JAKARTA, Cobisnis.com – Kepolisian Vietnam membongkar dua sindikat taruhan ilegal Piala Dunia dengan nilai transaksi mencapai 133 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,3 triliun. Sebanyak 85 orang ditangkap dalam operasi yang dilakukan di Kota Ho Chi Minh.
Penggerebekan dilakukan di tengah upaya pemerintah Vietnam memberantas praktik perjudian ilegal selama berlangsungnya Piala Dunia 2026. Judi online sendiri masih dilarang di negara tersebut.
Polisi menyebut kedua sindikat memiliki jaringan yang sangat terorganisasi. Operasinya dijalankan dengan struktur yang rapi serta sistem pengendalian yang ketat.
Menurut penyelidikan, kedua sindikat telah beroperasi sejak Oktober tahun lalu. Selama periode tersebut, total transaksi ilegal yang berhasil diidentifikasi mencapai 133 juta dolar AS.
Para pelaku mengaku memperoleh akun taruhan level master dari jaringan yang berada di Kamboja. Akun tersebut kemudian dipecah menjadi akun agen dan anggota sebelum disalurkan kepada para penjudi online.
Kementerian Keamanan Publik Vietnam juga mengungkapkan operasi penindakan tidak hanya menyasar dua sindikat tersebut. Dalam 20 hari pertama Piala Dunia, polisi membongkar puluhan jaringan perjudian di berbagai daerah.
Sebanyak 73 jaringan perjudian berhasil diungkap dalam operasi tersebut. Polisi juga menangkap sedikitnya 346 orang yang diduga terlibat dalam praktik judi ilegal dan taruhan sepak bola.
Otoritas Vietnam menyebut nilai transaksi dari seluruh kasus perjudian yang diungkap mencapai ribuan miliar Dong atau setara ratusan juta dolar Amerika Serikat. Angka tersebut menunjukkan besarnya perputaran uang dalam praktik perjudian ilegal.
Pemerintah Vietnam terus meningkatkan pengawasan selama berlangsungnya Piala Dunia. Ajang olahraga internasional dinilai kerap dimanfaatkan jaringan kriminal untuk memperluas aktivitas taruhan ilegal.
Final Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli di Amerika Utara. Aparat keamanan Vietnam memastikan operasi pemberantasan perjudian akan terus dilakukan hingga turnamen berakhir.













