jika kamu memiliki kulit sensitif, eksim, atau alergi, mengenakan pakaian yang belum dicuci dapat meningkatkan risiko iritasi. Pakaian ketat, pakaian dalam, atau pakaian olahraga sangat penting untuk dicuci terlebih dahulu karena menempel langsung pada kulit dan dapat menyerap keringat,” jelasnya.













