JAKARTA, Cobisnis.com – Lionel Messi kembali menjadi sorotan setelah gagal mengeksekusi tendangan penalti saat Argentina menghadapi Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kegagalan tersebut memicu perdebatan mengenai apakah Tim Tango perlu menunjuk eksekutor penalti baru untuk laga-laga berikutnya.
Penalti diberikan kepada Argentina pada menit ke-21 setelah Nicolás Tagliafico dilanggar di kotak terlarang. Namun, tendangan Messi berhasil dibaca dan digagalkan kiper Mesir, Mostafa Shobeir, sehingga Argentina gagal menyamakan kedudukan saat itu.
Ini menjadi kegagalan penalti kedua Messi di Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya juga gagal saat menghadapi Austria di fase grup. Catatan tersebut menjadikannya pemain pertama yang gagal mengeksekusi dua penalti dalam waktu normal pada satu edisi Piala Dunia.
Meski gagal dari titik putih, Messi tetap berperan penting dalam kebangkitan Argentina. Albiceleste berhasil membalikkan keadaan dari tertinggal dua gol hingga menang dramatis 3-2 dan memastikan tiket ke babak perempat final.
Usai pertandingan, Messi mengaku sangat kecewa dengan kegagalannya mengeksekusi penalti. Meski demikian, ia lebih memilih fokus pada keberhasilan tim yang mampu menunjukkan mentalitas kuat untuk bangkit dan meraih kemenangan.
Secara statistik, Messi memang memiliki rekam jejak yang tidak selalu mulus dari titik putih di Piala Dunia. Beberapa kegagalan sebelumnya juga terjadi pada edisi 2018, 2022, hingga dua kali pada turnamen 2026, sehingga memunculkan kembali perdebatan mengenai efektivitasnya sebagai algojo utama.
Meski demikian, banyak pengamat menilai satu atau dua kegagalan tidak serta-merta mengurangi kontribusi Messi bagi Argentina. Kapten berusia 39 tahun itu tetap menjadi pemain paling produktif Albiceleste sepanjang turnamen dan berperan besar dalam membawa tim melaju ke fase gugur.
Perdebatan mengenai siapa yang layak menjadi eksekutor penalti utama kemungkinan akan terus berlanjut. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih Argentina yang harus mempertimbangkan statistik, kondisi mental pemain, dan kebutuhan tim pada setiap pertandingan.













