JAKARTA, Cobisnis.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance yang menyebut Presiden Donald Trump sebagai satu-satunya sekutu kuat Israel di dunia. Menurutnya, Israel tetap memiliki banyak mitra strategis meski mengakui Trump merupakan sahabat terbesar negaranya di Gedung Putih.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu, 5 Juli 2026. Ia memberikan tanggapan atas komentar Vance mengenai hubungan Israel dan Amerika Serikat di tengah isu kesepakatan Washington dengan Iran.
Sebelumnya, Vance mengatakan Israel seharusnya tidak menyerang satu-satunya sekutu kuat yang masih dimilikinya, yakni Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump. Menanggapi hal itu, Netanyahu mengatakan dirinya menghormati Vance, tetapi tidak sependapat dengan pernyataan tersebut.
Netanyahu menilai Israel masih memiliki banyak mitra di berbagai belahan dunia. Ia menyebut India sebagai salah satu negara yang terus memberikan dukungan. Selain itu, banyak pemimpin dunia disebut masih ingin memperkuat hubungan dengan Israel.
Menurut Netanyahu, kerja sama tersebut mencakup sektor pertahanan, kecerdasan buatan, hingga keamanan siber. Ia mengklaim Israel menjadi salah satu negara terdepan di bidang keamanan siber sehingga tetap menjadi mitra strategis bagi banyak negara.
Di sisi lain, Netanyahu membantah anggapan bahwa hubungannya dengan Trump sedang memburuk. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar di antara sekutu. Ia juga menegaskan Amerika Serikat dan Israel memiliki tujuan yang sama untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Netanyahu mengungkapkan dirinya dan Trump telah sepakat untuk segera bertemu di Washington guna membahas hubungan bilateral serta berbagai isu strategis di Timur Tengah. Meski mengakui dukungan publik Amerika terhadap Israel mulai menurun, terutama di kalangan pemilih muda Partai Republik, ia tetap optimistis hubungan kedua negara akan terus terjaga dalam jangka panjang.













