JAKARTA,Cobisnis.com Ibu mungkin kerap kali mengingatkan kamu untuk tidak tidur dalam kondisi rambut yang basah. Sebab, kebiasaan tersebut dipercaya dapat membuat tubuh masuk angin, pilek hingga flu.
Lantas, benarkah kepercaayan tersebut dapat dibuktikan secara ilmiah?
Dilansir dari laman heathline, Kamis (16/07/2026), menurut Dr. Chirag Shah, MD mengatakan kalau tidak ada bukti seseorang terkena flu karena tidur dengan rambut basah.
“Ya, jadi ketika seseorang terkena flu, itu disebabkan oleh infeksi virus,” jelasnya.
Menurutnya, flu tidak ada hubungannya dengan kedinginan. Melainkan lebih kepada infeksi salah satu dari 200 virus penyabab flu, biasanya rhinovirus.
“Virus ini masuk ke tubuh kamu melalui hidung, mulut atau mata dan menyebar melalui tetesan udara ketika orang yang terinfeksi bersin, batuk ataupun sedang berbicara. Kamu juga bisa tertular dengan kontak langsung dari tangan ke tangan dari orang yang terinfeksi,” bebernya.
Meskipun tidur dengan rambut basah tidak membuat kamu flu, Dr. Shah menjelaskan kalau hal tersebut justru meningkatkan terkena infeksi jamur pada kulit kepala.
“Jamur seperti Malassezia dapat menyebabkan kondisi rambut berketombe atau dermatitis,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan selain jamur, bantal yang digunakan juga merupakan tempat berkembang biaknya jamur. “Jamur dapat tumbuh di lingkungan yang hangat dan juga sarung bantal yang terkena basah menyediakan tempat berkembang biak yang ideal,” tambahnya.
Tidak hanya jamur, tidur dengan rambut basah juga berdampak pada kesehatan rambut itu sendiri. Bisa jadi rambut akan kusut dan mudah patah.
Dijelaskan Dr. Adarsh Vijay Mudgil, MD, dokter kulit bersetifikasi di bidang dermatologi dan dermatopologi mengungkapkan rambut yang basah menyebabkan risiko utama rambut patah dan rontok.
“Ini bisa lebih parah jika rambut basah diikat atau dikepang yang dapat menambah tekanan pada batang rambut. Jadi, lebih baik biarkan rambut terurai saja saat tidur,” ungkapnya.
Mudgil menyarankan beberapa tips agar rambut yang basah tetap sehat selama kamu tidur. Ia mengatakan, sebelum tidur oleskan minyak kelapa ke rambut.
“Minyak tersebut dapat mengurangi jumlah air yang diserap sehingga kulit kepala rentan terhadap kerusakan. Jika kamu memiliki eksim seboroik, tidak disarankan menggunakn minyak kelapa karena dapat memperburuknya,” tuturnya.
Kemudian, dia menyarankan untuk menggunakan kondisioner setelah keramas.
“Kondisioner membantu menutup kutikula rambut, mengurangi gesekan dan membuat rambut mudah disisr,” jelas dia.
Kemudian yang paling penting adalah keringkan rambut sebelum tidur. “Semakin sedikit air yang ada di rambut, semakin baik untuk menimalkan kerusakan,” lanjutnya.
Terakhir, gunakan bantal sutra. Beberapa bukti mengatakan kalau bantal sutra lebih baik untuk kulit karena tidak membuat kulit kering dan memberikan permukaan yang tidak menimbulkan gesekan.
“Meskipun tidak ada bukti manfaatnya untuk rambut, permukaan yang lebih lembut juga dapat membantu mengurangi kerusakan jika kamu tidur dengan rambut basah ataupun kering sekalipun,” tukasnya.













